Bela Al Quran


index

ALLOH Swt. berfirman, “Dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair, sedikit sekali kamu beriman kepadanya. Dan bukan pula perkataan tukang tenung, sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.” (QS. Al Haaqoh [69] : 41-43)

Al Quran adalah firman Alloh Swt., oleh karena itu setiap orang yang beriman kepada Alloh dan kitab-Nya akan sangat tersinggung dan terluka hatinya manakala Al Quran dilecehkan. Dan, menjadi hal yang sangat wajar jikalau umat Islam bereaksi seperti kejadian tempo hari.

Bagi kita umat Islam, kegiatan beberapa waktu yang lalu hanyalah salah satu cara saja dari sekian banyak cara kita membela Al Quran. Karena ternyata dari kejadian tersebut ada hikmah yang sangat besar bagi kita yaitu semakin banyak di antara kita yang membuka Al Quran hingga terjemah bahkan hingga tafsirnya. Semakin banyak diskusi kita mengenai ayat Al Quran dan nilai yang terkandung didalamnya. Maasyaa Alloh!

Sehingga saudaraku, ada hal yang jauh lebih besar yang penting sekali kita perbuat setelah kejadian kemarin, yaitu bagaimana kita umat Islam benar-benar mencintai kitab sucinya, membacanya, memahaminya, menghafalkannya, mengamalkannya dan mengajarkannya. Jangan sampai ada orang yang berbeda akidahnya dengan kita akan tetapi leluasa saja berbicara mengenai Al Quran, sedangkan kita bingung harus memberi respon seperti apa. Jangan sampai ada orang yang akidahnya di luar kita lebih fasih mengomentari Al Quran, sedangkan kita membacanya saja jarang apalagi memahaminya dan mengamalkannya.

Mari kita bertekad untuk tidak hanya fokus pada penista Al Quran saja, tidak hanya fokus pada sisi emosional dan rasa tersinggung saja. Akan tetapi mari kita lebih fokus pada perbaikan diri kita. Boleh jadi masih banyak dari umat ini yang masih buta Al Quran, belum bisa membacanya apalagi memahaminya. Mari kita jadikan momentum kemarin sebagai momentum kita kembali kepada Al Quran, lebih mencintainya dengan mengakrabi, memahami, dan mengamalkan Al Quran. Demikianlah pembelaan yang sejati terhadap Al Quran. []

Sumber: https://www.facebook.com/KH.Abdullah.Gymnastiar/?hc_ref=NEWSFEED&fref=nf

Leave a comment

Bela ISLAM


index

Burung Pipit Bantu Padamkan Api

Negara Babylon adalah negeri yang aman dan makmur. Raja yang memerintah negeri itu ialah Raja Namrud bin Kan’an. Negeri Babylon ini mempunyai tanah yang luas dan subur.

Raja Namrud memerintahkan rakyatnya mengukir patung-patung berhala. Mereka menganggap patung-patung itu adalah Tuhan.

Ketika itu, Nabi Ibrahim diutus untuk menyeru keluarganya dan kaumnya supaya meninggalkan penyembahan berhala. Tetapi mereka tidak mengendahkannya.

Akhirnya, Nabi Ibrahim pergi ke istana Raja Namrud. Baginda mahu menemui Raja Namrud dan pembesar-pembesarnya. Baginda mahu penyembahan berhala dihentikan. Raja Namrud dan pengikutnya tidak mengendahkannya.

Pada setiap tahun, rakyat Babylon akan menyambut perayaan secara besar-besaran. Pada hari tersebut mereka akan keluar menuju ke tempat perhimpunan. Ketika itulah Nabi Ibrahim menjalankan rancangannya.

Selepas mereka keluar menyambut perayaan, Nabi Ibrahim masuk ke tempat penyembahan mereka. Baginda memecahkan patung-patung berhala kecuali patung yang paling besar.

Kemudian baginda menggantungkan kapak tadi di leher patung yang paling besar itu.

Selepas itu pulanglah semua orang daripada menyambut perayaan. Mereka pergi ke tempat berhala itu untuk menyembahnya. Alangkah terkejutnya mereka apabila didapati semua tuhan-tuhan mereka telah hancur dan berselerakan di atas lantai.

Mereka mencari Nabi Ibrahim dan menangkapnya. Raja Namrud mahu Nabi Ibrahim dibawa ke hadapan orang ramai supaya menjadi saksi atas perbuatan jenayahnya. Raja Namrud memerintahkan Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup.

Raja Namrud memerintahkan seluruh rakyatnya mengumpul kayu-kayu. Setelah satu timbunan kayu api yang besar dilonggokkan, api pun dinyalakan. Nabi Ibrahim diikat dan diletakkan di atas pelontar lalu dicampakkan ke dalam api yang marak itu.

Ketika Nabi Ibrahim dibakar, burung-burung yang berterbangan juga menyaksikan peristiwa tersebut. Ada seekor burung pipit yang berasa kasihan melihat baginda yang dibakar hidup-hidup itu. Burung pipit itu mahu menolong Nabi Ibrahim.

Burung pipit itu terbang mencari air. Ia menyedut dan menyimpan air tersebut di dalam paruhnya yang kecil itu. Burung-burung lain kehairanan melihat perlakuan burung pipit.

“Wahai pipit, apa yang engkau mahu lakukan?” tanya burung-burung yang lain.

“Aku mahu membantu Nabi Ibrahim. Aku mahu padamkan api yang membakar Nabi Ibrahim,” jawab burung pipit.

“Macam mana kamu mahu padamkan api itu. Kamu tidak mampu membawa air yang banyak. Paruh yang kamu ada itu kecil. Sia-sia saja usaha kamu itu,” kata burung lain pula.

Walau bagaimanapun, burung pipit tidak berputus asa dan meneruskan usahanya untuk membantu Nabi Ibrahim. Lalu ia membawa air yang disimpan di dalam paruhnya itu ke arah api yang marak. Dengan izin Allah, api yang marak itu semakin berkurangan. Itu sahaja yang ia mampu untuk membantu Nabi Ibrahim. Walaupun sedikit sahaja pertolongannya, ia berpuas hati. Sekurang-kurangnya ia dapat membantu Nabi Ibrahim.

Setelah kayu-kayu itu menjadi bara, maka orang ramai menghampiri unggun api yang telah menjadi bara. Burung pipit itu berasa gembira. Keyakinan burung pipit terhadap kekuasaan Allah semakin kuat dan terbang dengan penuh kesyukuran.

Orang ramai yang berada di situ berasa terkejut apabila melihat Nabi Ibrahim keluar daripada bara api itu seperti sediakala. Badannya sedikitpun tidak melecur.

*Petikan daripada buku Untaian 366 Kisah daripada al-Quran terbitan Edusystem Sdn. Bhd.

 

Tak terasa.. Saat membaca bisa menangis.. Allohuakbar..

Sebuah Kesaksian
By: DenySuwarja
Tadinya tidak terpikirkan,ikut menjemput dan mengawal para peserta long march Ciamis-Jakarta di Malangbong.  Saat ada keperluan di Cibatu, pukul 15.40 WIB membaca  update info rombongan dari salah seorang peserta. Bahwa, rombongan sudah tiba di mesjid Agung Malangbong.  Tertarik dan panggilan hati, ingin memberi dukungan moril kepada mereka.
Via Sasakbeusi, menuju Malangbong.  Perasaan dan hati dibuat bangga dan sejuk. Betapa tidak, di sepanjang tepi jalan tampak masyarakat berkerumun  di setiap sudut.  Anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, kakek-kakek, nenek-nenek semua bersiap menyambut, lengkap dengan makanan dan minuman bahkan buah-buahan.
Di Lewo, berhenti sejenak. Mendekati kerumunan itu dan memasang kamera kecil.  Saat ditanya mengapa mereka melakukan hal itu? Jawaban mereka:”Lillahita’ala, demi Allah, demi agama kami, demi  membela Al  Quran yang telah dinistakan”.

“Ini murni dari hamba Allah, bukan dari partai politik yang dituduhkan si penista! Kami tidak bisa ikut long march. Tapi, kami ingin mendukung mereka. Tukang tahu, menyumbang tahu. Tukang emplod, tukang tempe, tukang kerupuk, tukang roti, tukang bala-bala. Bapak lihat sendiri, ini di depan. Semua sumbangan sukarela. Ikhlas, gak ada yang membayar!”, jawab mereka.
Subhanallah. Bulu kuduk merinding, ada yang tersekat di tenggorokan.  Mereka rakyat biasa, begitu rela berkorban. Demi keyakinan dan keimanan mereka yang diinjak-injak dan dinistakan.  Mereka rela berkorban dan sudah berdiri di sana, lebih kurang 1,5 jam. Padahal rombongan long march, baru tiba di mesjid Agung Malangbong dan rehat dengan sholat magrib.  Perjalanan baru akan dilanjut bada sholat Magrib.
Tiba di mesjid Agung Malangbong, suasana seperti malam takbiran.  Setiap melewati kerumunan orang-orang gema takbir dan kepalan tangan terangkat selalu terucap. Tegas tanpa rasa ragu. Tampak beberapa ada yang makan nasi bungkus berdua, bahkan ada yang bertiga sambil duduk bersandar ke tembok.  Belakangan mendapat informasi dari koordinator konsumsi, bahwa makanan, snack, ari kemasan, obat-obatan lebih dari cukup sumbangan sukarela dari masyarakat yang terlewati rombongan. Yang kurang adalah  untuk nasi bungkus/box.  Untuk nasi bungkus/box sering mengalami keterlambatan karena langsung didrop dari pesantren di Ciamis!!!  Namun peserta tidak mengeluh, saat di Malangbong mendapatkan sumbangan 300 nasi bungkus dari masyarakat setempat. Mereka rela berbagi dengan teman-temannya! Subhanallah!
Untuk makanan kemasan seperti biskuit atau roti dan air kemasan lebih dari cukup. Bahkan, mobil feeding kewalahan untuk mengangkut semua itu. Alternatifnya koordinator konsumsi harus mendatangakan truk dump truck yang besar, untuk mengangkut semua konsumsi yang disediakan masyarakat sepanjang Ciamis-Malangbong. Pastinya akan terus bertambahan selama perjalanan ke Jakarta. Yang mengiris hatis diantara makanan kemasan tampak juga makanan tradisional seperti cuhcur, ali agreg, burayot, rangginang, emplod, ladu, bahkan air kopi panas yang dimasukan plastik ada di sana!  Yang pasti semua makanan tradisional tersebut diolah olah rakyat kebanyakan, rakyat miskin, rakyat yang tidak rela kitab sucinya dihina dan ingin membela dengan cara mereka.
Kumandang adzan magrib bergema! Wajah-wajah yang tidak bisa menyembunyikan rasa lelah tapi dengan sorot mata penuh semangat itu langsung mengambil air wudhu.  Tidak sampai 2 menit, kerumunan jemaah lebih dari 2000 orang tersebut (plus mukimin). Langsung berbanjar rapi. Tanpa harus berteriak-teriak ala polisi yang kemarin sempat melarang mereka PO bus agar tidak menyewakan bus kepada mereka. Mereka tertib rapih, merapatkan barisan menghadap kiblat, rapi makmum hanya sesaat setelah mendengar suara iqamat.
Selama sholat, tidak terasa mata basah. Alhamdulillah, bisa ikut berjamaah bersama mereka. Terasa atmosfer ghirah izzatul Islam yang kental. Khusu dan penuh kesyahduan. Setelah membaca salam, air mata makin basah saat para santri tersebut bersalaman sambil mencium tangan saya penuh hormat. Padahal saya tidak mengenal mereka. Mereka tidak mengenal saya. Akhlak mereka begitu santun, saat melewati orang yang lebih tua mereka berjalan membungkuk, merendahkan tubuhnya dengan posisi tangan lurus ke bawah menyentuh lutut.
Hujan turun gerimis saat meninggalkan mesjid Agung Limbangan, agar dapat mengambil gambar yang bagus.  Lebih kurang 6 km dari alun-alun Malangbong, berhenti di sebuah warung untuk menyantap mie sambil menunggu rombongan, buang air kecil dan ngopi. “Paling perkiraan memakan waktu satu jam dari Malangbong ke sini!” kata si Bapak pemilik warung. “Bapak yakin? Saya perkirakan paling 30 menit. Kan hanya 6 km!” bantah saya. Tapi, saya dan istri dibuat terpelongo belum lima belas menit duduk sambil menikmat mie rebus. Tiba-tiba dari arah timur mobil polisi yang mengawal sudah tiba. Polisi memberlakukan jalur satu arah.
Kendaraan dari arah Malangbong diminta menepi.

Tidak sampai lima menit kemudian, dalam guyuran hujan yang makin deras. Tampak rombongan muncul dari arah Malangbong! Hanya 20 menit! Mereka bertakbir, bersholawat menembus hujan dengan hanya berlapiskan jas hujan plastik keresek. Beriringan, sebagian ada yang berpegangan tangan, sebagian ada yang membawa tongkat. Sebagian ada yang menggandeng temannya. Tidak henti, mobil ambulan dan mobil evak yang mengikuti rombongan. Memberikan pengarahan kepada para peserta yang sudah tidak kuat berjalan jangan memaksakan, silakan naik mobil  yang kedua lampu daruratnya menyala. Tapi yang minta dievak bisa dihitung dengan jari. Mayoritas mereka tetap berjalan, bahkan ada yang setengah berlari menembus hujan deras.
Menuju ke Warung Bandrek,Kersamanah di sepanjang jalan tampak masyarakat menyemut. Lebih heboh daripada tadi sore saat mereka menunggu rombongan.  Makanan dan minuman yang disediakan mereka makin banyak. Seorang nenek, berdiri di antara kerumunan masyarakat. Di tangannya tampak dia memegang sebungkus emplod (makanan khas lewo dari singkong). Seorang Bapak sibuk, menyeduh kopi panas di gelas plastik dan memberikan dengan penuh kasih sayang serta doa kepada setiap peserta yang melewatinya!
Suasana sangat Islami, tulus, ihlas dan ukhuwah Islamiyah.  Berkali-kali saya dan istri menyeka air mata saat menyaksikan mereka di sepanjang perjalanan.  Allahu Akbar!

Ya Allah, saksikanlah kami ridho Engkau menjadi Tuhan kami.  Kami ridho Islam menjadi agama kami. Kami ridho Nabi Muhammad S.A.W. menjadi Rosul kami, kami rela Al Quran menjadi kitab suci kami! Jauhkan kami dari orang-orang munafik, yang  menyangkal kebenaran… 😭😭😩😩

Leave a comment

Bimtek Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)


(Continuous Quality Improvement).

Peningkatan penjaminan mutu, relevansi, keterjangkauan, pemerataan yg berkeadilan, dan akses pendidikan secara berkelanjutan. (UU No. 12 Th. 2012 tentang Pendidikan Tinggi)

Prof. Dr. H. Slamet Widodo, M.S., M.M.

(Gambar 1: Koordinator Kopertis Wil 2 memberikan arahan seksligu membuka Bimbingan Teknis Penjaminan Mutu)

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.

Gambar 2: Dirjen Penjaminan Mutu Kemenristek Dikti memberikan arahan dan masukan.

Ruang lingkup standar nasional pendidikan tinggi:

– Standar Nasional Pendidikan

– Standar Nasional Penelitian

– Standar Nasional Pengabdian Masyarakat.

Gambar 3: Peserta Bimtek Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi di wilayah KopWil 2 (Febriyanto, SE, MM.)

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kemristek Dikti dan Kopertis Wilayah 2, di Bandar Lampung, 17-18 November 2016.

Leave a comment

Seminar Internasional


The First International Conference On Law, Economics, and Education

Conferensi Internasional The 1st International Conference On Law, Economics And Education (ICONLEE) yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Metro bertempatan di The 7th HOTEL, Bandar Lampung, 12-13 November 2016. Agenda tersebut mengangkat mengangkat tema “MEMBANGUN KERJASAMA YANG SALING MENGUNTUNGKAN UNTUK MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA). Dengan sub tema: 1) Ekonomi dan bisnis (perdagangan, pemasaran, keuangan, manajemen perusahaan, manajemen industry, usaha kecil menengah (UKM) dan syariah). 2) Pengajaran dan pendidikan (agama, bahasa, ilmu pengetahuan alam dan sosial). 3) Hukum (hukum dan hak asasi manusia, hukum islam, hukum bisnis). (www.ummetro.ac.id)

Salah satu peserta (Febriyanto, SE, MM.) saat presentasi hasil penelitian di Metro Room.

Sebagai Kegiatan yang memiliki tujuan sebagai “Pemetaan masalah dan tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan tren global, membahas strategi untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang professional, memperluas penelitian multi disiplin antar Negara, berkontribusi melalui penelitian untuk memperkuat kemitraan antar lembaga untuk bangsa”. Hadir sebagai Keynote speakers :

  1. Dr. (HC) H. Zulkifli Hasan, M.M (Ketua MPR, Indonesia).
  2. Prof. Dato’ Dr. Ab. Halim bin Tamuri (UKM & KUIS Malaysia).
  3. Assoc.Prof.Dr. Iccha Basnyat (UNISSA Brunei Darussalam).
  4. Prof Nehaluddin Ahmad, Ph.D. (National University Singapura).
  5. Prof. Dr. Ismail Lutfi Japakiya (Fatoni University Thailand).
  6. Akhmad Akbar Susamto,Ph.D. (UGM Indonesia) pengganti Prof. H. Lincolin Arsyad, Ph.D.

Salah satu peserta (Febriyanto, SE, MM.) saat presentasi hasil penelitian di Metro Room.

Salah satu peserta (Febriyanto, SE, MM.) saat sebelum presentasi hasil penelitian.

Jumlah pendaftar presenter pada Conferensi tersebut sebanyak 300, dan 183 full paper. Peserta pada Conferensi ini dihadiri dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Maldive dan Indonesia.

Leave a comment

Re-Akreditasi Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Metro


wp-1463787096301.png

Re Akreditasi Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Metro

Jumat – Ahad, 4-6 November 2016

Akreditasi program studi sarjana adalah proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen program studi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan program tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program akademiknya. Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi program studi dilakukan oleh tim asesor yang terdiri atas pakar sejawat dan/atau pakar yang memahami penyelenggaraan program akademik program studi. Keputusan mengenai mutu didasarkan pada evaluasi dan penilaian terhadap berbagai bukti yang terkait dengan standar yang ditetapkan dan berdasarkan nalar dan pertimbangan para pakar sejawat. Bukti-bukti yang diperlukan termasuk laporan tertulis yang disiapkan oleh program studi yang diakreditasi, diverifikasi dan divalidasi melalui kunjungan atau asesmen lapangan tim asesor ke lokasi program studi.

BAN-PT adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan menilai, serta menetapkan status dan peringkat mutu program studi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan.. (Naskah Akademik Akreditasi BAN-PT:2008)

visit-b

Akreditasi Program Studi Manajemen FE UM Metro:

Asesor 1. Prof. Mahlia Muis, SE, MSi. (UNHAS)  – 2. Dr. John Suprihanto, M.I.M. (UGM)

Rektor UM Metro Prof. Dr. H. Karwono, M.Pd.

Dekan FE UM Metro Dr. Suharto, SE, MM.

Kaprodi Manajemen Ratmono, SE, MM.

Kepala BAAK UM Metro Suwarto, SE, MM.

visit-a

Foto Bersama Dosen dan Staf FE UM Metro setelah selesai visitasi akreditasi

visit-dvisit-c

Presentasi Borang Prodi Manajemen FE UM Metro oleh tim

visit-g visit-f

Foto bersama Staf FE UM Metro saat selesai presentasi dan proses visitasi akreditasi Prodi Manajemen.

Selamat atas perolehan nilai yang telah didapat.. Sukses!! Sukses Tim, Sukses Pengelola, Sukses Lembaga.

Leave a comment

Keistimewaan Ekonomi Islam


Islam adalah agama rahmat dan keadilan dalam semua kehidupan. Termasuk dalam aspek ekonomi, Islam adalah jawaban dari semua krisis ekonomi yang terjadi.

Jika kehidupan umat Islam masih jauh dari Islam itu sendiri, maka Allah akan menimpakan kehinaan dan rasa kemiskinan kepadanya. Hal ni sebagaimana sabda Nabi SAW: “Jika kalian jual beli dengan sistem ‘inah (riba)…Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian yang tidak akan dicabut sampai kalain kembali kepada agama kalian” (HR. Abu Dawud 3462, ash Shahiihah 11)

Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqithi berkata, “Al-Qur’an telah menjelaskan kaidah-kaidah dalam masalah ekonomi, sebab perekonomian itu kembali kepada dua permasalahan:

Pintar dalam mencari harta
Allah SWT telah membuka lebar-lebar segala pintu untuk mencari harta selagi tidak melanggar agama. Allah SWT berfirman:

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿١٠﴾

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS. al-Jumu’ah [62]: 10)

Pintar dalam membelanjakan harta
Allah SWT telah memerintahkan untuk hemat dan tidak boros dalam membelanjakan harta. Allah SWT berfirman menyifati hamba-hamba-Nya yang beriman:

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُوا۟ لَمْ يُسْرِفُوا۟ وَلَمْ يَقْتُرُوا۟ وَكَانَ بَيْنَ ذَ‌ٰلِكَ قَوَامًۭا ﴿٦٧﴾

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (QS. al-Furqan [25]: 67)[11]

Sistim ekonomi Islam adalah solusi untuk memajukan perekonomian. Diantara keistimewaan ekonomi islam ialah:

1. Asas perekonomian Islam dibangun diatas beberapa pondasi:
Keadilan
Urusan manusia akan langgeng di dunia ini selama keadilan masih ditegakkan. Adil dalam darah, harta, nasab dan kehormatan. Oleh karena itu, negeri yang adil akan tegak sekalipun penduduknya kafir dan tidak mendapat bagian di akhirat, sebaliknya negeri muslim tidak akan tegak jika penuh dengan kezaliman. (Mabaadi’ al-Iqtishaad al-Islaamiyyah hlm. 35)

Kejujuran
Kejujuran adalah asas semua kebaikan, sedangkan kedustaan adalah asas dan penopang semua kejelekan (Majmuu’ Fataawaa 20/74,75)

Kesabaran
Sabar dalam melaksanakan amalan yang baik dan meninggalkan semua yang dilarang, termasuk sabar terhadap semua ganguan dan cobaan.

Keberaniaan
Keberanian yang dimaksud disini bukanlah kekuatan badan, tetapi kuat dan tegarnya hati, termasuk berjihad dengan harta di jalan Allah. (al-Hisbah 106)

2.  Perbankan islami bertujuan agar kaum muslimin dan semua manusia secara umum mendapatkan penghidupan yang halal, maju dan sejahtera. Perbedaan asasi dari perbankan islami dan ribawi (konvensional. red) adalah:
Bahwasanya perbankan islami dialah sebenarnya pelaku usaha. Dialah pedagang, petani, penambang, yang memproduksi barang atau usaha halal lainnya. Dana dari nasabah yang menitipkan uangnya untuk dikelola oleh bank sebagai pelaku usaha akan dinikmati bersama, dan jika rugi kedua belah pihak pun sama-sama rugi. Ini tentunya adil karena pihak perbankan terjun langsung kedunia usaha bermodal keahlian, sedangkan nasabah bermodal uang dan tidak ikut capek mengelola usaha. Berbeda dengan perbankan ribawi, dimana mereka sekadar “memutar” uang nasabah saja dan bertindak sebagai “makelar” antara nasabah dengan podusen (pelaku usaha) dengan balas jasa dalam bentuk bunga kepada nasabah. Sebagai contoh: jika orang ingin kredit KPR atau mobil, maka ia harus berhubungan dengan Bank. Kenapa? Karena pihak developer atau dealer telah mengadakan kesepakatan dengan bank agar keuntungannya lebih banyak.[1] Lalu pihak bank sebagai apa dalam sistem ini? Hanya sebagai wakil dari nasabah. Dia bukan pelaku usaha yang terjun langsung dan bukan pula penyandang modal. Ironisnya lagi, jika terjadi krisis, mereka tidak mau rugi…! yang menelan pahit adalah nasabah karena uang tidak bisa kembali utuh. Berbeda dengn bank islami. Oleh karena itulah mereka terjatuh pada tiga larangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: memperjual belikan sesuatu yang tidak dimiliki, adanya dua transaksi dalam satu jual beli, dan menerapkan sistem bunga (riba)

3.  Dalam bermuamalah, umat Islam tidak hanya mengejar keuntungan materi semata
Tatkala mereka harus berhadapan dengan orang butuh bantuan, maka yang harus dikedepankan adalah keuntungan ukhrawi, yaitu surga, tampa ada tujuan mengharapkan lebih dari itu. Oleh karena itu, lembaga finansial[2] yang bergerak memberikan pinjaman kepada para petani, pedagang dan lain-lain yang tidak punya modal dengan menerapkan sistem bunga, maka justru merekalah rentenir. Adapun dalam Islam, maka tidak diperbolehkan mensyaratkan adanya bunga.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “ Allah senantiasa akan menolong seseorang selama orang tersebut menolong saudaranya” (HR. Muslim 1888)

Adapun jika si peminjam mengembalikan lebih sesuai kehendaknya sendiri, maka itulah yang afdhal dan lebih dianjurkan.

4.  Untuk mendapatkan kesempatan mewujudkan kesejahteraan individu dan masyarakat, Islam mengatur sistem ta’awun (kerja sama) syari.

5. Tatkala manusia dijadikan ada yang kaya dan ada yang miskin, maka di sana ada maslahat yang tidak akan bisa sempurna kecuali dengan memenuhi kebutuhan orang-orang miskin.
Oleh karena itu, islam mensyariatkan zakat untuk menutup kefakiran mereka dan mengharamkan riba yang menyusahkan mereka. Dan zakat ini tidaklah dikeluarkan kecuali dari harta yang berkembang saja

6.  Islam melarang semua jual beli yang di dalamnya ada unsur penipuan, spekulasi dan riba.

Sumber: Majalah Al-Mawaddah vol. 42 Edisi Khusus Sya’ban – Ramadhan 1432H :: Juli-Agustus 2011M.

Leave a comment

Manajemen Keuangan (Financial Management)


2b454-finance
Manajemen Keuangan: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Konsep, Prinsip & Arti Menurut Para Ahli|
Secara Umum, Pengertian Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan yang terdiri dari perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencaharian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Sedangkan secara sederhana, Pengertian Manajemen Keuangan adalah suatu proses dalam aktivitas keuangan perusahaan, dimulai dari cara memperoleh dana dan mempergunakannya. Yang mana penggunaannya harus tepat sasaran, efisien, dan efektif agar tujuan keuangan perusahaan dapat tercapai sesuai rencana. 
Manajemen keuangan merupakan salah satu ilmu utama dari manajemen. Manajemen keuangan pada awalnya hanya pada aktivitas entitas bisnis (organisasi) dalam kerangka penggunaan serta pengalokasian dana entitas bisnis (perusahaan) dengan efisien. Kemudian dari hal ini, terus berkembang sampai dari yang sebelumnya hanya mengutamakan kegiatan mendapatkan/memperoleh dana saja hingga mencakup kegiatan mendapatkan, penggunaan dana hingga sampai ke pengelolaan atas aset (atktiva).

Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa pendapat para ahli yang mendefinisikan pengertian manajemen keuangan yang dapat anda lihat dibawah ini…
  • Bambang Ryanto: Menurutnya, pengertian manajemen keuangan adalah semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang berhubungan dengan upaya memperoleh dana yang dibutuhkan dengan adanya biaya yang seminimal mungkin dan syarat yang menguntungkan serta upaya untuk mempergunakan dana yang diperoleh tersebut secara efisien dan efektif.
  • Liehman: Pengertian manajemen keuangan menurut liehman adalah upaya penyediaan uang dan mempergunakan dana tersebut untuk mendapatkan aset (aktiva).
  • James Van Horne: Menurut pendapat James Van Horne, bahwa pengertian manajemen keuangan adalah semua kegiatan atau aktivitas yang berhubungan langsung dengan perolehan pendanaan serta pengelolaan aset (aktivia) dengan tujuan yang menyeluruh.
  • Suad Husnan: Pengertian manajemen keuangan menurut Suad Husnan adalah manajemen terhadap semua fungsi keuangan.

Fungsi Manajemen Keuangan

Berikut beberapa fungsi manajemen keuangan yaitu sebagai berikut..
1. Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaran serta mengenai kegiatan-kegiatan yang lainnya dalam periode tertentu.
2. Penganggaran Keuangan, membuat detail pengeluaran dan pemasukan
3. Pengelolaan Keuangan, penggunaan dana perusahaan secara maksimal dengan berbagai cara
4. Pencaharian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang digunakan untuk operasional kegiatan perusahaan.
5. Penyimpanan Keuangan, yakni dengan mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
6. Pengendalian Keuangan, yakni dengan melakukan evaluasi dan perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan yang berlaku di perusahaan.
7. Pemeriksaan Keuangan, dengan melakukan audit internal mengenai keuangan perusahaan yang ada untuk tidak adanya penyimpangan.
8. Pelaporan Keuangan, adalah dengan menyediakan informasi tentang kondsi keuangan perusahaan dan tentunya sebagai bahan evaluasi.

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan dari manajemen keuangan adalah untuk memaksimalkan akan nilai perusahaan. Sehingga jika suatu saat perusahaan tersebut dijual, maka harganya dapat ditetapkan dengan harga yang setinggi mungkin. Seorang manajer harus menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.

Konsep Manajemen Keuangan 

 Manajemen keuangan adalah manajemen atas fungsi-fungsi keuangan. Sedangkan mengenai fungsi keuangan ialah kegiatan utama dalam mempertanggung jawabkan bidang tertentu dalam menggunakan dana dan menempatkan dana.
Manajemen dalam bisnis perusahaan terdiri dari beberapa individu yang dikategorikan dalam tiga kelompok yaitu sebagai berikut…
1. Kelompok manajemen tingkat pelaksana (operational menegement), yang terdiri dari para suvervisor.
2. Kelompok manajemen menengah meliputi kepada departement, manajer devisi, dan manger cabang.
3. Manajemen eksekutif atau biasa disebut manajemen penanggung jawab akan fungsi pemasaran, pembelanjaan, produksi, pembiyaan, dan akutansi. Manejemn eksekutif secara prinsipil berkenaan dengan pembuatan keputusan dalam jangka yang panjang, lalu manajemen menengah mengenai keputusan jangka menengah dan pada manajemen operasional keputusan jangka pendek.
Manajemen keuangan memiliki tiga kegiatan utama yaitu sebagai berikut..
1. Perolehan dana, yakni aktivitas untuk memperoleh sumber dana baik itu berasal dari internal perusahaan atau dari eksternal perusahaan.
2. Penggunaan dana, merupakan suatu aktivitas penggunaan atau menginvestasikan dana di berbagai bentuk aset.
3. Pengelolaan Aset (Aktiva), adalah kegiatan yang dilakukan setelah dana telah di dapat dan telah diinvestasikan atau dialokasikan kedalam bentuk aset (aktiva), dan harus dikelola secara efektif dan efisien.
Konsep manajemen dapat kita gambarkan dalam kalimat seperti ini “membuat keputusan, memberi perintah, menetapkan kebijakan, menyediakan pekerjaan dan system reward (imbalan) dan mempekerjakan orang untuk melaksanakan kebijakan”.

Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan tidak hanya pada pencatatan akuntansi saja. Manajemen keuangan merupakan bvagian yang sangat penting dan tidak dapat dianggap sepele. Pada prakteknya manajemen keuangan meruakan aktivitas dan hadir untuk menyehatkan keuangan perusahaan atau organisasi. Maka dari itu membuat hal tersebut, mari kita melihat Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan sebagai berikut…
  • Consistency (Konsistensi), merupakan prinsip yang mana sistem dan kebijakan keuangan perusahaan sesuai dengan apa yang direncanakan, tidak berubah dari setiap periode, tetapi yang perlu ditekankan bahwa sistem keuangan bukan berarti tidak dapat dilakukan penyesuaian ketika terdapat perubahan signifikan dalam perusahaan. Pendekatan keuangan yang tidak konsisten menjadi tanda bahwa ada manipulasi pada pengelolaan keuangan perusahaan.
  • Accountability (Akuntabilitas), adalah suatu kewajiban hukum dan juga moral, yang mana melekat untuk setiap individu, kelompok ataupun perusahaan dalam memberi penjelasan bagaimana dana ataupun kewenangan yang telah diberikan oleh pihak ke-3 dipergunakan. Setiap pihak harus memberi penjelasan mengenai penggunaan sumber daya dan apa yang telah dicapai suatu bentuk pertanggung jawaban kepada yang berkepentingan, agar semua tahu bagaimana kewenangan dan dana yang dimiliki itu dipergunakan.  da
  • Transparancy (Transparansi), adalah prinsip yang mana setiap kegiatan manajemen harus terbuka baik dalam memberikan informasi tentang rencana dan segala aktivitas bagi yang berkepentingan, termasuk laporan keuangan yang wajar, lengkap, tepat waktu dan akurat yang dapat diakses dengan mudah oleh yang berkepentingan, jika tidak transparan maka akan berdampak suatu penyelewengan kegiatan.
  • Viability (Kelangsungan Hidup) adalah prinsip yang mana menekankan pada kesehatan keuangan perusahaan terjaga, semua pengeluaran operasional ataupun ditingkat yang strategi harus disesuaikan denga dana yang ada, kelangsungan hidup entitas merupakan ukuran suatu tingkat keamanan serta keberlanjutan keuangan perusahaan.Manajemen keuangan harus menyusun rencana keuangan dimana menunjukkan bagaimana suatu perusahaan bisa menjalankan rencana strategisnya guna memenuhi kebutuhan keuangan.
  • Integrity (Integritas) adalah setiap individu wajib mempunyai tingkat integritas yang mempuni dalam menjalankan kegiatan operasional. Tidak hanya itu, pencacatan dan laporan keuangan harus terjaga integritasnya dengan kelengkapan dan tingkat keakuratan suatu pencatatan keuangan.
  • Stewardship (Pengelolaan) adalah prinsip dimana dapat mengelola dengan baik dana yang telah didapatkan dan memberikan jaminan akan dana yang diperoleh tersebut untuk direalisasikan tujuan yang telah ditetapkan, dalam prateknya dilakukan dengan hati-hati dengan membuat perencanaan strategis, mengidentifikasi risiko keuangan yang ada serta menyusun dan membuat sistem pengendalian keuangan yang sesuai.
  • Accounting Standards (Standar Akuntansi) adalah sistem akuntansi keuangan harus sesuai dengan prinsip-prinsip dan standar aturan akuntansi yang telah berlaku dengan tujuan laporan keuangan yang dihasilkan dapat dengan mudah dipahami dan dimengerti dari semua pihak yang berkepentingan.

Sumber: http://www.artikelsiana.com/2015/10/manajemen-keuangan-pengertian-fungsi.html

Leave a comment