Asah Intuisi Demi Keputusan Terbaik


Asah Intuisi Demi Keputusan Terbaik

Kita memiliki respons bawaan untuk memberi peringatan sebelum otak memproses informasi.

Rabu, 1 Februari 2012, 17:27 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Febry Abbdinnah

VIVAnews – Pernahkah Anda merasa seolah-olah mengetahui sebuah kebenaran akan sebuah situasi dalam hidup? Anda mungkin kerap mengalaminya, tapi memilih mengabaikan perasaan tersebut dan mencoba berpikir lebih rasional.

Meski menimbang-nimbang sesuatu secara rasional dapat memberikan hasil yang baik, tetapi mendengarkan intuisi akan membuat Anda menghasilkan keputusan lebih tepat.

Masalahnya, kapan kita mengetahui intuisi kita terhadap sesuatu yang benar dan salah? Atau, kapan kita harus mengabaikannya dan menggunakan akal sehat sebagai dasar pengambilan keputusan?

Dengarkan Tubuh Anda
Mempelajari perasaan fisik dapat menunjukkan Anda ke arah yang benar. Ketika secara naluriah merasa terancam, kulit kita akan merinding dan kita akan merasa tidak nyaman.

Para psikolog percaya bahwa kita akan memiliki respons bawaan untuk memberi peringatan sebelum otak memproses informasi. Namun, tanda-tanda bahaya tersebut dapat dengan mudah kita abaikan, kecuali kita memerhatikan respon fisik kita.

“Anda tidak dapat membedakan intuisi dan rasa takut. Namun, intuisi cenderung menjadi penunjuk terhadap sesuatu, sedangkan rasa takut membuat Anda menarik diri dari sesuatu. Intuisi memberitahu Anda, apa yang harus Anda lakukan ketimbang menghindari sesuatu,” ujar Adrianna Irvine, psikoterapis, dikutip Daily Mail.

Memahami zat kimia otak, buku Malcolm Gladwell berjudul ‘Blink: The Power Of Thinking Without Thinking’, menjelaskan bahwa pengambilan keputusan intuitif memunculkan hasil yang lebih baik daripada mengandalkan data pro dan kontra.

Hasil pindai otak, pada sebuah studi baru-baru ini, menunjukkan, struktur yang disebut dengan ventral striatum merespons dengan cepat isyarat alam bawah sadar. Para ilmuwan menyebutnya dengan ‘instrumental learning’, yakni naluri manusia mengenal situasi yang familiar dan menyarankan respons instan sebelum Anda memiliki waktu untuk berpikir rasional.

Jika keputusan Anda didasarkan pada pemicu alam bawah sadar, Anda lebih mungkin untuk berkomitmen terhadap hal tersebut sehingga memberikan hasil yang lebih positif.

Fokus pada respons pertama
Cobalah selalu memberikan tanggapan awal terhadap semua situasi, bukan mengabaikannya. “Saya percaya bahwa intuisi kita dapat mengingatkan kita terhadap fakta yang kita sudah ketahui, meski tidak sesuai dengan kita. Karena itulah kita mengabaikan informasi dan mempriotaskan logika dan bukti berpikir,” ujar Adrianna.

Sebaliknya, dengan memfokuskan pada apa yang dikatakan intuisi Anda dibandingkan logika berpikir, Anda mungkin menangkap peringatan penting yang biasanya Anda abaikan.

“Sering kali kita menyadari bahwa kita sebenarnya memiliki intuisi yang baik, tapi kita lebih memilih untuk mengabaikannya.”

Tantang naluri Anda
Bagaimana Anda tahu kapan waktunya Anda memerhatikan naluri Anda? Kapan hal tersebut hanya sebuah ketakutan atau memori dari situasi sulit sebelumnya?

Para ahli menyarankan untuk melakukan ‘percobaan’ perasaan Anda terhadap teman dekat dan keluarga. Orang yang dekat dengan Anda dapat membantu Anda mengidentifikasi perasaan sebenarnya dibalik rasa takut.

Jangan abaikan
“Neurobiologi menyatakan bahwa intuisi adalah aktivitas otak kanan, menggunakan emosi, kreativitas, bagian inovatif otak. Sedangkan bagian kiri otak berfungsi sebagai bagian yang berpikir fakta, logika, dan matematis,” jelas Adrianna.

Menurutnya, naluri yang benar terasa seolah-olah batin Anda berbicara sebuah kebenaran yang sudah Anda ketahui.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa orang yang diminta membuat pilihan tanpa menjelaskan hal tersebut cenderung lebih bahagia dengan keputusannya dibandingkan mereka yang diminta untuk merasionalisasikan pilihannya.

Mungkin Anda pernah merasa jantung Anda berdebar kencang diselingi dengan rasa sesak, tapi Anda tidak mengetahui apakah hal tersebut adalah sebuah petanda atau hanya masalah pernapasan. Jika hal tersebut terjadi, perhatikan suasana hati Anda. Penelitian Universitas Missouri menemukan bahwa pandangan positif lebih cenderung membuat Anda lebih sensitif terhadap naluri Anda.

Jadi, pastikan Anda merasa bahagia jika Anda membeli rumah, melamar pekerjaan, atau berkencan. Apapun bentuknya, naluri Anda akan memberitahu kebenaran. (umi)

• VIVAnews

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: