Manajemen Semangat Ning Ora Ngoyo


Jangan terlena

Semangat kerja…

Firman Allah swt : Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu…. (QS. At Taubah : 105)

Menjaga semangat dalam bekerja dan berusaha merupakan anjuran Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah bersabda, “Tiada makanan yang baik bagi Anak Adam kecuali yang ia dapat dari tangannya sendiri. Sungguh, Nabi Daud AS makan dari hasil tangannya sendiri.” Dalam hadits lain yang diriwayatkan Baihaqi, Rasulullah pernah bersabda “Sesungguhnya, sebaik-baik mata pencaharian adalah seorang berwirausaha.”

Sebagai umat Islam, menjaga semangat dalam bekerja menjadi sebuah keharusan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Karena itu, Islam benar-benar mengajarkan umatnya untuk bekerja keras, mandiri dan tidak pantang menyerah. Hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, Rasulullah pernah bersabda, “Amal yang paling baik adalah pekerjaan yang dilakukan dengan cucuran keringatnya sendiri.” Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya ada dosa-dosa yang tidak terhapuskan dengan melakukan shalat, puasa, haji, dan umrah.” Para sahabat bertanya, “Lalu, apa yang dapat menghapuskannya, wahai Rasulullah SAW?” Beliau menjawab, “Bersemangat dalam mencari rezeki.”.

Karena itu, patut kita terus menjaga semangat bekerja keras. Dengan begitu, kita Insya Allah termasuk ke dalam golongan yang beruntung.  Semangat dalam bekerja merupakan hal penting, namun yang lebih penting adalah memanaj semangat tersebut agar lebih baik lagi. Berikut sebuah kisah yang saya kutip dari web motivasi islami dan kisah inspiratif tentang Manajemen semangat kerja…

Stephen R. Covey mengajar tentang Manajemen Stress, dia bertanya kepada mahasiswa: “Menurut anda, kira-kira berapa berat segelas air ini?” Jawaban mahasiswa beragam, mulai dari 250 gram sampai dengan 500 gram.

“Sesungguhnya yang menjadi masalah bukanlah berat sebenarnya. Tetapi berapa lama anda memegang gelas tersebut,” ujar Covey.

“Jika memegangnya selama satu menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama satu jam, lengan akan sakit. Jika memegangnya satu hari penuh, mungkin harus memanggilkan ambulans” lanjutnya.

“Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat. Jika kita membawa beban terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu terasa meningkat beratnya,” ungkap Covey.

”Yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut. Istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi. Kita harus meninggalkan beban kita, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sehari-hari, tinggalkan beban pekerjaan anda. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok,” lanjutnya.

“Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak. Setelah beristirahat, nanti dapat diambil lagi. Hidup ini sangat singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di dalam hati kita,” kata Covey.

Cerita tersebut adalah sebuah gambaran perumpamaan dalam menyikapi beban kerja yang sedang dihadapi dan menjaga semangat kerja agar tetap produktif. Beban kerja yang dihadapi seseorang, akan memberikan pengaruh pada setiap aktivitas kehidupanya..

Semangat Pagi

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: