Ciee… Puasa. So What Gitu Loh..


Hikmah

Ibnu Mas’ud ra. merumuskan “Jika kalian mendengar atau membaca ayat Alquran yang diawali dengan seruan, hai orang-orang yang beriman, pastilah ada sebuah kebaikan yang Allah perintahkan, atau sebuah keburukan yang Allah larang.”

Puasaku

Syaikh Ahmad Musthafa Al-Maraghi dalam tafsirnya mengatakan, ada beberapa sisi puasa yang dapat mengantarkan manusia meraih gelar muttaqin:

  1. Puasa membiasakan seseorang Jujur dan Takut kepada Allah swt, karena orang yang sedang berpuasa tidak ada yang memantau dan melihat kecuali Allah swt.
  2. Puasa membiasakan keteraturan hidup. Makan, minum hanya pada waktu yang diperbolehkan.
  3. Adanya persamaan antara yang miskin dan kaya, antara penguasa dan biasa, tidak ada perbedaan.
  4. Puasa dapat menghancurkan sisa-sisa makanan yang mengendap dalam tubuh.

Pakar kesehatan menyatakan bahwa, ketika puasa, ibaratnya organ-organ pencernaan tersebut diservis dan dibersihkan, sehingga setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, insya Allah menjadi sehat baik secara jasmani maupun rohani sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

  1. Puasa membentuk manusia baru, sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa berpuasa dengan niat mencari pahala dari Allah swt, maka ia keluar dari bulan Ramadhan sebagaimana bayi yang baru lahir.”

Ada tiga sifat bayi yang bisa kita jadikan alat ukur, untuk menilai keberhasilan puasa kita dalam membentuk pribadi yang taqwa.

Pertama, bayi itu lemah, dan sangat tergantung pada pihak lain.

Kedua, bayi akan meminta hanya sesuai dengan kebutuhanya.

Ketiga, bayi jika dipandang akan menyenangkan yang melihat.

Puasanya

Leave a comment

Anjuran memperbanyak doa di bulan Ramadhan


Ramadhan-

Perintah shaum (puasa) Ramadhan dan hukum-hukumnya disebutkan oleh Allah secara berturut-turut di dalam Al-Qur’an, surat Al-Baqarah [2] ayat 183, 184, 185 dan 187. Di antara rangkaian ayat-ayat puasa Ramadhan tersebut terdapat sebuah ayat yang secara lahiriah tidak berbicara tentang puasa, yaitu:

“Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku menjawab orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah hamba-hamba-Ku memenuhi (perintah dan larangan)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka mendapatkan kebenaran.” (QS. Al-Baqarah [2]: 186)

Sepintas ayat di atas tidak memiliki kaitan dengan hukum-hukum puasa Ramadhan. Namun setidaknya dua isyarat keterkaitan ayat tersebut dengan puasa Ramadhan.

Pertama, ayat tersebut mengisyaratkan bahwa kondisi berpuasa Ramadhan merupakan kondisi seorang hamba sangat dekat, atau sedikitnya lebih dekat, dengan Allah. Hal itu karena seorang hamba yang berpuasa Ramadhan telah berusaha menjauhi setan dan hawa nafsunya demi melaksanakan perintah Allah semata.

Kedua, ayat tersebut menganjurkan kepada seorang hamba yang tengah mengerjakan puasa Ramadhan untuk memperbanyak doa kepada Allah. Kondisi hati yang khusyu’ dan suasana ketaatan kepada Allah akan membuat doa lebih berkwalitas, sehingga lebih besar peluangnya untuk dikabulkan Allah, karena lebih memenuhi syarat-syarat terkabulnya doa.

Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang berpuasa itu memiliki doa yang mustajab setiap kali datang waktu berbuka puasa.” Maka Abdullah bin Amru bin Ash saat berbuka puasa selalu mengajak istri dan anaknya, lalu berdoa. (HR. Abu Daud at-Thayalisi no. 2262)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga golongan yang doa mereka tidak akan ditolak; pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka puasa dan orang yang dizalimin…” (HR. Ahmad no. 8043, Tirmidzi no. 3598, Ibnu Majah no. 1752, Ibnu Hibban no. 7387 dan Abd bin Humaid no. 1420. Imam Tirmidzi berkata: Hadits ini hasan. Syaikh Syuaib al-Arnauth berkata: Hadits ini shahih dengan banyaknya jalan dan penguatnya).

Do’a yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah bahwasanya  dia berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana jika saya mendapatkan lailatul qadr maka apa yang aku katakan?” Beliau SAW bersabda: “Katakanlah: “Allahumma Innaka Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fuannii” (Ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampum, mencintai ampunan (maaf) maka ampunilah aku).” (HSR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

.Doa

Leave a comment

SIGNALING THEORY


Signaling berakar dalam gagasan informasi asimetris, yang mengatakan bahwa dalam beberapa transaksi ekonomi, ketidaksetaraan dalam akses ke informasi pasar normal untuk pertukaran barang dan jasa. Dalam artikelnya, seminalis Michael Spence, 1973, mengusulkan agar kedua pihak bisa mendapatkan sekitar masalah informasi asimetris dengan memiliki salah satu pihak mengirimkan sinyal yang akan mengungkapkan beberapa bagian informasi yang relevan kepada pihak lain.

Prinsip signaling ini mengajarkan bahwa setiap tindakan mengandung informasi. Hal ini disebabkan karena adanya asymetric information. Asymmetric information adalah kondisi dimana suatu pihak memiliki informasi yang lebih banyak daripada pihak lain. Misalnya, pihak manajemen perusahaan memiliki informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan pihak investor di pasar modal. Tingkat asymetric information ini bervariasi dari sangat tinggi ke sangat rendah (Suluh Pramastuti, 2007). Oleh sebab itu, faktor keadaan dan posisi perusahaan harus dimasukkan ke dalam tahapan berupa siklus hidup perusahaan, sehingga dengan lebih memahami posisi tahap siklus hidup perusahaan, pengguna laporan keuangan dapat menentukan informasi akuntansi yang selayaknya dipakai.

Menurut Wolk, et al. (2001) teori sinyal menjelaskan alasan perusahaan menyajikan informasi ke pasar modal. Teori sinyal menunjukkan adanya asimetri informasi antara manajemen perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan informasi tersebut. Teori sinyal mengemukakan tentang bagaimana seharusnya perusahaan memberikan sinyal-sinyal pada pengguna laporan keuangan.

Menurut Jama’an (2008) Signaling Theory mengemukakan tentang bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan pemilik. Sinyal dapat berupa promosi atau informasi lain yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik daripada perusahaan lain. Teori sinyal menjelaskan bahwa pemberian sinyal dilakukan oleh manajer untuk mengurangi asimetri informasi. Manajer memberikan informasi melalui laporan keuangan bahwa mereka menerapkan kebijakan akuntansi konservatisme yang menghasilkan laba yang lebih berkualitas karena prinsip ini mencegah perusahaan melakukan tindakan membesar-besarkan laba dan membantu pengguna laporan keuangan dengan menyajikan laba dan aktiva yang tidak overstate.

Teori Signal juga dapat membantu pihak perusahaan (agent), pemilik (prinsipal), dan pihak luar perusahaan mengurangi asimetri informasi dengan menghasilkan kualitas atau integritas informasi laporan keuangan. Untuk memastikan pihak-pihak yang berkepentingan meyakini keandalan informasi keuangan yang disampaikan pihak perusahaan (agent), perlu mendapatkan opini dari pihak lain yang bebas memberikan pendapat tentang laporan keuangan (Jama’an, 2008).

Sumber:

http://ekonomi.kabo.biz/2011/07/teori-sinyal.html

http://globallavebookx.blogspot.com/2014/07/pengertian-signaling-theory.html

Leave a comment

AGENCY THEORY


Teori keagenan (agency theory) dikembangkan di tahun 1970-an terutama pada tulisan Jensen dan Meckling (1976) pada tulisan yang berjudul “Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs, and ownership structure”. Konsep-konsep teori keagenan di latarbelakangi oleh berbagai teori sebelumnya seperti teori konsep biaya transaksi (Coase, 1937), teori property right (Berle dan Means,  1932), dan filsafat utilitarisme (Ross, 1973). Teori keagenan dibangun sebagai upaya untuk memecahkan memahami dan memecahkan masalah yang muncul manakala ada ketidaklengkapan informasi pada saat melakukan kontrak (perikatan).

Teori keagenan berkaitan dengan penyelesaikan dua masalah yang dapat terjadi dalam hubungan keagenan. Yang pertama adalah masalah keagenan yang muncul ketika (a) keinginan atau tujuan dari prinsipal dan konflik agen dan (b) sulit atau mahal untuk prinsipal untuk memverifikasi apa yang agen yang kakukan. Masalahnya di sini adalah bahwa prinsipal tidak dapat memverifikasi bahwa agen telah berperilaku tepat. Yang kedua adalah masalah pembagian risiko yang muncul ketika prinsipal dan agen memiliki sikap yang berbeda terhadap risiko. Masalahnya di sini adalah bahwa prinsip dan agen dapat memilih tindakan yang berbeda karena preferensi risiko yang berbeda.

Konsep teori agensi didasarkan pada permasalahan agensi yang muncul ketika pengurusan suatu perusahaan terpisah dari kepemilikannya.

Masalah keagenan yang timbul pada saat :

  • Keinginan/tujuan dari prinsipal dan agen berlawanan
  • Merupakan hal yang sulit/mahal bagi prinsipal untuk melakukan verifikasi tentang yang telah benar-benar dilakukan.

Masalah pembagian resiko yang timbul pada saat memiliki sikap yang berbeda terhadap resiko.

Problem keagenan antara pemegang saham (pemilik perusahaan) dg manajer potensial terjadi bila manajemen tidak memiliki saham mayoritas perusahaan.

Pemegang saham tentu menginginkan manajer bekerja dg tujuan memaksimumkan pemegang saham.

Sebaliknya manajer perusahaan bisa saja bertindak tidak untul memakmurkan kemakmuran pemegang saham, tetap memaksimumkan kemakmuran mereka sendiri.

Terjadilah Conflict of Interest. untuk menyakinkan bahwa manajer bekerja sungguh-sungguh untuk kepentingan pemegang saham, pemegang saham harus mengeluarkan biaya yg disebut Agency Cost yg meliputi

  • Pengeluaran untuk memonitor kegiatan manajer,
  • Pengeluaran membuat suatu struktur organisasi yg meminimalkan tindakan manajer yg tdk diinginkan, serta opportunity cost yg timbul akibat kondisi dimana manajer tdk dpt segera mengambil keputusan tanpa persetujuan pemegang saham.

Pengawasan secara total terhadap kegiatan para manajer akan memecahkan masalah keagenan, tetapi dibutuhkan biaya yg mahal Dan kurang efisien.

Selain itu, agency problem antara pemegang saham dg manajemen perusahaan dapat terjadi karena :

– Kekhawatiran untuk di-PHK krn kinerja yg dinilai krg memuaskan

– Ketakutan mengalami kondisi dimana perusahaan diambil alih scr paksa oleh pihak lain.

Agency problem jg muncul antara kreditor, misal pemegang saham perusahaan dg pemegang saham (stockholder) yg diwakili manajemen perusahaan. jika :

– Manajemen mengambil proyek yg risikonya lebih besar daripada perkiraan oleh kreditor

– Perusahaan meningkatkan jumlah hutang sehingga mencapai tingkatan yg lebih tinggi daripada yg diperkirakan kreditor.

Kedua tindakan diatas akan meningkatkan risiko finansial perusahaan, selanjutnya akan menurunkan nilai pasar uang/obligasi perusahaan yg belum jatuh tempo.

– Agency problem antara pemegang saham dengan manajemen perusahaan dapat diantisipasi dengan.

  • Monitoring : Pengawasan tindakan dan kebijakan, dalam bentuk:
  • Dewan komisaris yang independen dari pihak manajemen
  • Pasar Corporate control (Internal & Eksternal)
  • Institusi keuangan.
  • Pembatasan (bonding) : Pengendalian tindakan dan kebijakan
  • Jensen dengan memperkecil jumlah free cash flows sehingga peluang manajer dalam memperkaya diri semakin terbatas.
  • Peningkatan kepemilikan manajer, tetapi tetap dalam batasan.

Kompensasi diberikan kepada manajer agar manajer dapat melaksakan apa yang diharap oleh pemilik.

Kompesasi diberikan akan meningkatkan nilai perusahaan, jika perusahan sudah go public maka nilai saham akan meningkat.

Bentuk kompensasi yang diberikan kepada manajer adalah gaji pokok, insentif, fee, kepemilikan dalam bentuk saham.

Research Area : Economic / Finance / Strategic Management

Referensi Utama :

Eisenhardt, K. M. (1985). Control: Organizational and economic approaches. Management Science (Pre-1986), 31(2), 134.

Eisenhardt, M, K. (1989). Agency theory: An assessment and review. Academy of Management Review, 14(1), 57).

Jensen, M., and Meckling, W. 1976. Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs, and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3: 305-360.

Leave a comment

CIRI PROFESIONAL, TERAPKAN MANAJEMEN KERJA SKALA PRIORITAS


Prioritas,

Tumpukan pekerjaan terkadang datang bersamaan, akhirnya harus difikirkan dan diputuskan mana yang harus didahulukan. Apalagi deadline atau batas waktu pengerjaannya berdekatan.

Mengatur prioritas kerja adalah jenis keterampilan yang harus dimiliki oleh pekerja profesional. Keahlian ini harus dimiliki oleh pekerja yang berada di semua level dari staf, manajer sampai ke direktur atau pimpinan sekalipun.

Hambatan yang pasti dihadapi apabila prioritas tidak diterapkan di dunia kerja, pekerjaan mungkin menjadi terasa berat, karena banyak yang harus diselesaikan. Konsentrasi semakin tidak fokus, tak satupun pekerjaan selesai dengan baik. Masalah lain muncul, berkisar dari kurang percaya diri akibat pekerjaan yang kurang memuaskan. Bahkan akumulasinya bisa menyebabkan stres dan performa menjadi semakin tidak produktif.

Produktifitas dan profesionalisme pelam pekerjaan bisa terwujud, jika bisa membagi waktu dan memprioritaskan pekerjaannya. Yakin dengan kemampuan diri sendiri, dan berani mencoba hal atau tantangan baru. Fokus bekerja akan membuat kita menjadi lebih produktif serta dapat mengurangi beban stress. Kemudian manajemen waktu membuat karyawan akan bisa bekerja dengan lebih efektif.

Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia skala prioritas tercantum dalam penjaminan mutu perusahaan seperti ISO atau standar operasional perusahaan.

Berikut ini tips langkah untuk mendapatkan prioritas:

Pertama – Tuliskan seluruh kegiatan dan tugas-tugas pada hari ini

Buat daftar yang ingin dilakukan pada hari ini, bersama dengan batas waktu yang dimiliki. Jangan hanya mengandalkan ingatan – tulis di atas kertas

Kedua – Berikan nilai “pengaruh” untuk setiap tugas atau kegiatan yang ditulis diatas

Gunakanlah skala 1 sampai 10, dimana nilai 1 artinya kegiatan / tugas tersebut “ tidak penting “, dan 10 artinya “sangat penting”

Ketiga – Kelompokan menurut urutan “kepentingannya”

Tentukanlah prioritas “ A “ untuk tugas-tugas dengan nilai di atas 7 ; prioritas “ B “ untuk nilai – nilai antara 4 sampai 6 ; dan prioritas “ C “ untuk nilai di bawah 3.

Prioritas..

Manajemen waktu berdasarkan skala prioritas, pelaksanaan pekerjaan didahulukan berdasarkan skala prioritas. Skala prioritas mendahulukan pekerjaan yang penting dan mendesak, dilanjutkan dengan pekerjaan penting dan tidak mendesak, kemudian pekerjaan yang mendesak meski belum terlalu penting, dan terakhir adalah pekerjaan yang tidak penting dan tidak mendesak.

  1. Mendesak dan Penting: Tipe pekerjaan penting dan mendesak harus di utamakan penyelesaiannya lebih dahulu. Tugas tersebut tidak dapat ditunda-tunda lagi. Kegiatan yang termasuk dalam kelompok ini merupakan hal penting dan harus dilakukan, tidak bisa ditunda pada lain waktu.
  1. Penting:Tipe pekerjaan dengan prioritas ini harus disikapi dengan menjadwalkan pekerjaan dengan cermat. Jangan sampai pekerjaan penting diabaikan sehingga pekerjaan ini menjadi pekerjaan mendesak dan penting. Sebaiknya gunakan waktu produktif untuk menyelesaikan pekerjaan ini.
  1. Mendesak dan Tidak Penting: Pekerjaan ini terkadang datang dari orang di luar lingkungan kerja. Hal ini bisa saja mengganggu waktu produktif bekerja.

Kegiatan-kegiatan dalam kelompok ini merupakan kegiatan tidak penting namun terpaksa harus dilakukan. Seperti contoh menerima tamu, menemani teman, dan lain sebagainya. Umumnya pekerjaan ini tanpa direncanakan dan sulit dihindari.

Kebiasaan bekerja pada kelompok seperti ini akan membuat seseorang menjadi kurang disiplin, prestasi rendah, tidak memiliki tujuan jelas dalam pekerjaan, karena selalu berusaha menyenangkan orang lain.

  1. Tidak Mendesak dan Tidak Penting: Kegiatan dalam kelompok ini merupakan kegiatan yang dilakukan secara berlebihan dan berakibat tingkat kepentingannya rendah.

Diskusikan pendapat (sebagai penerima tugas) dengan atasan (si pemberi tugas) dan mintalah saran-saran mengenai prioritas waktu yang telah disusun. Tujuannya: Supaya kedua belah pihak memiliki prioritas kerja yang sama pada hari itu.

Prioritas

Sumber:

 

Leave a comment

Super Leader & Manajer


Gaya Kepemimpinan Nabi Muhammad saw. yang patut untuk diteladani, yaitu:

1) Kepribadian yang Tangguh

Nabi Muhammad saw. adalah sosok yang sangat kuat baik pada masa kecilnya, dewasanya bahkan sampai wafatnya menunjukkan sikap yang sangat kuat teguh pendirian (istiqamah). Sejak pertamanya beliau tidak terpengaruh oleh kondisi negatif masyarakat di sekitar. Kepribadian itulah yang menjadi dasar atau landasan yang kokoh bagi seorang pemimpin, karena hal itu bermakna juga sebagai seseorang yang memiliki prinsip hidup yang kuat.
2) Kepribadian dan Akhlak Terpuji.
Pribadi Nabi Muhammad disebut sifat wajib Rasul meliputi shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah. Namun Rasul sebagai manusia pasti memiliki sifat jaiz, yakni sifat-sifat kemanusiaan yang tidak menurunkan derajat atau martabat beliau sebagai utusan Allah. Dalam sifat jaiz ini Rasul tidak dapat menghindar dari ujian dan cobaan Allah SWT. seperti rasa sedih, sabar, dan tabah.
3) Kepribadian yang Sederhana.
Beliau mengajarkan pada umatnya untuk hidup sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Ini bukan berarti beliau mengerjakan kemiskinan pada manusia, tetapi beliau menyuruh umat Islam untuk selalu tampil sederhana dengan melakukan sedekah pada orang lain dan saling membantu. Sikap hidup sederhana Nabi Muhammad saw. beliau tunjukkan dalam hidup sehari-harinya. Entah dalam keadaan damai ataupun perang di antara para pengikutnya atau di antara orang-orang kafir dan musuh-musuhnya, Nabi Muhammad saw. Selalu menjadi teladan. Beliau memperlakukan orang dengan penuh kesopanan dalam semua kesempatan. Setelah memperoleh kemenangan beliau lebih sederhana, peramah dan pemurah hati, bahkan memberikan maaf dan pengampunan pada musuh-musuhnya.
Kepemimpinan Nabi Muhammad saw. berjalan di atas nilai-nilai Islam yang berhasil menanamkan keimanan, ketakwaan, kesetiaan dan semangat juang untuk membela kebenaran dan mempertahankan hak selain beroleh bantuan Allah SWT.
Ada beberapa kunci yang dapat diteladani oleh umatnya, yaitu:
1) Akhlak yang terpuji tanpa cela
2) Karakter yang tahan uji, tangguh, ulet, sederhana, dan bersemangat baja.
3) Sistem dakwah yang menggunakan metode imbauan yang diwarnai dengan hikmah kebijaksanaan.
4) Tujuan perjuangan yang jelas menuju ke arah menegakkan keadilan dan kebenaran serta menghancurkan yang batil, tanpa pamrih kepada harta, kekuasaan dan kemuliaan duniawi.
5) Prinsip persamaan.
6) Prinsip kebersamaan.
7) Mendahulukan kepentingan dan keselamatan pengikut.
8)memberikan kebebasan berkreasi dan berpendapat serta pendelegasian wewenang
9) Tipe kepemimpinan karismatis dan demokratis.
Keberhasilan Nabi Muhammad saw. dalam memimpin umat dikarenakan tingkah laku beliau yang selalu berdasarkan Al-Quran dan ditunjang beberapa sifat yang melekat padanya. Adapun sifat utama yang melekat pada diri pribadinya yaitu:
1) Kehormatan kelahirannya.
2) Bentuk dan potongan tubuh yang sempurna.
3) Perkataan yang fasih dan lancar.
4) Kecerdasan akal yang sempurna.
5) Ketabahan dan keberanian.
6) Tidak terpengaruh oleh duniawi.
7) Hormat dan respek terhadap dirinya.
Referensi:
Hadari Nawawi, Kepemimpinan Menurut Islam, (Yogyakarta: Gajahmada University press, 1993).

Abdul Wahid Khan, Rasulullah di Mata Sarjana Barat, (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2002).

Nourouzzaman Shiddiqi, Jeram-jeram Peradaban Muslim, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996).

Leave a comment

Bekal “Otewe” Munuju Ramadhan


Ramadhan kembali akan hadir di tengah-tengah kita. Bagi seorang muslim, tentu kedatangan bulan Ramadhan akan disambut dengan rasa gembira dan penuh syukur, karena Ramadhan merupakan bulan maghfirah, rahmat dan menuai pahala serta sarana menjadi orang yang muttaqin.

Oleh karena itu, kita perlu melakukan persiapan diri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan, agar Ramadhan kali ini benar-benar memiliki nilai yang tinggi dan dapat mengantarkan kita menjadi orang yang bertaqwa.

Tentu saja persiapan diri yang dimaksud di sini bukanlah dengan memborong berbagai macam makanan dan minuman lezat di pasar untuk persiapan makan sahur dan balas dendam ketika berbuka puasa. Juga bukan dengan mengikuti berbagai program acara televisi. Bukan pula pergi ke pantai menjelang Ramadhan untuk rekreasi, makan-makan dan bermain-main.

Jadi, Banyak hal yang perlu dilakukan dalam rangka persiapan menyambut kedatangan Ramadhan, yaitu:

Pertama, berdoa kepada Allah Swt,

Karena berjumpa dengan bulan ini merupakan nikmat yang besar bagi orang-orang yang dianugerahi taufik oleh Allah Swt.

Dan doa yang populer: ”Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”.

Kedua, menuntaskan puasa tahun lalu.

Sudah seharusnya kita mengqadha puasa sesegera mungkin sebelum datang Ramadhan berikutnya.

Ketiga, persiapan keilmuan (memahami fikih puasa).

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari atsar diatas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”.

Kempat, persiapan jiwa dan spiritual.

Persiapan yang dimaksud di sini adalah mempersiapkan diri lahir dan batin untuk melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah agung lainnya di bulan Ramadhan dengan sebaik-sebaiknya, yaitu dengan hati yang ikhlas dan praktek ibadah yang sesuai dengan petunjuk dan sunnah Rasulullah Saw.

Kelima, persiapan dana (finansial).

Sebaiknya aktivitas ibadah di bulan Ramadhan harus lebih mewarnai hari-hari ketimbang aktivitas mencari nafkah atau yang lainnya. Pada bulan ini setiap muslim dianjurkan memperbanyak amal shalih seperti infaq, shadaqah dan ifthar (memberi bukaan).

Karena itu, sebaiknya dibuat sebuah agenda maliah (keuangan) yang mengalokasikan dana untuk shadaqah, infaq serta memberi ifhtar selama bulan ini. Moment Ramadhan merupakan moment yang paling tepat dan utama untuk menyalurkan ibadah maliah kita. Ibnu Abbas r.a berkata, ”Nabi Saw adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan.” (H.R Bukhari dan Muslim). Termasuk dalam persiapan maliah adalah mempersiapkan dana agar dapat beri’tikaf dengan tanpa memikirkan beban ekonomi untuk keluarga.

Keenam, persiapan fisik yaitu menjaga kesehatan.

Persiapan fisik agar tetap sehat dan kuat di bulan Ramadhan sangat penting. Kesehatan merupakan modal utama dalam beribadah. Orang yang sehat dapat melakukan ibadah dengan baik. Namun sebaliknya bila seseorang sakit, maka ibadahnya terganggu. Rasul saw bersabda, “Pergunakanlah kesempatan yang lima sebelum datang yang lima; masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Hakim)

 Ketujuh, menyelenggarakan tarhib Ramadhan.

Disamping persiapan secara individual, kita juga hendaknya melakukan persiapan secara kolektif, seperti melakukan tarhib Ramadhan yaitu mengumpulkan kaum muslimin di masjid atau di tempat lain untuk diberi pengarahan mengenai puasa Ramadhan, adab-adab, syarat dan rukunnya, hal-hal yang membatalkannya atau amal ibadah lainnya.

Menjelang bulan Ramadhan tiba, Rasul saw memberikan pengarahan mengenai puasa kepada para shahabat. Beliau juga memberi kabar gembira akan kedatangan bulan Ramadhan dengan menjelaskan berbagai keutamaannya. Abu Hurairah ra berkata, “menjelang kedatangan bulan Ramadhan, Rasulullah saw bersabda, “Telah datang kepada kamu syahrun mubarak (bulan yang diberkahi). Diwajibkan kamu berpuasa padanya. Pada bulan tersebut pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, syaithan-syaithan dibelunggu. Padanya juga terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang kebaikan pada malam itu, maka ia telah terhalang dari kebaikan tersebut.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi).

Selain itu kita berharap kepada Allah Swt agar ibadah kita diterima, tentu dengan ikhlas dan sesuai Sunnah Rasul saw. Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan dan dapat meraih berbagai keutamaannya.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/06/22/35696/menyiapkan-diri-menyambut-ramadhan/#ixzz3a0E0YkK7

Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 280 other followers