Lima Tanda Salah Pilih Pekerjaan


Merasa mengambil jalur karier keliru seringkali memicu munculnya keinginan pindah kerja.

Jum’at, 13 April 2012, 11:04 WIB
Pipiet Tri Noorastuti

VIVAnews – Apakah sering terbesit di pikiran Anda keinginan pindah kerja? Itu wajar. Ada banyak alasan di baliknya. Mulai dorongan emosional melihat sejumlah rekan kerja mendapat posisi di tempat baru, ingin gaji lebih tinggi, hingga merasa mengambil jalur karier yang keliru.

Bagi yang masih merasa bimbang dengan pilihan kariernya, coba simak sejumlah kondisi berikut yang mungkin bisa membantu mengenali kondisi Anda.

1. Merasa sendiri di tempat kerja
Anda tipe orang yang suka bersosialisasi, tapi kini merasa tak memiliki teman di tempat kerja. Anda merasa tak klik dengan siapapun di kantor. Anda tidak dapat menjalin hubungan dengan rekan kerja, lantaran merasa tak ada topik perbincangan yang nyambung. Selama di kantor, yang Anda lakukan hanya melakukan pekerjaan, basa-basi sedikit dengan orang yang Anda temui, lalu pulang ke rumah.

Jika mengalami kondisi itu, coba pikirkan kira-kira apa yang membuat Anda merasa terasing? Apakah perbedaan usia yang mencolok dengan rekan sekerja, perbedaan budaya, atau beda gaya? Coba pikirkan jawabannya dengan jujur. Ingat, tanpa Anda sadari, perasaan terasing seperti itu akan membuat produktivitas dan kualitas hidup menurun.

2. Malu dengan pekerjaan
Anda merasa tak percaya diri untuk menceritakan deskripsi pekerjaan Anda kepada orang lain. Anda sering berbohong dengan mengatakan, “Saya bekerja di perusahaan properti,” padahal sebenarnya Anda bekerja di rumah produksi film dewasa.

Tanpa Anda sadari, rasa malu terhadap bidang pekerjaan seperti ini berpotensi menghambat efektivitas pekerjaan. Anda juga akan kehilangan banyak jaringan gara-gara menutupi pekerjaan sesungguhnya. Jika Anda tidak bangga dengan pekerjaan Anda, Anda tidak akan pernah bisa sukses dan mendapatkan kepuasan hidup.

3. Terkekang beban kerja
Masih tergolong normal jika Anda merasa lelah atau stres ketika sedang menghadapi deadline di waktu-waktu tertentu. Tapi, bukan pertanda baik jika kelelahan dan stres itu terjadi sepanjang waktu tanpa jeda. Anda mungkin berada di pekerjaan yang salah ketika beban kerja seolah di luar batas kesanggupan dan waktu ideal.

Bukan pertanda baik pula ketika Anda selalu merasa kewalahan dengan tugas-tugas, sehingga kecemasan dan kegelisahan merayapi pikiran sepanjang waktu. Bertahan dalam kondisi ini sungguh berisiko buruk tak hanya pada kesehatan mental, tapi juga fisik.

4. Merasa stagnan di tempat kerja
Anda merasa sudah tidak memiliki ruang lagi untuk mengembangkan ketrampilan dan kemampuan yang Anda miliki. Anda mungkin masih bisa bekerja dengan baik meski kemampuan yang Anda miliki melebihi bidang pekerjaan yang sedang Anda jalani. Tapi, pertanda buruk jika Anda selamanya terjebak di titik itu dan tak bisa berkembang sesuai kemampuan.

Apa yang harus Anda lakukan? Cari kesempatan untuk mengembangkan karier. Buka jaringan dan wawasan untuk menonjolkan kemampuan dan spesialisasi Anda secara profesional. Mulai dari mengikuti pelatihan atau bergabung dengan asosiasi yang berhubungan dengan pekerjaan Anda.

5. Tak ada perkembangan karier
Anda berada dalam pekerjaan yang salah jika Anda tidak memiliki kesempatan belajar atau tidak bisa mengambil keuntungan apapun dari bidang yang Anda jalani. Percuma jika memiliki jabatan tinggi, tapi tak ada hal menarik yang bisa menunjang pengembangan karier di masa depan. Kuncinya adalah tetap berpikiran terbuka dan mengenali kemungkinan tumbuh dan berkembang. (adi)

• VIVAnews

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: