Hati-Hati dengan Hati


obat-hati

Sebaik-baik diri ini, masih lebih baik orang lain.. Seburuk-buruk orang lain, masih buruk diri ini.

Penulis selalu berusaha untuk mengingat dan memahami kalimat itu, karena kalimat tersebut penulis jadikan sebagai bagian dari  menjaga hati.

Hati yang ada di dalam tubuh ini perlu selalu dijaga dan dirawat. Seperti kata Rosul dalam sebuah hadits kaitanya dengan Hati:

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam hati ada segumpal daging yang kalau dia baik maka akan baik pula seluruh anggota tubuh, dan kalau dia rusak maka akan rusak pula seluruh anggota tubuh, ketahuilah di adalah hati,” (Muttafaqun alaih).

Apabila hati tidak dijaga, akan memberikan pengaruh pada warna aktifitas kehidupan. Terlebih lagi jika hati sudah mati.

Syeikh Ibrohim Adham yang menyatakan 10 tanda hati yang Mati ialah;

  1. Mengaku kenal Allah SWT tetapi tetapi tidak menunaikan hak- haknya.
  2. Mengaku cinta pada Rasulullah Saw. tetapi tidak menunaikan daripada Sunnah-sunnah Baginda Nabi Saw.
  1. Membaca al-Quran tetapi tidak beramal dengan hukum-hukum di dalamnya.
  2. Memakan nikmat- nikmat Allah SWT tetapi tidak mensyukuri atas pemberiannya.
  3. Mengaku syaithon itu musuh tetapi tidak berjuang menentangnya
  4. Mengaku adanya nikmat surga tetapi tidak beramal untuk mendapatkannya.
  5. Mengaku adanya siksa neraka tetapi tidak berusaha untuk menjauhinya.
  6. Mengaku kematian pasti tiba bagi setiap jiwa tetapi masih tidak bersedia untuknya.
  7. Menyibukkan diri membuka keaiban orang lain tetapi lupa akan keaiban diri sendiri.
  8. Menghantarkan dan menguburkan jenazah/ mayat saudara seIslam tetapi tidak mengambil pengajaran daripadanya.

http://www.solusiislam.com/2013/06/seputar-hati-yang-mati.html.

 

Ust. arifin Ilham dalam Merdeka.com menuliskan:
Sahabatku, kusampaikan di antara tanda-tanda hati yang mati:
1. “Tarkush sholah’, berani meninggalkan salat fardhu.
2. “Adzdzanbu bil farhi”, tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar (QS Al A’raf: 3).
3. “Karhul Qur’an”, tidak mau membaca Alquran.
4. “Hubbul ma’asyi”, terus menerus maksiat.
5. “Asikhru”, sibuknya hanya mempergunjing dan buruk sangka, serta merasa dirinya selalu lebih suci.
6. “Ghodbul ulamai”, sangat benci dengan nasihat baik dan ulama.
7. “Qolbul hajari”, tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, kuburan dan akhirat.
8. “Himmatuhul bathni”, gilanya pada dunia tanpa peduli halal haram yang penting kaya.
9. “Anaaniyyun”, tidak mau tau, cuek, atau masa bodoh keadaan orang lain, bahkan pada keluarganya sendiri sekalipun menderita.
10. “Al intiqoom”, pendendam hebat.
11. “Albukhlu”, sangat pelit.
12. “Ghodhbaanun”, cepat marah karena keangkuhan dan dengki.
13. “Asy Syirku”, syirik dan percaya sekali kepada dukun dan praktiknya.

Semoga Allah menghiasi hati kita dengan keindahan iman dan kemuliaan akhlak. Aamiin.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: