Kurang Tidur Membuat Prestasi Mundur


Tidur kadang mendapat prioritas ketiga setelah makan dan minum. Padahal, pada kenyataannya tidur sama pentingnya dengan makan dan minum. Bahkan tidur bisa lebih krusial dibandingkan makan. Orang masih mungkin hidup tanpa makan seminggu, asal asupan cairannya terjaga. Tapi hampir mustahil orang bisa bertahan hidup tanpa tidur selama seminggu. Di sinilah baru terlihat betapa pentingnya manfaat tidur.

Tidur ternyata bukan sekadar berfungsi untuk mengistirahatkan mata dan tubuh. Tidur juga bermanfaat untuk memperbaiki kondisi otak. “Tidur bermanfaat untuk menjaga pikiran tetap tenang dan waspada. Tidur ibarat pengisian baterai agar kapasitas otak penuh dan berfungsi maksimal,” ujar Marc Weissbluth, penulis buku Healthy Sleep Habits, Happy Child.

Apa yang dikatakan Weissbluth memang sangat beralasan. Dalam kondisi mengantuk, kadang orang sering tidak nyambung ketika diajak ngobrol. Hal ini disebabkan ia tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Hal ini tentu berlaku juga bagi si kecil. Ketika ia mengantuk, pasti ia kesulitan untuk berkonsentrasi. Apa yang dipelajari pun pasti tidak terserap dengan maksimal.

Moms mungkin bisa membandingkan hal tersebut kepada si kecil. Sepulang sekolah ketika masih lelah, ajak ia bermain kuis. Suruh ia menghafal beberapa kata asing. Keesokan harinya, suruh ia menghafal kata dalam jumlah yang sama tapi setelah ia tidur siang. Pasti Moms akan mendapatkan hasil berbeda dan si kecil akan memperoleh hasil hafalan yang lebih baik setelah ia beristirahat.

Mengingat pentingnya manfaat tidur, posisikan pengaturan jadwal tidur sepenting jadwal ia makan dan minum susu. Sebab, jika si kecil sampai kurang tidur, konsentrasinya bakal kendur dan prestasinya bisa mundur. Untuk si kecil pastikan tidurnya mencukupi. Biasakan ia untuk tidur cukup baik siang maupun malam hari.

Waktu tidur anak berbeda dengan orang dewasa. Mereka membutuhkan waktu lebih panjang dibanding orang dewasa. Jika orang dewasa dalam sehari cukup beristirahat selama 7-8 jam dan bisa dilakukan malam hari saja, maka anak-anak membutuhkan waktu lebih panjang, setidaknya 10 jam sehari. Durasi 10 jam tersebut bisa dibagi siang 2 jam dan malam 8 jam atau malam saja 10 jam disesuaikan dengan aktivitasnya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sleep Disorders Center di Rumah Sakit Sacre Coeur, Kanada, tidur punya pengaruh besar terhadap kemampuan otak. Dr. Jacques Montplaisir, peneliti utama program ini, menyebutkan bahwa anak-anak dengan tidur lebih pendek ternyata koleksi kosakatanya lebih sedikit dan hasil tes kognitifnya kurang memuaskan. Hal ini menjadi bukti lain seberapa penting peranan tidur untuk mendukung perkembangan otak.

Jadi pastikan waktu tidur si kecil mencukupi agar ia bisa tumbuh menjadi sosok cerdas dan berkualitas.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: