Makna Idul Fitri dan Puasa Syawal


Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah Sholat Id yang berbahagia. Kembali puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan kepada kita. Semoga, dengan selalu bersyukur dapat menguatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dalam menjalani kehidupan. Ketaqwaan, membuat kita bisa keluar dari berbagai persoalan hidup dan mengangkat derajat kita menjadi mulia di hadapan Allah SWT. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan para penerusnya hingga akhir nanti.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Maha Kuasa Allah, yang mengijinkan kita, berkumpul di Masjid ini, untuk mendirikan sholat dan merayakan Idul Fitri. Perayaan ini harus didasari dengan rasa syukur, karena telah menerima nikmat hidayah dari Allah SWT sehingga mampu melaksanakan ibadah puasa dibulan Ramadhan, semoga ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain yang telah kita lakukan diterima Allah SWT.

“Dari Abu Hurairah ra. Nabi SAW bersabda: Barang­siapa berpua­sa di bulan Ra­madan dengan iman dan mengha­rap ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu“. (HR. Bukhari & Muslim)

Diakhir Ramadhan, sebagai penyempurna ibadah puasa, Allah SWT telah memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fitrah hingga sebelum dilaksanakan shalat Idul Fitri. Nabi SAW bersabda: “Amal ibadah puasa tergantung diantara langit dan bumi dan tidaklah sampai kecuali dengan zakat fitrah”. (HR. Ibnu Syahim)

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, Saat ini senyum kebahagiaan terukir diwajah setiap muslim, sambil berdoa dan berharap semoga akan kembali bertemu Ramadhan ditahun depan.

Berakhirnya Ramadhan, datangnya Idul fitri, adalah tahapan yang sudah Allah SWT tetapkan. Maka, dengan mengingat saudara kita yang kekurangan, hendaknya dalam merayakan Idul Fitri tidak berlebih-lebihan, kita jauhkan dari pemborosan, penghamburan waktu dan harta benda yang tidak bermanfaat.

Allah SWT mengingatkan dalam Al Quran,

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan, dan syetan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya. (QS Al Isra’:26-27).

 

Dalam ayat lain, Allah berfirman, yang artinya

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS Al An’am:31).

Tidak sedikit saudara kita muslim, ketika ‘Idul Fitri harus tampil dengan serba “wah”, baik dari sisi pakaian, rumah, kendaraan dan hidangan makanan, dengan segala kemewahan yang tak jarang terkesan diada-adakan dan dipaksakan. Akhirnya yang terjadi adalah sikap saling berlomba-lomba untuk menunjukkan sesuatu yang membuat orang lain kagum.

Apa yang dilakukan umat Islam tersebut tidak sepenuhnya salah, tapi nilai-nilai dan tujuan pokok dari hari ‘Idul Fitri tidak bisa tercapai. Sebenarnya, yang berhak mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan dihari yang fitri adalah perubahan perilaku dari yang jelek menjadi baik, perilaku baik menjadi lebih baik. Rasul bersabda, “Bahwa hari raya ‘idul fitri bukanlah untuk mereka yang berpakaian serba baru dan mewah, tapi idul fitri itu bagi mereka yang ketaatan dan kepatuhannya semakin meningkat”.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, Agar tidak menjadi sekedar kebiasaan tahunan, perayaan Idul Fitri mesti mengikuti yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW.

Nabi SAW setelah sholat Id, beliau ketika kembali ke rumah dengan melintasi jalan yang berbeda dengan jalan yang baginda lalui saat berangkat (Hr. Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Ibn Majah, al-Hakim dan al-Baihaqi).

Dalam hadits lain disebutkan, ketika Rosul sampai di rumah, beliau melakukan shalat dua rakaat (HR. Ibn Huzaimah dan Ibn Majah).

Pada saat silaturahmi, dalam riwayat Ahmad, dituturkan, bahwa telah menjadi kebiasaan para sahabat Rasulullah SAW jika mereka bertemu satu dengan yang lain dihari raya, mereka saling mendoakan seraya berkata, “Taqaballahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima seluruh amal kami dan kalian).”.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, kita mengetahui ada amalan utama di bulan ini yaitu puasa enam hari di bulan Syawal. Ulama mengatakan, ada beberapa manfaat melaksanakan puasa enam hari dibulan syawal tersebut.

Pertama: Puasa syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh. (HR. Muslim dari Abu Ayyub Al Anshori)

Hadits lain menyebutkan “Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, dari Tsauban)

Manfaat kedua: Puasa syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib

Inilah yang dialami setiap orang dalam puasa Ramadhan, pasti ada kekurangan yang mesti disempurnakan dengan amalan sunnah.

Manfaat ketiga: Melakukan puasa syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan

Jika Allah SWT menerima amalan seorang hamba, maka Allah akan menunjuki pada amalan sholih selanjutnya. Jika Allah menerima amalan puasa Ramadhan, maka Allah akan tunjuki untuk melakukan amalan sholih lainnya, di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal.

Manfaat keempat: Melakukan puasa syawal adalah sebagai bentuk syukur pada Allah

Manfaat kelima: Melaksanakan puasa syawal menandakan bahwa ibadahnya terus menerus dan bukan musiman saja.

Amalan yang seseorang lakukan di bulan Ramadhan tidaklah berhenti setelah Ramadhan berakhir. Amalan tersebut seharusnya berlangsung terus selama seorang hamba masih menarik nafas kehidupan.

Betapa besar yang dapat diperoleh dengan melakukan puasa enam hari dibulan syawal tersebut. Puasa Syawal tersebut dilakukan selama enam hari, lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fithri, boleh diakhirkan selama masih di bulan Syawal. Lebih utama dilakukan secara berurutan, boleh juga jika dilakukan tidak berurutan.

Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu bagi yang mempunyai hutang puasa, agar mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh. Dan ingatlah puasa Syawal adalah puasa sunnah sedangkan qodho’ Ramadhan adalah wajib. Sudah semestinya ibadah wajib lebih didahulukan daripada yang sunnah.

Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kita untuk istiqomah dalam ketaatan hingga akhir hayat. Semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadhan dan memudahkan kita untuk menyempurnakannya dengan melakukan puasa Syawal.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, Saat malam Idul Fitri, Rasulullah S.A.W dan para sahabat membaca Takbir, Tahmid dan Tahlil di Masjidil Haram. Saat sedang bertakbir, tiba- tiba Rasul keluar dari kelompok dan menepi kearah dinding. Kemudian Rasul mengangkat kedua tangannya (layaknya orang berdoa) saat itu Rasul mengatakan amin sampai tiga kali.

Setelah Rasulullah S.A.W mengusapkan kedua tangan diwajahnya (layaknya orang selesai berdoa) para sahabat mendekati dan bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang terjadi sehingga engkau mengangkat kedua belah tanganmu sambil mengatakan amin sampai tiga kali?” Jawab Rasul, “Tadi saya didatangi Jibril dan meminta saya mengaminkan doanya.”

“Apa gerangan doa yang dibacakan Jibril itu ya Rasulullah?” tanya sahabat. Kemudian Rasulullah S.A.W menjawab, “Kalau kalian ingin tahu inilah doa yang disampaikan Jibril dan saya mengaminkan”.

  1. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal ibadah kaum Muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia masih bersalah kepada orang tuanya dan belum dimaafkan?. Rasulullah S.A.W mengatakan Amin.
  2. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal ibadah kaum muslimin selama bulan Ramadhan apabila suami isteri masih berselisih dan belum saling memaafkan.? Rasulullah S.A.W mengatakan Amin.
  3. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal Ibadah kaum Muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia dengan tetangga dan kerabatnya masih berselisih dan belum saling Memaafkan.? Rasulullah S.A.W mengatakan Amin.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, jamaah sholat Id yang berbahagia, Mengakhiri kuthbah ini, sebuah hasil penelitian yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran jika kita kaitkan dengan ibadah puasa yang telah kita lakukan ataupun yang akan kita lakukan.

Seorang peneliti, Walter Mischel, psikolog dari Yale University AS, membawa berkotak-kotak kue coklat ke sebuah kelas. Anak-anak ditawarkan untuk memakan coklat tersebut kapan pun mereka mau. Hanya saja, sang psikolog itu berjanji akan memberikan kue coklat lebih banyak jika mereka menunda keinginan memakannya dalam 30 menit ke depan.

Lantas, Mischel meninggalkan kelas. Mayoritas anak-anak langsung memakan coklat-nya, hanya beberapa yang menunda selama 30 menit, dan kemudian mereka yang mau menunda tersebut mendapatkan hadiah berupa tambahan coklat untuk dibawa pulang.

Penelitian ini jangka panjang. Selama 14 tahun, perkembangan anak-anak ini diteliti. Ketika usia dewasa, terdapat perbedaan signifikan dalam studi dan karier anak-anak yang memakan langsung dan menunda makan coklat-nya.

Mereka yang menunda, ujian tertulisnya lebih tinggi 210 poin dibandingkan yang memakan langsung. Selain itu, mereka yang mampu menunda kenikmatan lebih bersikap positif. Mereka lebih optimistis dalam hidup, toleran, luwes, mandiri, dan berkompetensi tinggi.

Jika percobaan 30 menit menunjukkan dampak luar biasa bagi manusia yang siap menunda kenikmatannya, bagaimana dampak metode latihan selama 30 hari mengharamkan yang jelas-jelas halal, sementara tanpa ada yang mengawasi pesertanya setiap saat. Tentu idealnya seperti janji Allah, akan terbentuk manusia-manusia yang bertaqwa.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Hadirin, yang berbahagia, Semoga melalui tarbiyah bulan Ramadhan, kita semua kembali ke fitrah serta memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dengan demikian bisa mengembalikan potensi kita yang sebenarnya, baik untuk meraih sukses dunia maupun akhirat. Amin.

Sejenak kita merendahkan hati, menengadahkan tangan, memohon kepada Allah SWT yang Maha Memberi, Maha Kaya dan yang Maha Pengasih.

Ya Allah, kekalkan hidayahmu dalam hati ini, agar kami dapat menjadi hamba-Mu yang selalu ingat kepada-Mu dalam setiap saat.

Ya Allah, begitu banyak nikmat yang telah engkau berikan kepada kami hingga kami tak sanggup untuk menghitungnya, untuk itu jadikan kami sebagai hamba-Mu yang pandai bersyukur.

Ya Allah, terimalah puasa kami, zakat kami, sholat kami, sedekah kami, yang kami niatkan semata-mata mengharap ridho-Mu ya Allah.

Ya Allah, yang Maha Mencukupi, kami sadar, ibadah kami masih banyak kekurangan, untuk itu cukupkan kekurangan ibadah kami ya Allah.

Ya Allah, jadikan Idul Fitri ini sebagai awal dalam kami memperbaiki diri.

Bukakan hati kami, agar dapat mengikhlaskan kekhilafan orang-orang yang pernah menyakiti kami. Bukakan hati mereka yang pernah kami sakiti, agar ikhlas dalam memaafkan kami.

Ya Allah, curahkan hidayah-Mu di kampung kami ini, beri kami pemimpin yang amanah, pemimpin yang taqwa, agar tercipta ketaatan dalam masyarakat.

Saudara-saudara kaum muslimin jamaah sholat Id yang berbahagia, Mari kita luangkan waktu sejenak untuk manfaatkan kesempatan ini, kita saling bersalaman dan saling memaafkan, semoga Allah SWT menjadikan kesempatan ini sebagai sarana untuk menghapus dosa-dosa kita diantara sesama.

(Disampaikan saat kuthbah Idul Fitri oleh Febriyanto, di Masji Al Amin Rajabasa Lama II, Jumat 1 Syawal 1436 H – 17 Juli 2015)

Leave a comment

Ciee… Puasa. So What Gitu Loh..


Hikmah

Ibnu Mas’ud ra. merumuskan “Jika kalian mendengar atau membaca ayat Alquran yang diawali dengan seruan, hai orang-orang yang beriman, pastilah ada sebuah kebaikan yang Allah perintahkan, atau sebuah keburukan yang Allah larang.”

Puasaku

Syaikh Ahmad Musthafa Al-Maraghi dalam tafsirnya mengatakan, ada beberapa sisi puasa yang dapat mengantarkan manusia meraih gelar muttaqin:

  1. Puasa membiasakan seseorang Jujur dan Takut kepada Allah swt, karena orang yang sedang berpuasa tidak ada yang memantau dan melihat kecuali Allah swt.
  2. Puasa membiasakan keteraturan hidup. Makan, minum hanya pada waktu yang diperbolehkan.
  3. Adanya persamaan antara yang miskin dan kaya, antara penguasa dan biasa, tidak ada perbedaan.
  4. Puasa dapat menghancurkan sisa-sisa makanan yang mengendap dalam tubuh.

Pakar kesehatan menyatakan bahwa, ketika puasa, ibaratnya organ-organ pencernaan tersebut diservis dan dibersihkan, sehingga setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, insya Allah menjadi sehat baik secara jasmani maupun rohani sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

  1. Puasa membentuk manusia baru, sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa berpuasa dengan niat mencari pahala dari Allah swt, maka ia keluar dari bulan Ramadhan sebagaimana bayi yang baru lahir.”

Ada tiga sifat bayi yang bisa kita jadikan alat ukur, untuk menilai keberhasilan puasa kita dalam membentuk pribadi yang taqwa.

Pertama, bayi itu lemah, dan sangat tergantung pada pihak lain.

Kedua, bayi akan meminta hanya sesuai dengan kebutuhanya.

Ketiga, bayi jika dipandang akan menyenangkan yang melihat.

Puasanya

Leave a comment

Anjuran memperbanyak doa di bulan Ramadhan


Ramadhan-

Perintah shaum (puasa) Ramadhan dan hukum-hukumnya disebutkan oleh Allah secara berturut-turut di dalam Al-Qur’an, surat Al-Baqarah [2] ayat 183, 184, 185 dan 187. Di antara rangkaian ayat-ayat puasa Ramadhan tersebut terdapat sebuah ayat yang secara lahiriah tidak berbicara tentang puasa, yaitu:

“Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku menjawab orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah hamba-hamba-Ku memenuhi (perintah dan larangan)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka mendapatkan kebenaran.” (QS. Al-Baqarah [2]: 186)

Sepintas ayat di atas tidak memiliki kaitan dengan hukum-hukum puasa Ramadhan. Namun setidaknya dua isyarat keterkaitan ayat tersebut dengan puasa Ramadhan.

Pertama, ayat tersebut mengisyaratkan bahwa kondisi berpuasa Ramadhan merupakan kondisi seorang hamba sangat dekat, atau sedikitnya lebih dekat, dengan Allah. Hal itu karena seorang hamba yang berpuasa Ramadhan telah berusaha menjauhi setan dan hawa nafsunya demi melaksanakan perintah Allah semata.

Kedua, ayat tersebut menganjurkan kepada seorang hamba yang tengah mengerjakan puasa Ramadhan untuk memperbanyak doa kepada Allah. Kondisi hati yang khusyu’ dan suasana ketaatan kepada Allah akan membuat doa lebih berkwalitas, sehingga lebih besar peluangnya untuk dikabulkan Allah, karena lebih memenuhi syarat-syarat terkabulnya doa.

Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang berpuasa itu memiliki doa yang mustajab setiap kali datang waktu berbuka puasa.” Maka Abdullah bin Amru bin Ash saat berbuka puasa selalu mengajak istri dan anaknya, lalu berdoa. (HR. Abu Daud at-Thayalisi no. 2262)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga golongan yang doa mereka tidak akan ditolak; pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka puasa dan orang yang dizalimin…” (HR. Ahmad no. 8043, Tirmidzi no. 3598, Ibnu Majah no. 1752, Ibnu Hibban no. 7387 dan Abd bin Humaid no. 1420. Imam Tirmidzi berkata: Hadits ini hasan. Syaikh Syuaib al-Arnauth berkata: Hadits ini shahih dengan banyaknya jalan dan penguatnya).

Do’a yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah bahwasanya  dia berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana jika saya mendapatkan lailatul qadr maka apa yang aku katakan?” Beliau SAW bersabda: “Katakanlah: “Allahumma Innaka Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fuannii” (Ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampum, mencintai ampunan (maaf) maka ampunilah aku).” (HSR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

.Doa

Leave a comment

SIGNALING THEORY


Signaling berakar dalam gagasan informasi asimetris, yang mengatakan bahwa dalam beberapa transaksi ekonomi, ketidaksetaraan dalam akses ke informasi pasar normal untuk pertukaran barang dan jasa. Dalam artikelnya, seminalis Michael Spence, 1973, mengusulkan agar kedua pihak bisa mendapatkan sekitar masalah informasi asimetris dengan memiliki salah satu pihak mengirimkan sinyal yang akan mengungkapkan beberapa bagian informasi yang relevan kepada pihak lain.

Prinsip signaling ini mengajarkan bahwa setiap tindakan mengandung informasi. Hal ini disebabkan karena adanya asymetric information. Asymmetric information adalah kondisi dimana suatu pihak memiliki informasi yang lebih banyak daripada pihak lain. Misalnya, pihak manajemen perusahaan memiliki informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan pihak investor di pasar modal. Tingkat asymetric information ini bervariasi dari sangat tinggi ke sangat rendah (Suluh Pramastuti, 2007). Oleh sebab itu, faktor keadaan dan posisi perusahaan harus dimasukkan ke dalam tahapan berupa siklus hidup perusahaan, sehingga dengan lebih memahami posisi tahap siklus hidup perusahaan, pengguna laporan keuangan dapat menentukan informasi akuntansi yang selayaknya dipakai.

Menurut Wolk, et al. (2001) teori sinyal menjelaskan alasan perusahaan menyajikan informasi ke pasar modal. Teori sinyal menunjukkan adanya asimetri informasi antara manajemen perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan informasi tersebut. Teori sinyal mengemukakan tentang bagaimana seharusnya perusahaan memberikan sinyal-sinyal pada pengguna laporan keuangan.

Menurut Jama’an (2008) Signaling Theory mengemukakan tentang bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan pemilik. Sinyal dapat berupa promosi atau informasi lain yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik daripada perusahaan lain. Teori sinyal menjelaskan bahwa pemberian sinyal dilakukan oleh manajer untuk mengurangi asimetri informasi. Manajer memberikan informasi melalui laporan keuangan bahwa mereka menerapkan kebijakan akuntansi konservatisme yang menghasilkan laba yang lebih berkualitas karena prinsip ini mencegah perusahaan melakukan tindakan membesar-besarkan laba dan membantu pengguna laporan keuangan dengan menyajikan laba dan aktiva yang tidak overstate.

Teori Signal juga dapat membantu pihak perusahaan (agent), pemilik (prinsipal), dan pihak luar perusahaan mengurangi asimetri informasi dengan menghasilkan kualitas atau integritas informasi laporan keuangan. Untuk memastikan pihak-pihak yang berkepentingan meyakini keandalan informasi keuangan yang disampaikan pihak perusahaan (agent), perlu mendapatkan opini dari pihak lain yang bebas memberikan pendapat tentang laporan keuangan (Jama’an, 2008).

Sumber:

http://ekonomi.kabo.biz/2011/07/teori-sinyal.html

http://globallavebookx.blogspot.com/2014/07/pengertian-signaling-theory.html

Leave a comment

AGENCY THEORY


Teori keagenan (agency theory) dikembangkan di tahun 1970-an terutama pada tulisan Jensen dan Meckling (1976) pada tulisan yang berjudul “Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs, and ownership structure”. Konsep-konsep teori keagenan di latarbelakangi oleh berbagai teori sebelumnya seperti teori konsep biaya transaksi (Coase, 1937), teori property right (Berle dan Means,  1932), dan filsafat utilitarisme (Ross, 1973). Teori keagenan dibangun sebagai upaya untuk memecahkan memahami dan memecahkan masalah yang muncul manakala ada ketidaklengkapan informasi pada saat melakukan kontrak (perikatan).

Teori keagenan berkaitan dengan penyelesaikan dua masalah yang dapat terjadi dalam hubungan keagenan. Yang pertama adalah masalah keagenan yang muncul ketika (a) keinginan atau tujuan dari prinsipal dan konflik agen dan (b) sulit atau mahal untuk prinsipal untuk memverifikasi apa yang agen yang kakukan. Masalahnya di sini adalah bahwa prinsipal tidak dapat memverifikasi bahwa agen telah berperilaku tepat. Yang kedua adalah masalah pembagian risiko yang muncul ketika prinsipal dan agen memiliki sikap yang berbeda terhadap risiko. Masalahnya di sini adalah bahwa prinsip dan agen dapat memilih tindakan yang berbeda karena preferensi risiko yang berbeda.

Konsep teori agensi didasarkan pada permasalahan agensi yang muncul ketika pengurusan suatu perusahaan terpisah dari kepemilikannya.

Masalah keagenan yang timbul pada saat :

  • Keinginan/tujuan dari prinsipal dan agen berlawanan
  • Merupakan hal yang sulit/mahal bagi prinsipal untuk melakukan verifikasi tentang yang telah benar-benar dilakukan.

Masalah pembagian resiko yang timbul pada saat memiliki sikap yang berbeda terhadap resiko.

Problem keagenan antara pemegang saham (pemilik perusahaan) dg manajer potensial terjadi bila manajemen tidak memiliki saham mayoritas perusahaan.

Pemegang saham tentu menginginkan manajer bekerja dg tujuan memaksimumkan pemegang saham.

Sebaliknya manajer perusahaan bisa saja bertindak tidak untul memakmurkan kemakmuran pemegang saham, tetap memaksimumkan kemakmuran mereka sendiri.

Terjadilah Conflict of Interest. untuk menyakinkan bahwa manajer bekerja sungguh-sungguh untuk kepentingan pemegang saham, pemegang saham harus mengeluarkan biaya yg disebut Agency Cost yg meliputi

  • Pengeluaran untuk memonitor kegiatan manajer,
  • Pengeluaran membuat suatu struktur organisasi yg meminimalkan tindakan manajer yg tdk diinginkan, serta opportunity cost yg timbul akibat kondisi dimana manajer tdk dpt segera mengambil keputusan tanpa persetujuan pemegang saham.

Pengawasan secara total terhadap kegiatan para manajer akan memecahkan masalah keagenan, tetapi dibutuhkan biaya yg mahal Dan kurang efisien.

Selain itu, agency problem antara pemegang saham dg manajemen perusahaan dapat terjadi karena :

– Kekhawatiran untuk di-PHK krn kinerja yg dinilai krg memuaskan

– Ketakutan mengalami kondisi dimana perusahaan diambil alih scr paksa oleh pihak lain.

Agency problem jg muncul antara kreditor, misal pemegang saham perusahaan dg pemegang saham (stockholder) yg diwakili manajemen perusahaan. jika :

– Manajemen mengambil proyek yg risikonya lebih besar daripada perkiraan oleh kreditor

– Perusahaan meningkatkan jumlah hutang sehingga mencapai tingkatan yg lebih tinggi daripada yg diperkirakan kreditor.

Kedua tindakan diatas akan meningkatkan risiko finansial perusahaan, selanjutnya akan menurunkan nilai pasar uang/obligasi perusahaan yg belum jatuh tempo.

– Agency problem antara pemegang saham dengan manajemen perusahaan dapat diantisipasi dengan.

  • Monitoring : Pengawasan tindakan dan kebijakan, dalam bentuk:
  • Dewan komisaris yang independen dari pihak manajemen
  • Pasar Corporate control (Internal & Eksternal)
  • Institusi keuangan.
  • Pembatasan (bonding) : Pengendalian tindakan dan kebijakan
  • Jensen dengan memperkecil jumlah free cash flows sehingga peluang manajer dalam memperkaya diri semakin terbatas.
  • Peningkatan kepemilikan manajer, tetapi tetap dalam batasan.

Kompensasi diberikan kepada manajer agar manajer dapat melaksakan apa yang diharap oleh pemilik.

Kompesasi diberikan akan meningkatkan nilai perusahaan, jika perusahan sudah go public maka nilai saham akan meningkat.

Bentuk kompensasi yang diberikan kepada manajer adalah gaji pokok, insentif, fee, kepemilikan dalam bentuk saham.

Research Area : Economic / Finance / Strategic Management

Referensi Utama :

Eisenhardt, K. M. (1985). Control: Organizational and economic approaches. Management Science (Pre-1986), 31(2), 134.

Eisenhardt, M, K. (1989). Agency theory: An assessment and review. Academy of Management Review, 14(1), 57).

Jensen, M., and Meckling, W. 1976. Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs, and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3: 305-360.

Leave a comment

CIRI PROFESIONAL, TERAPKAN MANAJEMEN KERJA SKALA PRIORITAS


Prioritas,

Tumpukan pekerjaan terkadang datang bersamaan, akhirnya harus difikirkan dan diputuskan mana yang harus didahulukan. Apalagi deadline atau batas waktu pengerjaannya berdekatan.

Mengatur prioritas kerja adalah jenis keterampilan yang harus dimiliki oleh pekerja profesional. Keahlian ini harus dimiliki oleh pekerja yang berada di semua level dari staf, manajer sampai ke direktur atau pimpinan sekalipun.

Hambatan yang pasti dihadapi apabila prioritas tidak diterapkan di dunia kerja, pekerjaan mungkin menjadi terasa berat, karena banyak yang harus diselesaikan. Konsentrasi semakin tidak fokus, tak satupun pekerjaan selesai dengan baik. Masalah lain muncul, berkisar dari kurang percaya diri akibat pekerjaan yang kurang memuaskan. Bahkan akumulasinya bisa menyebabkan stres dan performa menjadi semakin tidak produktif.

Produktifitas dan profesionalisme pelam pekerjaan bisa terwujud, jika bisa membagi waktu dan memprioritaskan pekerjaannya. Yakin dengan kemampuan diri sendiri, dan berani mencoba hal atau tantangan baru. Fokus bekerja akan membuat kita menjadi lebih produktif serta dapat mengurangi beban stress. Kemudian manajemen waktu membuat karyawan akan bisa bekerja dengan lebih efektif.

Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia skala prioritas tercantum dalam penjaminan mutu perusahaan seperti ISO atau standar operasional perusahaan.

Berikut ini tips langkah untuk mendapatkan prioritas:

Pertama – Tuliskan seluruh kegiatan dan tugas-tugas pada hari ini

Buat daftar yang ingin dilakukan pada hari ini, bersama dengan batas waktu yang dimiliki. Jangan hanya mengandalkan ingatan – tulis di atas kertas

Kedua – Berikan nilai “pengaruh” untuk setiap tugas atau kegiatan yang ditulis diatas

Gunakanlah skala 1 sampai 10, dimana nilai 1 artinya kegiatan / tugas tersebut “ tidak penting “, dan 10 artinya “sangat penting”

Ketiga – Kelompokan menurut urutan “kepentingannya”

Tentukanlah prioritas “ A “ untuk tugas-tugas dengan nilai di atas 7 ; prioritas “ B “ untuk nilai – nilai antara 4 sampai 6 ; dan prioritas “ C “ untuk nilai di bawah 3.

Prioritas..

Manajemen waktu berdasarkan skala prioritas, pelaksanaan pekerjaan didahulukan berdasarkan skala prioritas. Skala prioritas mendahulukan pekerjaan yang penting dan mendesak, dilanjutkan dengan pekerjaan penting dan tidak mendesak, kemudian pekerjaan yang mendesak meski belum terlalu penting, dan terakhir adalah pekerjaan yang tidak penting dan tidak mendesak.

  1. Mendesak dan Penting: Tipe pekerjaan penting dan mendesak harus di utamakan penyelesaiannya lebih dahulu. Tugas tersebut tidak dapat ditunda-tunda lagi. Kegiatan yang termasuk dalam kelompok ini merupakan hal penting dan harus dilakukan, tidak bisa ditunda pada lain waktu.
  1. Penting:Tipe pekerjaan dengan prioritas ini harus disikapi dengan menjadwalkan pekerjaan dengan cermat. Jangan sampai pekerjaan penting diabaikan sehingga pekerjaan ini menjadi pekerjaan mendesak dan penting. Sebaiknya gunakan waktu produktif untuk menyelesaikan pekerjaan ini.
  1. Mendesak dan Tidak Penting: Pekerjaan ini terkadang datang dari orang di luar lingkungan kerja. Hal ini bisa saja mengganggu waktu produktif bekerja.

Kegiatan-kegiatan dalam kelompok ini merupakan kegiatan tidak penting namun terpaksa harus dilakukan. Seperti contoh menerima tamu, menemani teman, dan lain sebagainya. Umumnya pekerjaan ini tanpa direncanakan dan sulit dihindari.

Kebiasaan bekerja pada kelompok seperti ini akan membuat seseorang menjadi kurang disiplin, prestasi rendah, tidak memiliki tujuan jelas dalam pekerjaan, karena selalu berusaha menyenangkan orang lain.

  1. Tidak Mendesak dan Tidak Penting: Kegiatan dalam kelompok ini merupakan kegiatan yang dilakukan secara berlebihan dan berakibat tingkat kepentingannya rendah.

Diskusikan pendapat (sebagai penerima tugas) dengan atasan (si pemberi tugas) dan mintalah saran-saran mengenai prioritas waktu yang telah disusun. Tujuannya: Supaya kedua belah pihak memiliki prioritas kerja yang sama pada hari itu.

Prioritas

Sumber:

 

Leave a comment

Super Leader & Manajer


Gaya Kepemimpinan Nabi Muhammad saw. yang patut untuk diteladani, yaitu:

1) Kepribadian yang Tangguh

Nabi Muhammad saw. adalah sosok yang sangat kuat baik pada masa kecilnya, dewasanya bahkan sampai wafatnya menunjukkan sikap yang sangat kuat teguh pendirian (istiqamah). Sejak pertamanya beliau tidak terpengaruh oleh kondisi negatif masyarakat di sekitar. Kepribadian itulah yang menjadi dasar atau landasan yang kokoh bagi seorang pemimpin, karena hal itu bermakna juga sebagai seseorang yang memiliki prinsip hidup yang kuat.
2) Kepribadian dan Akhlak Terpuji.
Pribadi Nabi Muhammad disebut sifat wajib Rasul meliputi shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah. Namun Rasul sebagai manusia pasti memiliki sifat jaiz, yakni sifat-sifat kemanusiaan yang tidak menurunkan derajat atau martabat beliau sebagai utusan Allah. Dalam sifat jaiz ini Rasul tidak dapat menghindar dari ujian dan cobaan Allah SWT. seperti rasa sedih, sabar, dan tabah.
3) Kepribadian yang Sederhana.
Beliau mengajarkan pada umatnya untuk hidup sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Ini bukan berarti beliau mengerjakan kemiskinan pada manusia, tetapi beliau menyuruh umat Islam untuk selalu tampil sederhana dengan melakukan sedekah pada orang lain dan saling membantu. Sikap hidup sederhana Nabi Muhammad saw. beliau tunjukkan dalam hidup sehari-harinya. Entah dalam keadaan damai ataupun perang di antara para pengikutnya atau di antara orang-orang kafir dan musuh-musuhnya, Nabi Muhammad saw. Selalu menjadi teladan. Beliau memperlakukan orang dengan penuh kesopanan dalam semua kesempatan. Setelah memperoleh kemenangan beliau lebih sederhana, peramah dan pemurah hati, bahkan memberikan maaf dan pengampunan pada musuh-musuhnya.
Kepemimpinan Nabi Muhammad saw. berjalan di atas nilai-nilai Islam yang berhasil menanamkan keimanan, ketakwaan, kesetiaan dan semangat juang untuk membela kebenaran dan mempertahankan hak selain beroleh bantuan Allah SWT.
Ada beberapa kunci yang dapat diteladani oleh umatnya, yaitu:
1) Akhlak yang terpuji tanpa cela
2) Karakter yang tahan uji, tangguh, ulet, sederhana, dan bersemangat baja.
3) Sistem dakwah yang menggunakan metode imbauan yang diwarnai dengan hikmah kebijaksanaan.
4) Tujuan perjuangan yang jelas menuju ke arah menegakkan keadilan dan kebenaran serta menghancurkan yang batil, tanpa pamrih kepada harta, kekuasaan dan kemuliaan duniawi.
5) Prinsip persamaan.
6) Prinsip kebersamaan.
7) Mendahulukan kepentingan dan keselamatan pengikut.
8)memberikan kebebasan berkreasi dan berpendapat serta pendelegasian wewenang
9) Tipe kepemimpinan karismatis dan demokratis.
Keberhasilan Nabi Muhammad saw. dalam memimpin umat dikarenakan tingkah laku beliau yang selalu berdasarkan Al-Quran dan ditunjang beberapa sifat yang melekat padanya. Adapun sifat utama yang melekat pada diri pribadinya yaitu:
1) Kehormatan kelahirannya.
2) Bentuk dan potongan tubuh yang sempurna.
3) Perkataan yang fasih dan lancar.
4) Kecerdasan akal yang sempurna.
5) Ketabahan dan keberanian.
6) Tidak terpengaruh oleh duniawi.
7) Hormat dan respek terhadap dirinya.
Referensi:
Hadari Nawawi, Kepemimpinan Menurut Islam, (Yogyakarta: Gajahmada University press, 1993).

Abdul Wahid Khan, Rasulullah di Mata Sarjana Barat, (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2002).

Nourouzzaman Shiddiqi, Jeram-jeram Peradaban Muslim, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996).

Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 280 other followers