Ora Nekat, Ora Gampang Ningkat


Ikhtiar

Manusia selalu dituntut agar senantiasa berusaha meningkatkan kualitas diri dan kualitas hidupnya, dalam upaya mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan.

Kualitas diri manusia meliputi kualitas jasmaniah dan kualitas rohaniah, kualitas jasmaniah banyak ditentukan oleh mutunya kebutuhan jasmani yang ia manfaatkan; baik makan, minum, tempat tinggal maupun sarana yang lain. Sedangkan kualitas rohaniah ditentukan: kecerdasan berfikir, kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan kesadaran sebagai hamba Allah yang siap mengabdi dalam setiap saat.

Manusia adalah mahluk Alloh yang paling sempurna, dalam diri pribadi manusia terdapat sumber daya yang luar biasa, yang dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin demi kesejahteraan, kebahagiaan dan kemakmuran umat manusia.

Tidak maksimal dalam memanfaatkan potensi adalah suatu perbuatan yang tidak diajarkan dalam Islam, hal tersebut akan mendatangkan kerugian dan kesengsaraan, sebab kebahagian bukan datang secara tiba-tiba. Maka selayaknyalah bila Allah telah menjanjikan bahwa orang yang akan diberi kekuasaan dan kebahagiaan adalah orang yang memanfaatkan potensi, orang yang beriman dan orang yang berbuat.

Kita melihat ragam jenis profesi dan tingkat kehidupan yang beraneka ragam. Jika masing-masing bersungguh-sungguh dan berbuat sebaik-baiknya sesuai dengan profesi dan kemampuannya, maka keindahan, kedamaian dan kesejahteraan suatu kaum akan tercipta.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Al. Anam 125

Artinya: Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

Seorang ahli hikmah menggambarkan:

Dunia (negara) adalah laksana kebun yang dihiasi dengan lima macam yaitu: ilmunya ulama, adilnya penguasa, ketekunan ibadah umat beragama, kejujuran pedagang dan penguasa serta disiplin para pelaksana pemerintahan.

Kalau para ulama benar-benar berfungsi sebagai pembimbing umat, para penguasa sebagai pengayom dan pelindung umat, segala lapisan beribadah dengan baik, saling do’a-mendo’akan, pedagang dan pengusaha berlaku jujur, para pegawai berlaku disiplin, amanah dan mementingkan tugas, maka akan hilang rasa saling iri, dengki dan lenyaplah sudah rasa saling mencurigai, serta ketenteraman dan kedamaian, serta kemajuan umat dalam berfikir, beribadah dan berprilaku akan terwujud.

Berbuat sebaik-baiknya sesuai dengan profesi masing-masing, baik cendikiawan maupun ulama, pedagang maupun pengusaha, rakyat maupun penguasa, karyawan maupun pekerja. Semoga alloh SWT memberikan kita kekuatan untuk berbuat yang terbaik dalam hidup ini.

Pengen Ningkat, kudu Nekat, ning Sing cermat ben ora Tamat…

Rumgso

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: