Diversifikasi Internasional


Kutipan Disertasi Febriyanto, “Diversifikasi Portofolio Internasional di Era MEA”: Teori diversifikasi berawal dari disertasi Harry Markowitz pada 1952, yang menurunkan manfaat utama diversifikasi secara kuantitatif dengan menggunakan portofolio yang terdiri atas dua aset berisiko. Melalui matematika sederhana, Markowitz mampu membuktikan jika risiko portofolio dapat menjadi minimum jika kedua aset itu mempunyai koefisien korelasi negatif sempurna yaitu -1. Markowitz juga menemukan bahwa diversifikasi selalu dapat menurunkan risiko portofolio sepanjang koefisien korelasi tidak positif sempurna atau < 1.

Diversifikasi merupakan strategi investasi melalui penempatan dana ke dalam berbagai instrument investasi dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda, atau strategi ini biasa disebut dengan alokasi aset (asset allocation). Alokasi aset ini lebih fokus terhadap penempatan dana diberbagai instrumen investasi, tidak menfokuskan terhadap pilihan saham dalam portofolio. Berdasarkan hasil studi, perbedaan performa lebih banyak dikarenakan oleh alokasi aset (asset allocation) bukan pada pilihan investasi (investment selection). Tujuan diversifikasi adalah untuk meminimalisir tingkat risiko dan tetap memberikan potensi tingkat keuntungan yang cukup.

Penelitian yang dilakukan oleh Rodoni (2011), dengan sampel 17 bursa saham menemukan bahwa investasi di bursa negara maju risikonya lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara berkembang. Semakin rendah korelasi maka semakin besar manfaat diversifikasi. Pendapat Lessard (1973) menujukan bahwa, koefisien determinasi berhubungan secara terbalik dengan keinginan menginvestasikan disatu negara. Pengaruh globalisasi yang terjadi pada abad 21 terhadap ekonomi menyebabkan pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa ke dalam sebuah sistim ekonomi global. Semangat globalisasi ini mendorong para investor antar negara melakukan diversifikasi internasional sehingga portofolio internasional menjadi sebuah tujuan dalam menerapkan strategi.

Melakukan diversifikasi internasional, memberikan manfaat yang besar bagi investor dibanding hanya berinvestasi pada pasar lokal. Kontribusi return melalui diversifikasi internasional dalam jangka panjang yang diperoleh investor akan lebih tinggi dibanding investasi yang hanya dilakukan pada pasar modal lokal. Melakukan diversifikasi internasional, investor akan memperoleh manfaat pengurangan resiko pada tingkat keuntungan tertentu. Besarnya manfaat yang akan diperoleh investor akan sangat tergantung dari koefisien korelasi, resiko dan tingkat return di masing-masing pasar modal tersebut (Tandelilin, 2010).

Melalui investasi dengan memperhatikan pertumbuhan pasar-pasar modal di negara-negara berkembang (emerging market) membuka peluang bagi investor untuk melakukan diversifikasi internasional. Emerging market mempunyai karakteristik pertumbuhan ekonomi yang berbeda dengan pasar maju sehingga dapat dimanfaatkan investor untuk membentuk portofolio yang lebih menguntungkan. Beberapa karakteristik risiko dan return yang ada di emerging market: Volatilitas yang tinggi, dalam ukuran mata uang asing, dollar Amerika misalnya, hampir keseluruhan emerging market mempunyai volatilitas antara 30% sampai dengan 70%. Angka tersebut relatif lebih besar dibandingkan dengan volatilitas pasar Amerika sebesar 15%. Bahkan angka tersebut akan lebih besar lagi jika dihitung dengan menggunakan mata uang lokal.

Beberapa karakteristik risiko dan return yang ada di emerging market: Return yang tinggi. Emerging market menawarkan return yang tinggi, karena emerging market banyak yang mengalami pertumbuhan yang cukup menakjubkan. Beberapa karakteristik risiko dan return yang ada di emerging market: Korelasi yang rendah antara emerging market dengan pasar modal yang maju. Hal ini akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi investor yang melakukan diversifikasi internasional. Artinya, jika pasar modal suatu negara berkembang mempunyai korelasi yang rendah, maka perubahan siklis ekonomi yang terjadi di negara tersebut tidak  terlalu berpengaruh pada pasar modal negara maju.

Investasi internasional dengan mendiversifikasikan dana pada berbagai jenis sekuritas di berbagai negara juga akan terkait dengan semua jenis risiko yang terjadi pada investasi dalam negeri ditambah dua jenis risiko tambahan, yakni: pertama Risiko Nilai Tukar (exchange risk), yaitu ketidakpastian pergerakan nilai tukar antara mata uang domestik (mata uang negara asal investor) dan mata uang luar negeri. Kedua Risiko Politik (political risk), yaitu ketidakpastian ‘kemampuan’ investor mengkonversikan aliran kas hasil investasi internasional yang dilakukannya ke dalam mata uang domestik.

Tingkat return investasi internasional dipengaruhi oleh tingkat return aset pada pasar dimana aset tersebut berada dan perubahan tingkat nilai tukar mata uang (exchange rate) antara mata uang dimana aset tersebut diperdagangkan dan mata uang domestik. Umumnya, return total yang bisa diperoleh dari investasi secara internasional akan terdiri dari tiga komponen, yaitu: pendapatan dividen, capital gain (loss), dan keuntungan (kerugian) nilai tukar mata uang (currency gain/losses). Return total yang bisa diperoleh dari investasi secara internasional akan terdiri dari tiga komponen, yaitu: pendapatan dividen, capital gain (loss), dan keuntungan (kerugian) nilai tukar mata uang (currency gain/losses). (Febriyanto:2018)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s