Makna Idul Fitri dan Puasa Syawal


Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah Sholat Id yang berbahagia. Kembali puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan kepada kita. Semoga, dengan selalu bersyukur dapat menguatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dalam menjalani kehidupan. Ketaqwaan, membuat kita bisa keluar dari berbagai persoalan hidup dan mengangkat derajat kita menjadi mulia di hadapan Allah SWT. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan para penerusnya hingga akhir nanti.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Maha Kuasa Allah, yang mengijinkan kita, berkumpul di Masjid ini, untuk mendirikan sholat dan merayakan Idul Fitri. Perayaan ini harus didasari dengan rasa syukur, karena telah menerima nikmat hidayah dari Allah SWT sehingga mampu melaksanakan ibadah puasa dibulan Ramadhan, semoga ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain yang telah kita lakukan diterima Allah SWT.

“Dari Abu Hurairah ra. Nabi SAW bersabda: Barang­siapa berpua­sa di bulan Ra­madan dengan iman dan mengha­rap ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu“. (HR. Bukhari & Muslim)

Diakhir Ramadhan, sebagai penyempurna ibadah puasa, Allah SWT telah memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fitrah hingga sebelum dilaksanakan shalat Idul Fitri. Nabi SAW bersabda: “Amal ibadah puasa tergantung diantara langit dan bumi dan tidaklah sampai kecuali dengan zakat fitrah”. (HR. Ibnu Syahim)

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, Saat ini senyum kebahagiaan terukir diwajah setiap muslim, sambil berdoa dan berharap semoga akan kembali bertemu Ramadhan ditahun depan.

Berakhirnya Ramadhan, datangnya Idul fitri, adalah tahapan yang sudah Allah SWT tetapkan. Maka, dengan mengingat saudara kita yang kekurangan, hendaknya dalam merayakan Idul Fitri tidak berlebih-lebihan, kita jauhkan dari pemborosan, penghamburan waktu dan harta benda yang tidak bermanfaat.

Allah SWT mengingatkan dalam Al Quran,

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan, dan syetan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya. (QS Al Isra’:26-27).

 

Dalam ayat lain, Allah berfirman, yang artinya

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS Al An’am:31).

Tidak sedikit saudara kita muslim, ketika ‘Idul Fitri harus tampil dengan serba “wah”, baik dari sisi pakaian, rumah, kendaraan dan hidangan makanan, dengan segala kemewahan yang tak jarang terkesan diada-adakan dan dipaksakan. Akhirnya yang terjadi adalah sikap saling berlomba-lomba untuk menunjukkan sesuatu yang membuat orang lain kagum.

Apa yang dilakukan umat Islam tersebut tidak sepenuhnya salah, tapi nilai-nilai dan tujuan pokok dari hari ‘Idul Fitri tidak bisa tercapai. Sebenarnya, yang berhak mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan dihari yang fitri adalah perubahan perilaku dari yang jelek menjadi baik, perilaku baik menjadi lebih baik. Rasul bersabda, “Bahwa hari raya ‘idul fitri bukanlah untuk mereka yang berpakaian serba baru dan mewah, tapi idul fitri itu bagi mereka yang ketaatan dan kepatuhannya semakin meningkat”.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, Agar tidak menjadi sekedar kebiasaan tahunan, perayaan Idul Fitri mesti mengikuti yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW.

Nabi SAW setelah sholat Id, beliau ketika kembali ke rumah dengan melintasi jalan yang berbeda dengan jalan yang baginda lalui saat berangkat (Hr. Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Ibn Majah, al-Hakim dan al-Baihaqi).

Dalam hadits lain disebutkan, ketika Rosul sampai di rumah, beliau melakukan shalat dua rakaat (HR. Ibn Huzaimah dan Ibn Majah).

Pada saat silaturahmi, dalam riwayat Ahmad, dituturkan, bahwa telah menjadi kebiasaan para sahabat Rasulullah SAW jika mereka bertemu satu dengan yang lain dihari raya, mereka saling mendoakan seraya berkata, “Taqaballahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima seluruh amal kami dan kalian).”.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, kita mengetahui ada amalan utama di bulan ini yaitu puasa enam hari di bulan Syawal. Ulama mengatakan, ada beberapa manfaat melaksanakan puasa enam hari dibulan syawal tersebut.

Pertama: Puasa syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh. (HR. Muslim dari Abu Ayyub Al Anshori)

Hadits lain menyebutkan “Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, dari Tsauban)

Manfaat kedua: Puasa syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib

Inilah yang dialami setiap orang dalam puasa Ramadhan, pasti ada kekurangan yang mesti disempurnakan dengan amalan sunnah.

Manfaat ketiga: Melakukan puasa syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan

Jika Allah SWT menerima amalan seorang hamba, maka Allah akan menunjuki pada amalan sholih selanjutnya. Jika Allah menerima amalan puasa Ramadhan, maka Allah akan tunjuki untuk melakukan amalan sholih lainnya, di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal.

Manfaat keempat: Melakukan puasa syawal adalah sebagai bentuk syukur pada Allah

Manfaat kelima: Melaksanakan puasa syawal menandakan bahwa ibadahnya terus menerus dan bukan musiman saja.

Amalan yang seseorang lakukan di bulan Ramadhan tidaklah berhenti setelah Ramadhan berakhir. Amalan tersebut seharusnya berlangsung terus selama seorang hamba masih menarik nafas kehidupan.

Betapa besar yang dapat diperoleh dengan melakukan puasa enam hari dibulan syawal tersebut. Puasa Syawal tersebut dilakukan selama enam hari, lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fithri, boleh diakhirkan selama masih di bulan Syawal. Lebih utama dilakukan secara berurutan, boleh juga jika dilakukan tidak berurutan.

Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu bagi yang mempunyai hutang puasa, agar mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh. Dan ingatlah puasa Syawal adalah puasa sunnah sedangkan qodho’ Ramadhan adalah wajib. Sudah semestinya ibadah wajib lebih didahulukan daripada yang sunnah.

Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kita untuk istiqomah dalam ketaatan hingga akhir hayat. Semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadhan dan memudahkan kita untuk menyempurnakannya dengan melakukan puasa Syawal.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, Saat malam Idul Fitri, Rasulullah S.A.W dan para sahabat membaca Takbir, Tahmid dan Tahlil di Masjidil Haram. Saat sedang bertakbir, tiba- tiba Rasul keluar dari kelompok dan menepi kearah dinding. Kemudian Rasul mengangkat kedua tangannya (layaknya orang berdoa) saat itu Rasul mengatakan amin sampai tiga kali.

Setelah Rasulullah S.A.W mengusapkan kedua tangan diwajahnya (layaknya orang selesai berdoa) para sahabat mendekati dan bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang terjadi sehingga engkau mengangkat kedua belah tanganmu sambil mengatakan amin sampai tiga kali?” Jawab Rasul, “Tadi saya didatangi Jibril dan meminta saya mengaminkan doanya.”

“Apa gerangan doa yang dibacakan Jibril itu ya Rasulullah?” tanya sahabat. Kemudian Rasulullah S.A.W menjawab, “Kalau kalian ingin tahu inilah doa yang disampaikan Jibril dan saya mengaminkan”.

  1. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal ibadah kaum Muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia masih bersalah kepada orang tuanya dan belum dimaafkan?. Rasulullah S.A.W mengatakan Amin.
  2. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal ibadah kaum muslimin selama bulan Ramadhan apabila suami isteri masih berselisih dan belum saling memaafkan.? Rasulullah S.A.W mengatakan Amin.
  3. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal Ibadah kaum Muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia dengan tetangga dan kerabatnya masih berselisih dan belum saling Memaafkan.? Rasulullah S.A.W mengatakan Amin.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, Mengakhiri kuthbah ini, sebuah hasil penelitian yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran jika kita kaitkan dengan ibadah puasa yang telah kita lakukan ataupun yang akan kita lakukan.

Seorang peneliti, Walter Mischel, psikolog dari Yale University AS, membawa berkotak-kotak kue coklat ke sebuah kelas. Anak-anak ditawarkan untuk memakan coklat tersebut kapan pun mereka mau. Hanya saja, sang psikolog itu berjanji akan memberikan kue coklat lebih banyak jika mereka menunda keinginan memakannya dalam 30 menit ke depan.

Lantas, Mischel meninggalkan kelas. Mayoritas anak-anak langsung memakan coklat-nya, hanya beberapa yang menunda selama 30 menit, dan kemudian mereka yang mau menunda tersebut mendapatkan hadiah berupa tambahan coklat untuk dibawa pulang.

Penelitian ini jangka panjang. Selama 14 tahun, perkembangan anak-anak ini diteliti. Ketika usia dewasa, terdapat perbedaan signifikan dalam studi dan karier anak-anak yang memakan langsung dan menunda makan coklat-nya.

Mereka yang menunda, ujian tertulisnya lebih tinggi 210 poin dibandingkan yang memakan langsung. Selain itu, mereka yang mampu menunda kenikmatan lebih bersikap positif. Mereka lebih optimistis dalam hidup, toleran, luwes, mandiri, dan berkompetensi tinggi.

Jika percobaan 30 menit menunjukkan dampak luar biasa bagi manusia yang siap menunda kenikmatannya, bagaimana dampak metode latihan selama 30 hari mengharamkan yang jelas-jelas halal, sementara tanpa ada yang mengawasi pesertanya setiap saat. Tentu idealnya seperti janji Allah, akan terbentuk manusia-manusia yang bertaqwa.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, yang berbahagia, Semoga melalui tarbiyah bulan Ramadhan, kita semua kembali ke fitrah serta memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dengan demikian bisa mengembalikan potensi kita yang sebenarnya, baik untuk meraih sukses dunia maupun akhirat. Amin.

Sejenak kita merendahkan hati, menengadahkan tangan, memohon kepada Allah SWT yang Maha Memberi, Maha Kaya dan yang Maha Pengasih.

Ya Allah, kekalkan hidayahmu dalam hati ini, agar kami dapat menjadi hamba-Mu yang selalu ingat kepada-Mu dalam setiap saat.

Ya Allah, begitu banyak nikmat yang telah engkau berikan kepada kami hingga kami tak sanggup untuk menghitungnya, untuk itu jadikan kami sebagai hamba-Mu yang pandai bersyukur.

Ya Allah, terimalah puasa kami, zakat kami, sholat kami, sedekah kami, yang kami niatkan semata-mata mengharap ridho-Mu ya Allah.

Ya Allah, yang Maha Mencukupi, kami sadar, ibadah kami masih banyak kekurangan, untuk itu cukupkan kekurangan ibadah kami ya Allah.

Ya Allah, jadikan Idul Fitri ini sebagai awal dalam kami memperbaiki diri.

Bukakan hati kami, agar dapat mengikhlaskan kekhilafan orang-orang yang pernah menyakiti kami. Bukakan hati mereka yang pernah kami sakiti, agar ikhlas dalam memaafkan kami.

Ya Allah, curahkan hidayah-Mu di kampung kami ini, beri kami pemimpin yang amanah, pemimpin yang taqwa, agar tercipta ketaatan dalam masyarakat.

Saudara-saudara kaum muslimin jamaah sholat Id yang berbahagia, Mari kita luangkan waktu sejenak untuk manfaatkan kesempatan ini, kita saling bersalaman dan saling memaafkan, semoga Allah SWT menjadikan kesempatan ini sebagai sarana untuk menghapus dosa-dosa kita diantara sesama.

(Disampaikan saat kuthbah Idul Fitri oleh Febriyanto, di Masji Al Amin Rajabasa Lama II, Jumat 1 Syawal 1436 H – 17 Juli 2015)

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: