Muhasabah Kualitas Diri


Meningkatkan Kualitas Diri

Apapun profesi dan pekerjaanya kualitas menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam berkarier. Menjadi enterpreneur atau bekerja pada perusahaan/orang lain tidak lepas dari hal yang satu ini. Jika kualitas diri tidak baik maka akan berpengaruh dalam mencapai kesuksesan.

Apakah hidup ingin terus-terusan mengalami kesulitan? Jika tidak mulailah dari sekarang untuk merubah kehidupan. Berikut ini beberapa cara tepat meningkatkan kualitas diri:

  1. Nilailah diri sendiri

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya mengawali dengan menilai kinerja diri. Penilaian harus obyektif dan realistis. Jika merasa kinerja belum maksimal, nilailah seperti itu. Ambilah catatan kemudian tuliskan poin-poin tugas apa saja yang dihadapi di kantor. Lalu, tanyakan pada diri, seberapa jauh mampu menangani poin-poin tersebut.

Misalnya, jika seorang webmaster, kemudian bertanya kepada diri sendiri seberapa cepat mampu mengikuti perkembangan teknologi yang ada saat ini? Tanyakan juga apakah menikmati tugas-tugas tersebut.Daftar singkat ini akan membantu memperoleh gambaran utuh mengenai kinerja sendiri. Setelah diperoleh gambaran utuh, bisa memutuskan, aspek mana yang sudah kuasai, dan aspek mana mana yang perlu ditingkatkan.

  1. Terus belajar

Pahamilah bahwa karier profesional merupakan sebuah proses di mana memiliki kesempatan untuk mengikutinya. Ilmu didalam dunia ini sangat luas, jadi sepintar-pintarnya mencari ilmu didalam dunia ini, karena ilmu apapun bisa dipelajari. Karena sesuatu yang dipeljari didunia ini tidak ternilai harganya.

  1. Tanggung jawab

Meskipun berada dalam naungan sebuah perusahaan, diri sendiri yang akan menentukan karier. Jadi, bertanggungjawablah dan pastikan bahwa mengambil semua peluang untuk meningkatkan skill profesional diri. Memperoleh tawaran untuk mengikuti training, seminar, atau keanggotaan sebuah asosiasi profesional? Tak perlu ragu untuk ikut dan bergabung karena skill pun akan semakin jaya.

  1. Jaga kinerja

Selain bertanggungjawab, juga harus menerapkan standar pribadi di dalam mengerjakan tugas profesional. Standar inilah yang akan menentukan kualitas kerja. Di sisi lain, kinerja inilah yang akan menjadi dasar kenaikan jabatan atau promosi. Jadi, jangan segan bertanya kepada atasan. Jika memang merasa perlu, mintalah job atau tugas baru yang menantang. Namun, jangan asal meminta penugasan. Ukur kemampuan dan yakin memang mampu menerima tugas.

  1. Jaga hubungan kerja

Meski tampaknya tak terkait langsung dengan skill, menjaga hubungan kerja dengan semua level merupakan salah satu strategi penting untuk mengembangkan kemampuan. Berusahalah agar mampu bekerja dalam tim secara efektif. Karena dengan efektif akan mendorong untuk mencapai keberhasilan dalam hidup.

  1. Ciptakan jaringan

Sisihkan dulu urusan kantor. Kini, saatnya untuk bersosialisasi dan menciptakan jaringan di luar kantor. Bisa bergabung dengan komunitas profesional di luar posisi karier, namun tetapi bisa meningkatkan kualitas kinerja. Yakinlah, ilmu dan jaringan yang diperoleh dan bina di komunitas itu akan sangat membantu karier di kemudian hari.

  1. Carilah mentor

Cara terbaik menguasai sebuah bidang adalah belajar dari ahlinya. Jadi, jangan ragu untuk mencari mentor atau guru.

Kalau perlu, carilah mentor sebanyak-banyaknya. Semakin banyak mentor, semakin banyak ilmu yang bisa diserap, sehingga ketika dihadapkan pada suatu persoalan kerja, memiliki banyak solusinya.

  1. Siapkan masa depan

Selalulah bertanya, Apa yang akan terjadi besok? Bagaimana mengatasinya? Salah satu ciri pemenang adalah selalu selangkah di depan lebih dulu ketimbang kompetitornya. Ketika kompetitor tengah asyik bergulat dengan persoalan hari ini, kita sudah mencari solusi untuk persoalan yang muncul esok hari. Cobalah berlatih membiasakan diri untuk berada selangkah di depan. Dijamin, akan menikmati hasilnya lebih cepat dari yang diperkirakan.

  1. Asah terus skill Anda

Dewasa ini banyak sekali tawaran pelatihan atau kursus singkat untuk semua bidang profesi, dari mulai pelatihan soal keuangan perusahaan, pelatihan program komputer, pelatihan leadership, dan sebagainya. Nah, seperti halnya poin ke-2 di atas, jangan ragu untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, sekalipun tak berkait langsung dengan posisi Anda. Jangan takut untuk mengikuti tes uji kemampuan. Biasanya ketakutan dan keraguan muncul ketika Anda belum melangkah. Begitu melangkah, Anda pasti mampu mengatasi keragu-raguan tadi dengan segera. Pengayaan skill ini sudah pasti akan menjadi poin tersendiri dalam menjalani karier Anda.

  1. Jangan lupakan teknologi

Ada banyak sekali situs atau jaringan sosial yang bisa Anda buka dan membantu meningkatkan skill Anda.

 

Oleh : Haeru Syaif Nawaf dalam http://haerusyaifnawaf.blogspot.com/2013/01/cara-meningkatkan-kualitas-diri.html

Leave a comment

Bangun Personal Brand bagi Karir


Prioritas,

Liputan6.com, Jakarta – Menjadi diri sendiri dengan keunikan dan keunggulan pribadi ternyata dapat menjadi kunci sukses saat berkarir. Karena itu, penting bagi Anda untuk memiliki personal brand (kekhasan pribadi) yang sangat kuat.

Melalui proses personal branding, Anda juga mengembangkan pemahaman diri tentang keunikan, kekuatan karir dan berbagai hal yang membuat Anda berharga di tempat kerja.

“Personal branding memacu Anda untuk memperjelas tentang apa yang ingin Anda capai dan membantu menetapkan tujuan untuk mencapainya,” ujar CEO Karir.com Dino Martin seperti dilansir, Rabu (4/3/2015).

Jika Anda ingin sukses, menciptakan merek pribadi bukan hanya sebuah pilihan, melainkan suatu kebutuhan. Apakah Anda bercita-cita untuk mendapatkan promosi atau pekerjaan impian, menciptakan brand yang menarik dan konsisten akan membantu mencapai tujuan pribadi dalam berkarir.

Berikut empat cara membangun personal brand agar karir semakin cemerlang:

  1. Tunjukan nilai lebih yang Anda miliki

Luangkan waktu untuk berpikir tentang apa yang membuat Anda berbeda dari rekan-rekan di kantor, seperti kekuatan, ketertarikan dan tujuan karir pribadi. Jika Anda meninggalkan pekerjaan saat ini, apa yang membuat perusahaan dan rekan Anda merasa kehilangan?

“Kenali potensi diri Anda, sebaik mungkin,” pungkas Dino

  1. Cari tahu penilaian orang lain terhadap Anda

Tanyakan pada rekan terdekat, rekan kerja, tentang sifat yang menggambarkan Anda.

“Apa keahlian Anda? Apa kekuatan Anda? Di bidang mana mereka melihat Anda sebagai sosok tak tergantikan?” terangnya.

  1. Identifikasi target Anda

Sama halnya seperti produsen BMW yang mengenal targetnya sebagai pengemudi kelas tinggi yang mengedepankan prestise, Anda juga harus melakukan hal serupa. Menentukan target yang sesuai dengan kemampuan karir pribadi.

Hal ini tidak hanya akan membantu Anda mengasah kemampuan pribadi, tapi menunjukkannya ke tempat yang tepat.

  1. Perhatikan detail

Segala sesuatu yang Anda lakukan pada akhirnya memberikan kontribusi pada personal brand.

Setelah brand Anda telah dikenal, pastikan bahwa hal-hal kecil seperti cara berpakaian, bahasa tubuh, bagaimana Anda bersikap pada rekan kerja, hingga cara menulis email. Tunjukkan kemampuan yang konsisten guna membentuk personal brand yang kuat. (Sis/Ndw)

Prioritas

Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/2185229/4-cara-bangun-personal-brand-agar-karir-kian-cemerlang

Leave a comment

Tips Meniti Karir


Karier

Liputan6.com, New York – Memiliki tujuan sukses dalam berkarir tanpa bertindak sama halnya seperti bermimpi di siang bolong. Tak peduli seberapa besar mimpi Anda dalam berkarir, semuanya tak akan berubah jadi nyata sampai Anda bertindak.

Perhatikan, sikap, kebiasaan, dan tekad sebelum mulai bergerak meniti karir hingga sukses. Seringkali banyak orang gagal merasakan sukses dalam berkarir karena ulahnya sendiri, seperti sikap yang kurang baik dan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.

Tak hanya itu, banyak orang memiliki potensi besar tapi tak mampu memunculkannya karena kurang percaya diri atau memang tidak menyadarinya. Berikut tujuh kunci sukses meniti karir khususnya bagi para generasi muda seperti dikutip dari Career Realism, Jumat (20/3/2015):

1. Sikap positif

Pelajari bagaimana cara bersikap yang baik. Aspek mana saja dalam hidup yang dikendalikan oleh sikap pribadi, bagaimana menentikan sikap sendiri dan apa strategi spesifik untuk mengubah sikap lebih positif.

Hati-hati, sikap merupakan kebiasaan permanen dalam hidup. Jadi perhatikan sikap Anda jika ingin karir berjalan lancar.

2. Percaya diri

Pahami cara mengeluarkan potensi diri dengan mengidentifikasi kemampuan dan bakat pribadi. Selain itu, Anda juga perlu membangun kekuatan akademis dan minat pribadi agar bisa memanfaatkan semua peluang dengan percaya diri.

3. Kebiasaan positif

Hilangkan kebiasaan-kebiasaan negatif dalam hidup dan mulai identifikasi berbagai cara yang dapat membuat hidup Anda semakin mudah dijalani. Ingat kebiasaan positif dapat menjadi salah satu cara mencapai kesuksesan.

4. Buat pilihan yang tepat

Keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi seringkali terganggun saat Anda terlalu sibuk di kantor. Lakukan pilihan-pilijan bijak dalam menjaga keseimbangan hidup mengingat baik karir dan kehidupan pribadi, keduanya penting bagi Anda.

5. Gunakan imajinasi kreatif

Perluas kemampuan Anda untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan imajinasi kreatif. Jangan salah, kreativitas merupakan kunci sukses dalam berkarir.

6. Gigih

Anda perlu menelusuri seluruh kemajuan dari berbagai proses yang telah dilakukan. Tingkatkan fokus pada apapapun tujuan yang ingin dicapai. Jangan lupa menambah koneksi dan selalu bersyukur terhadap berbagai pencapaian pribadi.

7. Punya tujuan

Bedakan antara keinginan dan target yang harus dicapai ketika berkarir. Buat komitmen, rencana dan mulai beraksi. Pastikan Anda sampai ke target-target yang harus dicapai. (Sis/Nrm).

Karir

Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/2193732/7-kunci-sukses-meniti-karir-buat-generasi-muda

Leave a comment

Makna Idul Fitri dan Puasa Syawal


Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah Sholat Id yang berbahagia. Kembali puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan kepada kita. Semoga, dengan selalu bersyukur dapat menguatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dalam menjalani kehidupan. Ketaqwaan, membuat kita bisa keluar dari berbagai persoalan hidup dan mengangkat derajat kita menjadi mulia di hadapan Allah SWT. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan para penerusnya hingga akhir nanti.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Maha Kuasa Allah, yang mengijinkan kita, berkumpul di Masjid ini, untuk mendirikan sholat dan merayakan Idul Fitri. Perayaan ini harus didasari dengan rasa syukur, karena telah menerima nikmat hidayah dari Allah SWT sehingga mampu melaksanakan ibadah puasa dibulan Ramadhan, semoga ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain yang telah kita lakukan diterima Allah SWT.

“Dari Abu Hurairah ra. Nabi SAW bersabda: Barang­siapa berpua­sa di bulan Ra­madan dengan iman dan mengha­rap ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu“. (HR. Bukhari & Muslim)

Diakhir Ramadhan, sebagai penyempurna ibadah puasa, Allah SWT telah memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fitrah hingga sebelum dilaksanakan shalat Idul Fitri. Nabi SAW bersabda: “Amal ibadah puasa tergantung diantara langit dan bumi dan tidaklah sampai kecuali dengan zakat fitrah”. (HR. Ibnu Syahim)

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, Saat ini senyum kebahagiaan terukir diwajah setiap muslim, sambil berdoa dan berharap semoga akan kembali bertemu Ramadhan ditahun depan.

Berakhirnya Ramadhan, datangnya Idul fitri, adalah tahapan yang sudah Allah SWT tetapkan. Maka, dengan mengingat saudara kita yang kekurangan, hendaknya dalam merayakan Idul Fitri tidak berlebih-lebihan, kita jauhkan dari pemborosan, penghamburan waktu dan harta benda yang tidak bermanfaat.

Allah SWT mengingatkan dalam Al Quran,

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan, dan syetan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya. (QS Al Isra’:26-27).

 

Dalam ayat lain, Allah berfirman, yang artinya

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS Al An’am:31).

Tidak sedikit saudara kita muslim, ketika ‘Idul Fitri harus tampil dengan serba “wah”, baik dari sisi pakaian, rumah, kendaraan dan hidangan makanan, dengan segala kemewahan yang tak jarang terkesan diada-adakan dan dipaksakan. Akhirnya yang terjadi adalah sikap saling berlomba-lomba untuk menunjukkan sesuatu yang membuat orang lain kagum.

Apa yang dilakukan umat Islam tersebut tidak sepenuhnya salah, tapi nilai-nilai dan tujuan pokok dari hari ‘Idul Fitri tidak bisa tercapai. Sebenarnya, yang berhak mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan dihari yang fitri adalah perubahan perilaku dari yang jelek menjadi baik, perilaku baik menjadi lebih baik. Rasul bersabda, “Bahwa hari raya ‘idul fitri bukanlah untuk mereka yang berpakaian serba baru dan mewah, tapi idul fitri itu bagi mereka yang ketaatan dan kepatuhannya semakin meningkat”.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, Agar tidak menjadi sekedar kebiasaan tahunan, perayaan Idul Fitri mesti mengikuti yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW.

Nabi SAW setelah sholat Id, beliau ketika kembali ke rumah dengan melintasi jalan yang berbeda dengan jalan yang baginda lalui saat berangkat (Hr. Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Ibn Majah, al-Hakim dan al-Baihaqi).

Dalam hadits lain disebutkan, ketika Rosul sampai di rumah, beliau melakukan shalat dua rakaat (HR. Ibn Huzaimah dan Ibn Majah).

Pada saat silaturahmi, dalam riwayat Ahmad, dituturkan, bahwa telah menjadi kebiasaan para sahabat Rasulullah SAW jika mereka bertemu satu dengan yang lain dihari raya, mereka saling mendoakan seraya berkata, “Taqaballahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima seluruh amal kami dan kalian).”.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, kita mengetahui ada amalan utama di bulan ini yaitu puasa enam hari di bulan Syawal. Ulama mengatakan, ada beberapa manfaat melaksanakan puasa enam hari dibulan syawal tersebut.

Pertama: Puasa syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh. (HR. Muslim dari Abu Ayyub Al Anshori)

Hadits lain menyebutkan “Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, dari Tsauban)

Manfaat kedua: Puasa syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib

Inilah yang dialami setiap orang dalam puasa Ramadhan, pasti ada kekurangan yang mesti disempurnakan dengan amalan sunnah.

Manfaat ketiga: Melakukan puasa syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan

Jika Allah SWT menerima amalan seorang hamba, maka Allah akan menunjuki pada amalan sholih selanjutnya. Jika Allah menerima amalan puasa Ramadhan, maka Allah akan tunjuki untuk melakukan amalan sholih lainnya, di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal.

Manfaat keempat: Melakukan puasa syawal adalah sebagai bentuk syukur pada Allah

Manfaat kelima: Melaksanakan puasa syawal menandakan bahwa ibadahnya terus menerus dan bukan musiman saja.

Amalan yang seseorang lakukan di bulan Ramadhan tidaklah berhenti setelah Ramadhan berakhir. Amalan tersebut seharusnya berlangsung terus selama seorang hamba masih menarik nafas kehidupan.

Betapa besar yang dapat diperoleh dengan melakukan puasa enam hari dibulan syawal tersebut. Puasa Syawal tersebut dilakukan selama enam hari, lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fithri, boleh diakhirkan selama masih di bulan Syawal. Lebih utama dilakukan secara berurutan, boleh juga jika dilakukan tidak berurutan.

Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu bagi yang mempunyai hutang puasa, agar mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh. Dan ingatlah puasa Syawal adalah puasa sunnah sedangkan qodho’ Ramadhan adalah wajib. Sudah semestinya ibadah wajib lebih didahulukan daripada yang sunnah.

Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kita untuk istiqomah dalam ketaatan hingga akhir hayat. Semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadhan dan memudahkan kita untuk menyempurnakannya dengan melakukan puasa Syawal.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, Saat malam Idul Fitri, Rasulullah S.A.W dan para sahabat membaca Takbir, Tahmid dan Tahlil di Masjidil Haram. Saat sedang bertakbir, tiba- tiba Rasul keluar dari kelompok dan menepi kearah dinding. Kemudian Rasul mengangkat kedua tangannya (layaknya orang berdoa) saat itu Rasul mengatakan amin sampai tiga kali.

Setelah Rasulullah S.A.W mengusapkan kedua tangan diwajahnya (layaknya orang selesai berdoa) para sahabat mendekati dan bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang terjadi sehingga engkau mengangkat kedua belah tanganmu sambil mengatakan amin sampai tiga kali?” Jawab Rasul, “Tadi saya didatangi Jibril dan meminta saya mengaminkan doanya.”

“Apa gerangan doa yang dibacakan Jibril itu ya Rasulullah?” tanya sahabat. Kemudian Rasulullah S.A.W menjawab, “Kalau kalian ingin tahu inilah doa yang disampaikan Jibril dan saya mengaminkan”.

  1. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal ibadah kaum Muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia masih bersalah kepada orang tuanya dan belum dimaafkan?. Rasulullah S.A.W mengatakan Amin.
  2. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal ibadah kaum muslimin selama bulan Ramadhan apabila suami isteri masih berselisih dan belum saling memaafkan.? Rasulullah S.A.W mengatakan Amin.
  3. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal Ibadah kaum Muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia dengan tetangga dan kerabatnya masih berselisih dan belum saling Memaafkan.? Rasulullah S.A.W mengatakan Amin.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, Mengakhiri kuthbah ini, sebuah hasil penelitian yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran jika kita kaitkan dengan ibadah puasa yang telah kita lakukan ataupun yang akan kita lakukan.

Seorang peneliti, Walter Mischel, psikolog dari Yale University AS, membawa berkotak-kotak kue coklat ke sebuah kelas. Anak-anak ditawarkan untuk memakan coklat tersebut kapan pun mereka mau. Hanya saja, sang psikolog itu berjanji akan memberikan kue coklat lebih banyak jika mereka menunda keinginan memakannya dalam 30 menit ke depan.

Lantas, Mischel meninggalkan kelas. Mayoritas anak-anak langsung memakan coklat-nya, hanya beberapa yang menunda selama 30 menit, dan kemudian mereka yang mau menunda tersebut mendapatkan hadiah berupa tambahan coklat untuk dibawa pulang.

Penelitian ini jangka panjang. Selama 14 tahun, perkembangan anak-anak ini diteliti. Ketika usia dewasa, terdapat perbedaan signifikan dalam studi dan karier anak-anak yang memakan langsung dan menunda makan coklat-nya.

Mereka yang menunda, ujian tertulisnya lebih tinggi 210 poin dibandingkan yang memakan langsung. Selain itu, mereka yang mampu menunda kenikmatan lebih bersikap positif. Mereka lebih optimistis dalam hidup, toleran, luwes, mandiri, dan berkompetensi tinggi.

Jika percobaan 30 menit menunjukkan dampak luar biasa bagi manusia yang siap menunda kenikmatannya, bagaimana dampak metode latihan selama 30 hari mengharamkan yang jelas-jelas halal, sementara tanpa ada yang mengawasi pesertanya setiap saat. Tentu idealnya seperti janji Allah, akan terbentuk manusia-manusia yang bertaqwa.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, yang berbahagia, Semoga melalui tarbiyah bulan Ramadhan, kita semua kembali ke fitrah serta memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dengan demikian bisa mengembalikan potensi kita yang sebenarnya, baik untuk meraih sukses dunia maupun akhirat. Amin.

Sejenak kita merendahkan hati, menengadahkan tangan, memohon kepada Allah SWT yang Maha Memberi, Maha Kaya dan yang Maha Pengasih.

Ya Allah, kekalkan hidayahmu dalam hati ini, agar kami dapat menjadi hamba-Mu yang selalu ingat kepada-Mu dalam setiap saat.

Ya Allah, begitu banyak nikmat yang telah engkau berikan kepada kami hingga kami tak sanggup untuk menghitungnya, untuk itu jadikan kami sebagai hamba-Mu yang pandai bersyukur.

Ya Allah, terimalah puasa kami, zakat kami, sholat kami, sedekah kami, yang kami niatkan semata-mata mengharap ridho-Mu ya Allah.

Ya Allah, yang Maha Mencukupi, kami sadar, ibadah kami masih banyak kekurangan, untuk itu cukupkan kekurangan ibadah kami ya Allah.

Ya Allah, jadikan Idul Fitri ini sebagai awal dalam kami memperbaiki diri.

Bukakan hati kami, agar dapat mengikhlaskan kekhilafan orang-orang yang pernah menyakiti kami. Bukakan hati mereka yang pernah kami sakiti, agar ikhlas dalam memaafkan kami.

Ya Allah, curahkan hidayah-Mu di kampung kami ini, beri kami pemimpin yang amanah, pemimpin yang taqwa, agar tercipta ketaatan dalam masyarakat.

Saudara-saudara kaum muslimin jamaah sholat Id yang berbahagia, Mari kita luangkan waktu sejenak untuk manfaatkan kesempatan ini, kita saling bersalaman dan saling memaafkan, semoga Allah SWT menjadikan kesempatan ini sebagai sarana untuk menghapus dosa-dosa kita diantara sesama.

(Disampaikan saat kuthbah Idul Fitri oleh Febriyanto, di Masji Al Amin Rajabasa Lama II, Jumat 1 Syawal 1436 H – 17 Juli 2015)

Leave a comment

Ciee… Puasa. So What Gitu Loh..


Hikmah

Ibnu Mas’ud ra. merumuskan “Jika kalian mendengar atau membaca ayat Alquran yang diawali dengan seruan, hai orang-orang yang beriman, pastilah ada sebuah kebaikan yang Allah perintahkan, atau sebuah keburukan yang Allah larang.”

Puasaku

Syaikh Ahmad Musthafa Al-Maraghi dalam tafsirnya mengatakan, ada beberapa sisi puasa yang dapat mengantarkan manusia meraih gelar muttaqin:

  1. Puasa membiasakan seseorang Jujur dan Takut kepada Allah swt, karena orang yang sedang berpuasa tidak ada yang memantau dan melihat kecuali Allah swt.
  2. Puasa membiasakan keteraturan hidup. Makan, minum hanya pada waktu yang diperbolehkan.
  3. Adanya persamaan antara yang miskin dan kaya, antara penguasa dan biasa, tidak ada perbedaan.
  4. Puasa dapat menghancurkan sisa-sisa makanan yang mengendap dalam tubuh.

Pakar kesehatan menyatakan bahwa, ketika puasa, ibaratnya organ-organ pencernaan tersebut diservis dan dibersihkan, sehingga setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, insya Allah menjadi sehat baik secara jasmani maupun rohani sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

  1. Puasa membentuk manusia baru, sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa berpuasa dengan niat mencari pahala dari Allah swt, maka ia keluar dari bulan Ramadhan sebagaimana bayi yang baru lahir.”

Ada tiga sifat bayi yang bisa kita jadikan alat ukur, untuk menilai keberhasilan puasa kita dalam membentuk pribadi yang taqwa.

Pertama, bayi itu lemah, dan sangat tergantung pada pihak lain.

Kedua, bayi akan meminta hanya sesuai dengan kebutuhanya.

Ketiga, bayi jika dipandang akan menyenangkan yang melihat.

Puasanya

Leave a comment

Anjuran memperbanyak doa di bulan Ramadhan


Ramadhan-

Perintah shaum (puasa) Ramadhan dan hukum-hukumnya disebutkan oleh Allah secara berturut-turut di dalam Al-Qur’an, surat Al-Baqarah [2] ayat 183, 184, 185 dan 187. Di antara rangkaian ayat-ayat puasa Ramadhan tersebut terdapat sebuah ayat yang secara lahiriah tidak berbicara tentang puasa, yaitu:

“Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku menjawab orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah hamba-hamba-Ku memenuhi (perintah dan larangan)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka mendapatkan kebenaran.” (QS. Al-Baqarah [2]: 186)

Sepintas ayat di atas tidak memiliki kaitan dengan hukum-hukum puasa Ramadhan. Namun setidaknya dua isyarat keterkaitan ayat tersebut dengan puasa Ramadhan.

Pertama, ayat tersebut mengisyaratkan bahwa kondisi berpuasa Ramadhan merupakan kondisi seorang hamba sangat dekat, atau sedikitnya lebih dekat, dengan Allah. Hal itu karena seorang hamba yang berpuasa Ramadhan telah berusaha menjauhi setan dan hawa nafsunya demi melaksanakan perintah Allah semata.

Kedua, ayat tersebut menganjurkan kepada seorang hamba yang tengah mengerjakan puasa Ramadhan untuk memperbanyak doa kepada Allah. Kondisi hati yang khusyu’ dan suasana ketaatan kepada Allah akan membuat doa lebih berkwalitas, sehingga lebih besar peluangnya untuk dikabulkan Allah, karena lebih memenuhi syarat-syarat terkabulnya doa.

Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang berpuasa itu memiliki doa yang mustajab setiap kali datang waktu berbuka puasa.” Maka Abdullah bin Amru bin Ash saat berbuka puasa selalu mengajak istri dan anaknya, lalu berdoa. (HR. Abu Daud at-Thayalisi no. 2262)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga golongan yang doa mereka tidak akan ditolak; pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka puasa dan orang yang dizalimin…” (HR. Ahmad no. 8043, Tirmidzi no. 3598, Ibnu Majah no. 1752, Ibnu Hibban no. 7387 dan Abd bin Humaid no. 1420. Imam Tirmidzi berkata: Hadits ini hasan. Syaikh Syuaib al-Arnauth berkata: Hadits ini shahih dengan banyaknya jalan dan penguatnya).

Do’a yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah bahwasanya  dia berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana jika saya mendapatkan lailatul qadr maka apa yang aku katakan?” Beliau SAW bersabda: “Katakanlah: “Allahumma Innaka Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fuannii” (Ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampum, mencintai ampunan (maaf) maka ampunilah aku).” (HSR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

.Doa

Leave a comment

SIGNALING THEORY


Signaling berakar dalam gagasan informasi asimetris, yang mengatakan bahwa dalam beberapa transaksi ekonomi, ketidaksetaraan dalam akses ke informasi pasar normal untuk pertukaran barang dan jasa. Dalam artikelnya, seminalis Michael Spence, 1973, mengusulkan agar kedua pihak bisa mendapatkan sekitar masalah informasi asimetris dengan memiliki salah satu pihak mengirimkan sinyal yang akan mengungkapkan beberapa bagian informasi yang relevan kepada pihak lain.

Prinsip signaling ini mengajarkan bahwa setiap tindakan mengandung informasi. Hal ini disebabkan karena adanya asymetric information. Asymmetric information adalah kondisi dimana suatu pihak memiliki informasi yang lebih banyak daripada pihak lain. Misalnya, pihak manajemen perusahaan memiliki informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan pihak investor di pasar modal. Tingkat asymetric information ini bervariasi dari sangat tinggi ke sangat rendah (Suluh Pramastuti, 2007). Oleh sebab itu, faktor keadaan dan posisi perusahaan harus dimasukkan ke dalam tahapan berupa siklus hidup perusahaan, sehingga dengan lebih memahami posisi tahap siklus hidup perusahaan, pengguna laporan keuangan dapat menentukan informasi akuntansi yang selayaknya dipakai.

Menurut Wolk, et al. (2001) teori sinyal menjelaskan alasan perusahaan menyajikan informasi ke pasar modal. Teori sinyal menunjukkan adanya asimetri informasi antara manajemen perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan informasi tersebut. Teori sinyal mengemukakan tentang bagaimana seharusnya perusahaan memberikan sinyal-sinyal pada pengguna laporan keuangan.

Menurut Jama’an (2008) Signaling Theory mengemukakan tentang bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan pemilik. Sinyal dapat berupa promosi atau informasi lain yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik daripada perusahaan lain. Teori sinyal menjelaskan bahwa pemberian sinyal dilakukan oleh manajer untuk mengurangi asimetri informasi. Manajer memberikan informasi melalui laporan keuangan bahwa mereka menerapkan kebijakan akuntansi konservatisme yang menghasilkan laba yang lebih berkualitas karena prinsip ini mencegah perusahaan melakukan tindakan membesar-besarkan laba dan membantu pengguna laporan keuangan dengan menyajikan laba dan aktiva yang tidak overstate.

Teori Signal juga dapat membantu pihak perusahaan (agent), pemilik (prinsipal), dan pihak luar perusahaan mengurangi asimetri informasi dengan menghasilkan kualitas atau integritas informasi laporan keuangan. Untuk memastikan pihak-pihak yang berkepentingan meyakini keandalan informasi keuangan yang disampaikan pihak perusahaan (agent), perlu mendapatkan opini dari pihak lain yang bebas memberikan pendapat tentang laporan keuangan (Jama’an, 2008).

Sumber:

http://ekonomi.kabo.biz/2011/07/teori-sinyal.html

http://globallavebookx.blogspot.com/2014/07/pengertian-signaling-theory.html

Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 280 other followers