ANALISIS PERUBAHAN NILAI INDONESIA CRUDE PRICE (ICP) DAN PENGARUHNYA TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) SEBELUM PEMBERLAKUAN MEA


2b454-finance Penganggaran

Alternatif investasi dapat berupa investasi pada (1) aktiva riil yang secara umum melibatkan aset nyata seperti membeli properti, mesin atau pabrik, menyimpan emas atau; (2) investasi finansial seperti membeli sertifikat deposito, commercial paper, saham, dan membeli obligasi. Masing–masing alternatif mempunyai kelebihan dan kekurangan. Salah satu bentuk investasi finansial yang diminati oleh masyarakat adalah investasi kepemilikan saham melalui pasar modal. Hasil (return) yang diharapkan oleh pemegang saham adalah pembagian dividen dan capital gain. Dividen merupakan pembagian keuntungan kepada pemegang saham yang besarnya tergantung dari kebijakan dividen (dividen policy) masing-masing perusahaan. Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh karena harga jual saham lebih tinggi dari harga belinya. Namun, tidak semua saham memberikan dividen dan capital gain. Suatu perusahaan mungkin saja tidak dapat membagikan dividen pada tahun yang berjalan karena adanya kerugian atau kebijakan investasi. Hal itu berlaku pula pada saham yang menimbulkan capital loss (kerugian) karena harga jualnya lebih rendah daripada harga belinya.

Uraian itu menggambarkan bahwa saham tidak memberikan kepastian hasil (return). Karena tidak ada kepastian return tersebut, saham tergolong investasi yang berisiko (risk asset). Sebaliknya, obligasi memberikan kepatian return sehingga disebut investasi bebas resiko (riskfree asset). Oleh karena itu, investasi dalam saham memerlukan pertimbangan yang lebih cermat dibandingkan investasi dalam obligasi.

Pemberian informasi bagi para investor tentang perkembangan bursa, BEI menyebarkan data pergerakan harga saham melalui media cetak dan elektronik. Satu indikator pergerakan harga saham tersebut adalah indeks harga saham.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi Indeks Saham, antara lain perubahan tingkat suku bunga bank sentral, keadaan ekonomi global, tingkat harga energi dunia, kestabilan politik suatu negara, dan lain-lain. (Blanchard,2006). Selain faktor tersebut, perilaku investor sendiri juga akan memberi pengaruh terhadap pergerakan Indeks Saham. Berikut data pergerakan nilai IHSG dan ICP berasarkan pengamatan selama 2014 – 2015

Tanggal IHSG ICP
Dec 1, 2015 18,43 35,48
Nov 2, 2015 18,05 41,44
Oct 1, 2015 17,96 43,68
Sep 1, 2015 15,64 43,13
Aug 3, 2015 17,54 42,81
Jul 1, 2015 19,76 51,82
Jun 1, 2015 20,67 59,46
May 1, 2015 22,68 61,86
Apr 1, 2015 21,86 57,58
Mar 2, 2015 24,04 57,58
Feb 2, 2015 23,96 54,50
Jan 2, 2015 23,08 45,30
Dec 1, 2014 23,69 59,56
Nov 3, 2014 23,93 75,39
Oct 1, 2014 24,21 83,72
Sep 2, 2014 23,88 94,97
Aug 1, 2014 25,31 99,51
Jul 1, 2014 24,73 104,63
Jun 2, 2014 23,55 108,95
May 1, 2014 24,12 106,20
Apr 1, 2014 24,25 106,44
Mar 3, 2014 24,02 106,90
Feb 3, 2014 22,09 106,08
Jan 2, 2014 20,16 105,80

     Sumber: Data skunder

ICP

Perubahan dan pergerakan indeks harga saham terindikasi ada hubunganya dengan keadaan ekonomi global, salah satunya adalah harga minyak dunia. Salah satu sumber energi yang umum digunakan dalam setiap aktivitas. Bagi perusahaan-perusahaan yang aktif melakukan kegiatan operasionalnya, terlebih mulai tahun ini akan dimulai pemberlakuan pasar ekonomi negara-negara anggota ASEAN atau yang dikenal dengan MEA, kestabilan harga minyak mentah terhadap Indeks harga saham menjadi hal yang penting. Sebab ketika nilai harga minyak mengalami kenaikan, hal ini akan mengakibatkan barang-barang akan bertambah biaya operasionalnya dalam memproduksi. Jika sebagian besar barang diproduksi secara langsung oleh perusahaan, maka maka secara otomatis ini akan mengakibatkan kenaikan biaya produksi. Kenaikan biaya produksi ini tentunya akan mengurangi nilai laba perusahaan yang diperoleh. Menurunya nilai laba perusahaan tentu akan mempengaruhi minat investor terhadap perusahaan yang bersangkutan. Secara umum, hal ini akan mendorong pelemahan indeks harga saham.

Masyarakat selaku investor menghadapi permasalahan terhadap saham terkait sulitnya melakukan prediksi harga saham yang selalu berfluktuasi dari detik ke detik. Dengan demikian, diperlukan strategi investasi mulai dari kebijakan investasi sampai evaluasi kinerja. Menurut Husnan (1998) terdapat lima langkah strategi investasi, yaitu (1) menentukan kebijakan investasi; (2) analisis sekuritas; (3) pembentukan portfolio; (4) melakukan revisi portfolio; (5) evaluasi kerja portfolio.

Kelima langkah itu sangat dipengaruhi public information karena paling mudah diperoleh masyarakat. Dengan informasi itu, masyarakat dapat mengambil keputusan terhadap investasinya di pasar modal. Informasi yang bersifat public information antara lain tingkat suku bunga, kurs rupiah, dan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta merupakan gambaran secara umum harga saham yang gopublik. Kenaikan atau penurunan IHSG harga saham yang go publik di Bursa Efek Jakarta. Saat ini, IHSG menjadi salah satu indikator penting yang menunjukan kondisi ekonomi Indonesia sehingga pergerakan naik turunya IHSG menarik untuk dijadikan sebagai kajian analisis penelitian.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: