ANALISIS INTEGRASI PASAR MODAL MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP DIVERSIFIKASI PORTOFOLIO INTERNASIONAL


ANALISIS INTEGRASI PASAR MODAL ASEAN 5

MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN DAN

PENGARUHNYA TERHADAP DIVERSIFIKASI PORTOFOLIO INTERNASIONAL

(Febriyanto)
1431041003
(Mahasiswa S3 FEB Universitas Lampung)

 

Latar Belakang

Konsep diversifikasi berawal dari disertasi Harry Markowitz pada 1952 yang kemudian mengalami penyempurnaan dan penyederhanaan sehingga berdampak pada implementasi teori tersebut di dunia keuangan. Model konsep risiko yang dikembangkan Markowitz adalah konsep dari risiko portofolio. Dia menurunkan manfaat utama diversifikasi secara kuantitatif dengan menggunakan portofolio yang terdiri atas dua aset berisiko.

Risiko spesifik perusahaan merupakan faktor risiko yang unik terkait dengan kondisi perusahaan. Market related risk merupakam nondiversifiable risk, yaitu risiko yang tidak dapat dieliminir dengan diversifikasi dan merupakan risiko yang berasal dari kondisi ekonomi dan kondisi pasar umum yang tidak dapat didefenisikan. Risiko sistematis atau risiko pasar merupakan risiko yang timbul akibat dari kejadian-kejadian di luar perusahaan seperti: perubahan sistem pemerintahan, bencana alam, perubahan ekonomi, politik, hukum, sosial, budaya dan teknologi. Risiko ini tidak dapat dieliminasi dengan diversifikasi karena risiko ini melekat dalam pasar. Sedangkan, risiko tidak sistematis merupakan risiko yang berhubungan dengan kejadian acak dan disebabkan oleh kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam perusahaan seperti: pemogokan buruh, tuntutan pihak lain, perkara hukum serta kejadian-kejadian unik lainnya. Risiko ini dapat dieliminasi dengan diversifikasi yaitu dengan cara memiliki beberapa sekuritas tunggal dalam bentuk portofolio.

Diversifikasi merupakan sebuah strategi investasi dengan menempatkan dana dalam berbagai instrument investasi dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda. Diversifikasi ini bertujuan untuk mengurangi tingkat risiko dan tetap memberikan potensi tingkat keuntungan yang cukup atau strategi ini biasa disebut dengan alokasi aset (asset allocation). Alokasi aset ini lebih fokus terhadap penempatan dana di berbagai instrumen investasi. Bukan menfokuskan terhadap pilihan saham dalam portofolio.

Berdasarkan sudut pandang investor, diversifikasi internasional merupakan suatu cara yang dilakukan dengan tujuan untuk meminimalkan risiko dengan cara membentuk suatu portofolio investasi yang terdiri atas kombinasi berbagai macam aset keuangan yang investasinya dilakuakan di negara–negara yang berbeda sehingga terbentuk suatu portofolio yang optimal yang menjanjikan return yang optimal pula.

Mulai diberlakukanya sistem keterbukaan dari beberapa negara dalam bentuk kerjasama, akan membentuk sistem yang terintegrasi. Integrasi merupakan proses dimana pasar yang tersegmentasi menjadi terbuka dan terpadu. Implikasi dari integrasi pasar modal tersebut menyebabkan kecenderungan harga dan imbal hasil aset keuangan yang diperdagangkan di berbagai negara akan sama dalam basis mata uang yang sama.

Integrasi ekonomi internasional membatasi kewenangan suatu negara untuk mempengaruhi kinerja ekonomi dalam negeri. Hilangnya kedaulatan negara merupakan biaya atau pengorbanan terbesar yang ”diberikan” oleh masing-masing negara yang berintegrasi dalam satu kawasan. Adanya kemungkinan hilangnya pekerjaan dan potensi menjadi pasar bagi Negara yang tidak mampu bersaing. Tenaga kerja dan produksi dari Negara lain dalam suatu kawasan akan masuk dengan hambatan yang lebih ringan. Hal ini berpotensi menimbulkan pengangguran di dalam negeri dan ketergantungan akan produk impor yang lebih murah dan efisien.

Sejak tahun 1967, negara-negara Asia Tenggara melakukan perhimpunan kerjasama. Perhimpunan negara-negara tersebut ada awalnya merupakan kerjasama bidang politik, namun kerjasama tersebut berkembang menjadi lebih luas, termasuk kerjasama dalam bidang ekonomi.

Perkembangan kerjasama dalam bidang ekonomi bermula dari konsep Preferential Trade Arrangement  (PTA) setelah itu berubah menjadi  Free Trade Area (FTA). Perubahan terakhir kerjasama ASEAN menjadi pembentukan ASEAN Economic Community (AEC). Konsep ini dipertegas dalam KTT ASEAN Oktober 2003 di Bali dalam Deklarasi ASEAN  Concord II (Bali Concord II).

ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah perwujudan dari hasil pemikiran negara anggota ASEAN sebagai kawasan yang makmur dan memiliki daya saing tinggi. Pembentukan MEA pada tahun 2015 berfungsi sebagai wilayah basis produksi dan pasar tunggal. Program MEA meliputi kebebasan aliran barang, tenaga kerja, aliran modal, juga bertujuan dalam rangka mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi.

Pencapaian target MEA agar dapat terwujud, maka dilakukan pertemuan pada bulan Agustus 2003 untuk tingkat menteri keuangan negara-negara ASEAN, di Filipina. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan tentang Roadmap Integrasi ASEAN (RIA) bidang finansial (RIA-Fin) yang mencakup 4 bidang, yaitu, pertama: pengembangan pasar modal, kedua: liberalisasi neraca modal, ketiga: liberalisasi jasa keuangan, dan keempat: kerja sama nilai tukar.  Kesepakatan konsep Roadmap kerjasama pasar modal tersebut diwujudkan dalam rangka membentuk kerjasama pasar modal yang saling terkait karena terintegrasi, meningkatkan perdagangan intra kawasan dan memperdalam integrasi ekonomi regional.

Penelitian yang menguji korelasi nilai harga saham antara pasar saham berkembang Asia, tanpa melibatkan pengaruh penting pasar saham negara maju menunjukkan bukti derajat integrasi yang rendah (Chaudhuri, 1997; Sharma dan Wongbangpo, 2002; Worthington et al., 2004; dan Yang et al., 2003). Hasil penelitian tersebut juga didukung oleh penelitian Nath (2003) yang menguji inter-dependensi pasar saham di Asia Selatan, yaitu India, Singapura dan Taiwan dan menemukan tidak ada koin-tegrasi diantara indeks pasar saham untuk keseluruhan periode penelitian. Studi Chan, et al. (1992) dan Hung dan Cheung (1995) juga menyimpulkan bahwa pasar saham Asia tidak terintegrasi. Berbeda dengan penelitian Montiel (1994), yang membuktikan bahwa dengan mobilitas modal yang tinggi diantara negara-negara Asia (Korea, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina) menyebabkan pasar saham Asia lebih terintegrasi. Sedangkan penelitian Palac-McMiken (1997) menunjukkan hasil bahwa selama periode 1987-1995 kebanyakan pasar Asia (kecuali Indonesia) mempunyai keterkaitan bersama yang kuat dengan pasar Thailand.

Sepuluh pasar saham berkembang Asia diteliti oleh Divecha et al. (1992) tentang integrasi pasar saham. Penelitian tersebut mendapatkan temuan bahwa mereka adalah homogen dengan dominasi kekuatan pasar yang kuat dan kurang terkorelasi antara satu dengan yang lainnya dengan pasar yang telah maju. Struktur korelasi diantara sebelas pasar saham Asia berkembang dan pasar yang telah maju diuji oleh Cheung dan Ho (1991) dan Cheung (1993). Pengujian tersebut memperoleh temuan bahwa korelasi kelompok pasar saham Asia berkembang dan kelompok pasar yang telah maju adalah lebih kecil dari pada antara pasar yang telah maju. Chan et al. (1992) sementara temuan bahwa tidak ada kointegrasi pasar saham AS dan banyak pasar saham Asia berkembang (Korea, Hongkong, Singapura, Taiwan, Malaysia, Thailand, dan Filipina) di tahun 1980-an dan pada permulaan 1990-an. DeFusco et al. (1996). Hasil temuan tersebut didukung oleh Ng (2000), Climent dan Meneu (2003) yang tidak menemukan bukti empiris hubungan dinamis jangka panjang antar pasar saham maju dan berkembang.

Bukti kajian empiris tentang korelasi jangka panjang diantara pasar saham berkembang dan pasar saham maju yang dilakukan oleh Masih dan Masih (1997, 1999, 2002), Arshanapalli, Doukas, dan Land (1995), dalam kajian mereka membuktikan bahwa hanya terdapat satu vektor kointegrasi diantara beberapa pasar utama Asia berkembang, (yaitu: Singapura, Hongkong, Korea, dan Taiwan) dan pasar saham maju utama. Studi Ghosh, et al. (1999) menemukan bahwa beberapa pasar saham Asia mempunyai keseimbangan hubungan jangka panjang dengan pasar saham maju, sementara beberapa yang lain tidak..

Kajian empiris Sharma dan Wongbangpo (2002) tentang korelasi pasar saham ASEAN-5 menggunakan teknik kointegrasi selama periode Januari 1986-Desember 1996. Hasil kajianya membuktikan bahwa terdapat kointegrasi jangka panjang antar pasar saham di negara-negara Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, kecuali Filipina. Kajian menarik dari penelitian ini adalah pasar saham Singapura dan Malaysia secara bersama-sama bergerak one for one dalam vektor terkointegrasi. Kemungkinan hal ini disebabkan karena korelasi perdagangan antar kedua negara tersebut kuat, geografis dan faktor budaya yang memiliki kesamaan. Melalui pendekatan Johansen Max-imum Likelihood dan teknik Hall Kalman Filter dan Haldane dalam menganalisis serta menguji pergerakan bersama (co-movement) beberapa pasar saham yang ada di ASEAN-5 dan pasar saham yang berada diluar kawasan yaitu Korea Selatan, Taiwán, Hongkong, Jepang dan AS. Manning (2002).

Data yang dianalisis yaitu indeks saham per minggu dan per kuartal pada mata uang dollar AS untuk periode Januari 1988 – Februari 1999. Temuannya membuktikan bahwa terdapat dua common trends dalam 8 (delapan) indeks pasar saham Asia yang dimodelkan, dan juga dalam model Johansen VAR terdapat dua common trends jika memasukkan pasar AS.

Analisis VAR yang digunakan oleh Rahim dan Nor (2007) untuk menguji struktur dinamis transmisi internasional dalam return saham ASEAN-5 plus Jepang, Korea dan Hongkong dengan menggunakan data indeks saham perbulan selama Januari 1986 sampai Desember 2006. Analisis tersebut memberikan kesimpulan yaitu: 1. Derajat interdependensi antara pasar saham nasional meningkat setelah terjadi krisis Asia pada tahun 1997. 2. Pasar saham negara Thailand memiliki peran penting dalam mempengaruhi pasar saham ASEAN-5+3. dan 3. Peranan negara Jepang terhadap pasar saham Asia yang lain meningkat secara subtansi setelah masa krisis.  Royfaizal et al (2008) melakukan penelitian terhadap interdependensi pasar saham ASEAN-5 plus Cina, Jepang, Korea dan AS selama periode tahun 1990 sampai dengan tahun 2007. Kurun waktu tersebut dibagi atas 3 (tiga) subperiode yang meliputi sebelum, saat dan sesudah krisis keuangan Asia pada tahun 1997. Penggunaan datanya yaitu indeks harga saham perminggu dalam mata uang lokal. Melalui uji kointegrasi jumlah vektor terkointegrasi yang signifikan sepanjang periode masa krisis lebih banyak dari periode lain, sedangkan jumlah vektor yang terkointegrasi tidak mengalami perbedaan antara periode sebelum krisis dan sesudah. Berdasarkan Uji Granger kausalitas berdasar VECM membuktikan bahwa negara Thailand eksogen sementara negara Malaysia lebih endogen sebelum krisis dan sepanjang krisis. Sesudah krisis, negara AS lebih dominan dibandingkan negara-negara lain. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa, pasar AS dan ASEAN-5+3 dalam kondisi saling ketergantungan pada waktu sepanjang dan setelah krisis serta pengaruh pasar saham AS yaitu efektif terhadap pasar saham ASEAN-5+3 sebatas periode sebelum kerisis dan sepanjang krisis.

Pasar modal ASEAN yang terintegrasi, akan meningkatkan perannya dalam peningkatan pembangunan ekonomi negara-negara ASEAN. Liaw (2005) mengatakan, peran pasar modal ini penting, karena pasar modal merupakan sumber pendanaan jangka panjang bagi korporasi dan untuk memperoleh tambahan nilai keuntungan bagi investor. Bursa-bursa saham yang terintegrasi akan memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan modal secara efisien. Sedangkan bagi para investor dapat menanamkan modalnya pada sekuritas atau investasi portofolio.

Pasar modal merupakan pasar perdagangan surat berharga (baik simpanan maupun hutang) dimana perusahan-perusahaan baik swasta maupun pemerintah dapat memperoleh dana jangka panjang. Pasar modal dapat juga didefinisikan sebagai pasar ekuitas dengan masa pengembalian pinjaman lebih dari satu tahun, berbeda dengan pasar surat berharga yang lain dengan masa pengembalian jangka pendek, yaitu kurang dari satu tahun seperti pasar uang (Jogiyanto, 2008). Pasar modal memfasilitasi dan menghubungkan pihak-pihak yang mempunyai dana lebih untuk menginvestasikan dana yang dimiliki dengan return yang lebih besar daripada menyimpan dananya di lembanga keuangan atau bank dan pihak yang membutuhkan dana untuk mengembangkan bisnisnya dengan sistem pengembalian jangka panjang. Berdasarkan konsep tersebut, menjadikan pasar modal memiliki peranan yang penting terkait pengembangan perekonomian di seluruh dunia.

Pasar modal dapat mendeskripsikan kondisi kesehatan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara, ketika kebijakan-kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi suatu negara baik pada sudut pandang investor, maka akan diimbangi dengan harga-harga saham yang akan naik atau meningkat dan kondisi ini mampu meningkatkan nilai indeks harga saham gabungan dari suatu negara. Kondisi sebaliknya, bila kondisi perekonomian sedang buruk, biasanya harga saham akan mengalami penurunan dan terpuruk. Berdasar peristiwa tersebut, akhirnya berbagai macam usaha dilakukan setiap negara untuk meminimalisasi risiko yang ada dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Usaha yang dilakukan salah satunya yaitu melakukan integrasi ekonomi terutama pasar modal yang memberikan gambaran kegiatan pasar yang sebenarnya terjadi. Integrasi pasar dapat terwujud jika dua pasar yang terpisah memiliki pergerakan indeks yang sama dan memiliki korelasi diantara pergerakan indeksnya (Click dan Plummer, 2003). Perubahan dan pergerakan ini disebabkan oleh berubahnya harga–harga saham individual. Pergerakan harga saham ini disebabkan oleh beberapa faktor yang memberi pengaruh, baik pengaruh secara langsung maupun pengaruh secara tidak langsung; sebagai contohnya adalah volume perdagangan saham, persepsi dari investor dan berbagai berita fundamental yang lain. Berdasarkan pada penelitian Chen dan Siems (2004), disimpulkan bahwa harga dari saham individual merefleksikan dari harapan para investor dan ketakutan terhadap kondisi yang akan datang, pergerakan harga saham dapat berupa gelombang naik turun yang selalu aktif.

Oleh karena itu, kejutan yang ditimbulkan oleh suatu peristiwa di suatu negara dapat mengakibatkan volatilitas pergerakan harga saham di negara tersebut dan efeknya juga dapat dirasakan oleh negara-negara disekitarnya. Berdasarkan pada penelitian dari Karolyi and Stulz (1996) menemukan bahwa korelasi dan kovariansi dari pasar saham menjadi tinggi pada saat pasar mengalami banyak pergerakan. Hal ini akan semakin nampak pada saat pasar mengalami kejutan yang besar. Kejutan yang terjadi pada pasar ekuitas dapat berasal dari berbagai peristiwa, seperti krisis ekonomi, pergantian pemerintahan, kekacauan politik, bencana alam dan berbagai kejadian lain yang mempengaruhi kondisi perekonomian.

Berdasarkan penelitian Karolyi dan Stulz (1996) maka terintegrasinya pasar modal akan meningkatkan peran pasar modal dalam pembangunan ekonomi negara. Pentingnya peran pasar modal ini menurut Liaw (2005) karena pasar modal merupakan sumber pendanaan jangka panjang bagi korporasi dan untuk memperoleh keuntungan bagi investor. Terintegrasinya bursa-bursa saham akan memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan untuk memperoleh modal secara efisien. Sementara bagi investor dapat menanamkan modalnya pada sekuritas atau investasi portofolio. Sejauh mana pasar keuangan internasional terintegrasi, akan menjadi isu yang menarik bagi pembuat kebijakan dan pelaku pasar.

Integrasi ekonomi regional dapat digunakan sebagai alat politik untuk mengembangkan negara serta secara tidak langsung meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada. Dia juga menuliskan bahwa integrasi yang tercipta akan memberikan keuntungan bagi negara anggota dengan cara memberikan akses pasar terhadap negara lain, meminimalisasi risiko, menjadikan koordinasi peraturan semakin mudah dan mengurangi biaya pada industri yang ada. (Balassa, 1975;45)

Ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi gerakan-gerakan regional Asia. Plummer dan Jones (2006) menyebutkan tujuh faktor yang mempengaruhi adanya tren gerakan regional di kawasan Asia Timur. Pertama adalah hubungan contagion (penularan) yang jelas. Kedua adalah adanya kesamaan nasib dalam menghadapi krisis. Ketiga adalah kurangnya perkembangan dari organisasi Asia Pacific Economy Cooperation (APEC) dalam mewujudkan terciptanya peningkatan kerjasama perdagangan dan keuangan serta pengembangan bersama dalam kerjasama pemberian bantuan antar negara. Keempat adalah tawaran dari Jepang agar bersikap pro aktif dalam menghadpi krisis di kawasan Asia. Kelima adalah keputusan Cina untuk tidak melakukan devaluasi dalam masa-masa krisis juga meningkatkan rasa solidaritas kawasan Asia Timur. Keenam adalah adanya keberhasilan New Miyazawa Plan yang diluncurkan pada tahun 1998 sebagai penyembuh krisis. Ketujuh adalah kebijakan yang diterapkan IMF untuk mengatasi krisis dianggap tidak sesuai. Mengakibatkan peningkatan kredibilitas bagi “pendekatan Asia” dalam mengatasi krisis. Pengamatan seberapa integrasi yang terjadi sebenarnya dapat dilakukan pada berbagai aspek ekonomi suatu negara. Namun pengamatan integrasi yang terjadi pada sektor pasar modal merupakan salah satu hal pokok yang perlu diperhatikan. Hal ini disebabkan karena dalam sepuluh tahun ini keuangan internasioanal dan pasar modal menjadi sangat terintergrasi. Ditiadakannya pembatasan arus modal, penggunaan floating exchange rates, peningkatan sistem komunikasi dan beberapa instrument baru lainnya yang memberikan kontribusi dalam proses integrasi. Deregulasi telah mendorong globalisasi dan integrasi yang pada saatnya menciptakan akses yang lebih baik dan sangat transparannya informasi dan harga. (Palac-McMiken, 1997;299).

Beberapa tahun terakhir banyak peneliti yang telah melakukan studi empiris terhadap integrasi pasar modal di ASEAN yang memberikan beberapa kesimpulan yang dapat dikembangkan lebih dalam. Dimulai dengan temuan oleh Click dan Plummer (2005) dengan menggunakan teknik time series kointegrasi untuk menguji adanya korelasi pada pasar ASEAN. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kelima negara ASEAN telah terintegrasi dalam perekonomian namun tida sepenuhnya tersegmentasi oleh perbatasan nasional.

Pendapat tersebut didukung oleh Mukherjee dan Mishra (2007) yang menguji comovement dari dua puluh tiga negara pasar saham. Negara yang berada pada satu daerah didapati lebih terkorelasi dibandingkan dengan negara yang berbeda daerah. Namun, dalam penelitiannya mengenai hubungan antara pasar modal Asia dengan US Siddiqui (2009) yang menggunakan korelasi Pearson menemukan bahwa persentase korelasi berkisar sedang hingga tinggi pada negara-negara tersebut kecuali Jepang yang menunjukan tingkat korelasi yang lebih kecil. Tidak ada pasar modal yang sangat mendominasi pasar modal lainnya dan pengaruh US terhadap pasar modal Asia tidaklah signifikan seperti temuan beberapa penelitian sebelumnya.

Berdasarkan beberapa penelitian tersebut, kondisi sistem perekonomian negara-negara di dunia yang semakin terbuka menyebabkan terjadinya perubahan yang akan mempengaruhi keragaman ekonomi domestik suatu negara, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perubahan regulasi pasar keuangan internasional dan tidak ketatnya capital control menyebabkan investor melakukan diversifikasi investasi secara domestik, antar negara atau secara internasional. Prinsip dasar diversifikasi internasional adalah “the broader the diversification, the more stable the returns and the more diffuse the risks” artinya investor yang melakukan diversifikasi memungkinkan untuk memaksimumkan return portofolio dengan suatu tingkat risiko tertentu atau meminimumkan risiko dengan return tertentu. Hal ini berarti, risiko adalah faktor penting ketika melakukan investasi.

Investor memahami jika pasar saham internasional mempunyai perbedaan karakteristik baik dari segi negara dan industri, sehingga tingkat resiko yang dihadapipun akan berbeda. Investor yang rasional selalu menginginkan tingkat return yang maksimal dari investasinya. Return yang cukup tinggi yang diperoleh pada saham disertai juga dengan tingkat risiko yang tinggi. Dalam saham, risiko terbagi menjadi dua, yaitu risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Risiko sistematis atau biasa juga disebut dengan risiko pasar dalah faktor risiko yang mempengaruhi pasar secara keseluruhan. Jadi, pergerakan harga saham tertentu akan dipengaruhi oleh pergerakan bursa saham secara keseluruhan.

Risiko sistematis ini tidak dapat dikendalikan oleh investor, serta tidak dapat hilang melalui diversifikasi. Sementara itu, risiko tidak sistematis atau sering disebut juga specific risk, adalah risiko bahwa event tertentu yang terjadi pada perusahaan atau industrinya yang kemudian mempengaruhi harga saham perusahaan tersebut. Investor dapat mengurangi risiko tidak sistematik dari suatu investasi saham dengan melakukan pembentukan portofolio saham.

Pembentukan portofolio di pasar internasional akan berdampak pada semakin baiknya tradeoff antara risiko dan return. Melakukan diversifikasi internasional, memungkinkan tergesernya efficient frontier (slopenya menjadi semakin besar) investasi menuju kombinasi risiko dan return yang lebih baik. Semakin terintegrasi dan berkembangnya pasar keuangan global dapat menyulitkan investor untuk memprediksi besarnya expected return dan risiko yang dihadapi. Beberapa isu baik yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan kondisi suatu negara atau perusahaan, akan dengan cepat direspon oleh investor dan ini merupakan salah suatu sinyal negatif dari resiko penularan. Pengaruh negatif ini akan memberikan pengaruh pada stabilitas sektor keuangan internasional dan hal ini merupakan salah satu faktor risiko yang perlu untuk dipertimbangkan dalam melakukan investasi.

Teori portofolio mendeskripsikan bahwa diversifikasi mampu mengurangi risiko portofolio yaitu menghindari investasi pada aset-aset yang berkorelasi sempurna. Investor melakukan diversifikasi internasional dimotivasi untuk memperoleh expected return dan diharapkan bisa tercapai sehingga investor selalu mempertimbangkan besarnya risiko yang diterima. Nilai aset-aset internasional sering kurang berkorelasi dan ditentukan oleh berbagai faktor fundamental ekonomi suatu negara yang terkait. Korelasi antar pasar modal luar negeri merupakan salah satu indikator utama dari keuntungan yang bisa didapatkan oleh diversifikasi antar berbagai kelas aset antar negara. Biasanya, negara maju dengan perekonomian yang tentunya lebih maju mempunyai keterkaitan yang cukup erat pada perdagangan antar negara dan cenderung memiliki tingkat korelasi yang lebih tinggi dengan perekonomian dunia.

Konsep dari teori keuangan internasional mendeskripsikan bahwa pasar yang tersegmentasi akan memberikan dampak positif bagi nilai portofolio internasional. Investor dapat meminimalkan risiko dengan melakukan diversifikasi sehingga risiko-risiko investasi akan menyebar ke berbagai negara yang berbeda dan investor dapat juga meminimalkan efek negatif dari volatalitas pasar serta untuk jangka panjang akan meningkatkan return. Studi Grauer dan Hakansson (1987) menyatakan bahwa risiko investasi portofolio internasional dapat dikurangi dengan memasukkan aset asing ke dalam investasi portofolio suatu negara. Faktor utama yang menentukan keuntungan diversifikasi internasional adalah suku bunga dan country risk. Suku bunga merupakan risiko yang dimiliki suatu negara, risiko yang dimaksud`adalah risiko dalam investasi. Semakin tinggi suku bunga maka akan menyebabkan semakin tinggi masuknya aliran modal asing ke dalam negeri.

Melalui perkembangan saham domestik dan saham internasional yang berbeda, perkembangan bursa saham antara negara satu dengan lainnya tidak sama, sehingga investor harus melakukan diversifikasi, baik dipasar modal domestik maupun internasional.

Advertisements

Diversifikasi Meminimumkan Risiko


Diversifikasi untuk meminimumkan risiko

Sebagai kas surplus atau individu dengan penghasilan lebih besar dari pada pengeluaran rutin, anda tentunya berkepentingan dengan penempatan dan pertumbuhan dana Anda.

Untuk itu, Anda rajin membaca dan mencari informasi yang berhubungan dengan alternatif investasi yang layak dipertimbangkan.Sebagian besar ajaran investasi itu dapat dipastikan menasihatkan Anda untuk melakukan diversifikasi, untuk tidak menaruh semua telur yang Anda miliki di keranjang yang sama.

Semua buku teks wajib investasi dan pasar modal juga merekomendasikan hal yang sama. Pengamat pasar keuangan dan penasihat investasi pun mengatakan yang sama. Tak dapat dibantah lagi, diversifikasi adalah kaidah terpenting dalam investasi, sekaligus pilar utama dalam pembentukan portofolio. Investor umumnya percaya dan menerima adagium ini bahwa diversifikasi itu hukumnya wajib.

Sejak 1952

Konsep diversifikasi berawal dari disertasi Harry Markowitz pada 1952. Dengan begitu indah dan gamblangnya, Markowitz menurunkan manfaat utama diversifikasi secara kuantitatif dengan menggunakan portofolio yang terdiri atas dua aset berisiko. Untuk itu, pemenang Nobel Ekonomi 1990 ini hanya memerlukan tiga variabel, yaitu return dan risiko dari masingmasing aset serta koefisien korelasi antara kedua aset itu.

Dengan matematika sederhana, Markowitz berhasil membuktikan bahwa risiko portofolio dapat menjadi minimum, jika kedua aset itu mempunyai koefisien korelasi negatif sempurna, yaitu negatif 1. Contoh dua sekuritas seperti itu adalah dua saham yang harganya selalu bergerak secara berlawanan. Jika yang satu naik, yang lainnya turun dengan derajat yang sama,dan sebaliknya. Contoh konkretnya mungkin adalah dua saham perusahaan yang produknya ramai di musim hujan, seperti jaket, jas hujan, dan payung; sedangkan yang satunya lagi justru laku pada musim panas,seperti eskrim dan pakaian/perlengkapan ke pantai.

Markowitz juga menemukan diversifikasi selalu dapat menurunkan risiko portofolio, sepanjang koefisien korelasi tidak positif sempurna atau lebih kecil dari satu. Dengan return yang sama, portofolio dengan risiko yang lebih rendah sudah tentu lebih disukai. Untuk ilustrasi, misalkan kita mempunyai dua aset berisiko yaitu A dan B. Misalkan expected returnatau E (r) dan risiko aset A adalah 10 persen dan 7 persen, sementara aset B yang lebih berisiko mempunyai E (r) dan risiko sebesar 20 persen dan 10 persen.

Portofolio yang terdiri atas dua aset itu akan mempunyai E (r) antara 10 persen hingga 20 persen, bergantung persentase investasi dalam aset A dan B.Jika seluruh dana ditanamkan dalam A, E (r) adalah 10 persen; sedangkan jika dana sepenuhnya ditaruh dalam B, E (r) menjadi 20 persen. Jika bobot investasi dibagi merata menjadi 50 persen masing-masingnya, E (r) menjadi 15 persen. Untuk menghitung E (r) portofolio, kita dapat melakukannya dengan mudah karena hanya mengalikan bobot dengan expected return dan kemudian menjumlahkannya.

Aturan yang sama seperti di atas masih dapat diterapkan untuk menghitung risiko portofolio jika dan hanya jika koefisien korelasi adalah 1. Untuk kasus koefisien korelasi adalah positif sempurna, risiko portofolio dapat dipastikan akan berada pada kisaran 7 persen hingga 10 persen, bergantung bobot investasi dalam aset A dan B. Jika bobot masing-masing 50 persen,risiko portofolio akan berada tepat di tengah-tengahnya juga yaitu 8,5 persen. Risiko portofolio tidak mungkin lebih kecil dari 7 persen. Diversifikasi terbukti tidak memberikan manfaat apa pun.

Menurunkan Risiko

Namun jika koefisien korelasi lebih kecil dari 1, diversifikasi akan bermanfaat, tetapi kita tidak dapat langsung mengalikan dan menjumlahkan seperti di atas untuk menghitung risiko portofolio. Semakin rendah koefisien korelasi akan semakin besar manfaat diversifikasi dan diversifikasi optimal akan tercapai saat koefisien korelasi adalah negatif 1.

Dalam contoh di atas,risiko portofolio akan dapat turun menjadi jauh di bawah 7 persen yaitu hanya 1,5 persen jika koefisien korelasi aset A dan B negatif 1 dan bobot masing-masing 50 persen, sementara E (r) akan tetap sebesar 15 persen. Itulah sebabnya, diversifikasi yang dianjurkan adalah yang memperhitungkan koefisien korelasi dan bukan yang acak (random). Walaupun demikian, diversifikasi yang sering dilakukan investor adalah diversifikasi naif atau polos yaitu yang membagi dana ke dalam n alternatif investasi sebesar masing-masing 1/n.

Pertanyaannya adalah,apakah diversifikasi sedemikian saktinya sehingga sebagian besar investor menerapkannya. Faktanya, lain teori,lainpraktik. Blume, Crockett, dan Friend (1974) menemukan 34,1 persen investor Amerika dari sampel 17.056 investor hanya memegang satu saham pembayar dividen, 50 persen mempunyai dua saham, dan hanya 10,7 persen yang mengoleksi lebih dari 10 saham.Survei Reserve Board (1975) juga memberikan hasil yang sama bahwa rata-rata jumlah saham dalam portofolio investor individu adalah 3,41.

Lease,Lewellen, dan Schlarbaum (1976),King dan Leape (1984),dan terakhir Starr-McCluer (1994), juga mendapatkan hasil yang sama bahwa sebagian besar investor individu (70 persen) tidak melakukan diversifikasi, bahkan ketika aset selain saham diperhitungkan. Ketika ditanyakan alasan tidak melakukan diversifikasi, salah seorang investor yang memegang satu saham dalam portofolionya ada yang menjawab,”I let Bill Gates manage my portfolio.”Pengamatan saya terhadap portofolio investor saham individu di BEI yang jumlahnya sekitar 200.000 juga tidak jauh berbeda.

Dalam berinvestasi saham, lebih banyak yang tidak melakukan diversifikasi dengan rata-rata (mean) jumlah saham dalam portofolio hanya 4,4 saham dan median 2 saham.Pasti ada alasan kuat investor saham meninggalkan strategi diversifikasi. Saya akan menceritakan alasan-alasan mereka, sekaligus kelemahan diversifikasi pada kesempatan lain.
Budi Frensidy – Penasihat Investasi dan Penulis Buku Matematika Keuangan

Sumber: https://ekbis.sindonews.com/read/679572/39/diversifikasi-untuk-meminimumkan-risiko-1350187384

Ekonomi Umat


Islam mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk masalah kehidupan ekonomi.

Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqithi berkata, “Al-Qur’an telah menjelaskan kaidah dalam masalah ekonomi pada dua permasalahan: Pertama Pintar dalam mencari harta, Allah membuka lebar segala pintu untuk mencari harta selagi tidak melanggar agama. Sebagaimana firman-Nya dalam (QS. al-Jumu’ah: 10) yang artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Kedua Pintar dalam membelanjakan harta, Allah telah memerintahkan untuk hemat dan tidak boros dalam membelanjakan harta. Sebagaimana firman-Nya dalam (QS. al-Furqan: 67). yang artinya: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

Sifat yang ditekankan dalam membangun Ekonomi Umat sebagai pondasi yaitu: Pertama Keadilan; Urusan manusia akan langgeng di dunia, selama keadilan masih ditegakkan. Oleh karena itu, negeri yang adil akan tegak sekalipun penduduknya kafir, sebaliknya negeri muslim tidak akan tegak jika penuh dengan kezaliman. Kedua Kejujuran; Kejujuran adalah asas semua kebaikan, sedangkan kedustaan adalah asas dan penopang semua kejelekan. Ketiga Kesabaran; Sabar dalam melaksanakan amalan yang baik dan meninggalkan yang dilarang. Keempat Keberanian, bukanlah kekuatan badan, tetapi kuat dan tegarnya hati terhadap semua ganguan dan cobaan yang dihadapi.

Jika tata kehidupan ekonomi umat Islam jauh dari ajaran Islam itu sendiri, maka kekurangan dan kehinaan yang akan mereka rasakan.

Nabi SAW bersabda: “Jika kalian jual beli dengan sistem ‘inah (riba), Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian yang tidak akan dicabut sampai kalian kembali kepada agama kalian” (HR. Abu Dawud 3462).

Hujan (Rain)


hujan

Allah dalam al-Quran, menyebut hujan sebagai sesuatu yang diberkahi,

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

Kami turunkan dari langit air yang berkah (banyak manfaatnya) lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam. (QS. Qaf: 9)

Allah juga menyebut hujan sebagai rahmat,

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِن بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji (QS. as-Syura: 28)

Karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang soleh masa silam, sangat gembira dengan turunnya hujan. Sehingga mereka mengambil berkah dengan air hujan. Read more https://konsultasisyariah.com/23869-berobat-dengan-air-hujan.html

Sudah beberapa bulan ini hampir seluruh wilayah Indonesia setiap hari diguyur hujan, bahkan kadang seharian penuh. Hujan sesungguhnya adalah anugerah dari Allah bagi hamba-hamba-Nya. Hujan adalah ciptaan Allah, tak seorang pun yang mampu mendatangkan hujan sebagaimana Allah mendatangkan hujan. Sebab Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Allah berfirman, “Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat [41]: 39).
Hujan adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah pernah bersabda, “Carilah doa yang mustajab pada tiga keadaan: bertemunya dua pasukan, menjelang shalat dilaksanakan, dan saat hujan turun” (HR Baihaqi’). Bahkan Rasulullah pernah berdoa, “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan” (HR Bukhari).Karena itu, jika kemarau dirasakan terlalu panjang hingga kekeringan, maka kaum Muslimin dianjurkan melaksanakan shalat Istisqa, meminta hujan kepada Allah Sang Pencipta kemarau dan hujan. Sebab fenomena kemarau dan hujan adalah dua tanda-tanda kekuasaan Allah untuk menjadi renungan bagi manusia. Sebelum melaksanakan shalat Istisqa, dianjurkan untuk berpuasa, bersedekah, dan bertobat. Saat pelaksanaan Istisqa, dianjurkan seluruh warga keluar bersama anak-anak dan hewan-hewan ternak dengan memakai pakaian yang sederhana dengan terus memanjatkan doa yang khusyuk dan merendahkan hati.Dalam perspektif teologis, musim kemarau maupun hujan adalah bagian dari peringatan dan teguran dari Allah bagi manusia. Dari Aisyah berkata, apabila Rasulullah melihat mendung atau angin (kencang) terlihat (perubahan) di wajahnya, lalu aku bertanya: “Wahai Rasulullah, aku lihat manusia bergembira ketika melihat mendung karena berharap akan turun hujan, tetapi aku lihat engkau ketika melihatnya (mendung), aku mengetahui dari wajahmu engkau tidak menyukainya.”

Lalu Rasulullah bersabda: “Wahai Aisyah, tidak ada yang memberi keamanan akan datangnya azab (kecuali Allah) yang telah mengazab suatu kaum dengan angin (kencang), padahal kaum tersebut melihat azab itu lalu mereka mengatakan: ‘Ini hanya mendung yang akan menurunkan hujan kepada kami’ (padahal itu adalah azab Allah).(QS al-Ahqaf: 24]” (HR Bukhari dan Muslim).

Peringatan dan teguran Allah kepada manusia berkaitan erat dengan perilaku manusia dalam menyikapi kehidupan, alam dan sesama manusia. Terhadap alam dan lingkungan, manusia terbukti telah melakukan berbagai kerusakan. Manusia telah melakukan berbagai eksplorasi bumi dan hutan hingga merusak keseimbangan alam yang telah Allah atur keseimbangannya secara sistemis dan sistematis. Eksplorasi sumber daya alam  besar-besaran dan pembakaran hutan dengan tujuan materialisme segelintir manusia kapitalis dengan mengabaikan aspek teologis dan kesejahteraan rakyat adalah bentuk kezaliman kemanusiaan.

Allah telah mengingatkan manusia untuk menjaga keseimbangan alam yang telah Allah tata sedemikian rupa bagi kebaikan manusia seluruhnya. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. Tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan, kedua-duanya tunduk kepada-Nya. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia letakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (QS ar-Rahmaan: 3-9).

Kesalahan dan perusakan lingkungan demi keuntungan duniawi akan mendatangkan bencana bagi manusia itu sendiri. Ketidakseimbangan lingkungan alam akan mendatangkan kekeringan jika musim kemarau, dan akan mendatangkan banjir dan tanah longsor saat musim hujan.

Oleh: Ahmad Sastra

(http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/17/02/24/oluz64313-hujan)

Pesan Buat Pengajar dan Pelajar


manajemen-keuangan-syariah-mantenhouse-com_-702x510

Bertanya adalah kunci ilmu. Ali RA menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: “Ilmu itu laksana lemari (yang tertutup) rapat dan kunci pembukanya adalah pertanyaan. Oleh karena itu, bertanyalah kalian karena sesungguhnya dalam tanya jawab diturunkan empat macam pahala, yaitu untuk penanya, orang yang menjawab pertanyaan, para
pendengar, dan orang yang mencintai mereka.” (HR Abu Naim).

Bagi penuntut ilmu, bertanya adalah strategi untuk meraih ilmu. Sedangkan, bagi pengajar, bertanya adalah metode untuk menyampaikan ilmu. Bagi penuntut ilmu, bertanya hendaknya dilandasi rasa ikhlas. Bukan dengan maksud untuk berdebat kusir atau menyombongkan diri karena ingin dianggap sebagai orang pandai.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menuntut ilmu untuk menyombongkan diri di hadapan para ulama atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh untuk menarik perhatian manusia maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka.” (HR. Tirmidzi).

Senada dengan hal tersebut, Ibnul Qayyim berkata: “Jika Anda duduk bersama seorang ahli ilmu, maka bertanyalah untuk menuntut ilmu, bukan untuk melawan.” (Miftah Daris Saadah: 168). Itulah sebagian adab bertanya bagi para penuntut ilmu. Bagi pengajar, bertanya adalah salah satu keterampilan yang harus dikuasai.

Metode bertanya bisa digunakan untuk melatih kemampuan berpikir para penuntut ilmu. Rasulullah SAW biasa menggunakan pertanyaan untuk menyadarkan seseorang tentang suatu kebenaran melalui cara berpikir logis. Dalam beberapa kasus, Rasulullah SAW sering meminta si penanya mengulangi pertanyaannya agar beliau bisa menjawab pertanyaan dengan lengkap.

Diriwayatkan dari Abu Qatadah bahwasanya Rasulullah SAW berdiri di tengah-tengah para sahabat, kemudian beliau menjelaskan bahwa jihad di jalan Allah dan iman kepada Allah adalah amal yang paling utama. Lalu ada seseorang berdiri dan bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana menurut Tuan jika aku terbunuh saat berjihad di jalan Allah, apakah dosa-dosaku diampuni? Beliau menjawab: “Ya, jika engkau terbunuh di jalan Allah dalam keadaan sabar, ikhlas, dan tegar menghadapi musuh.”

Selanjutnya, beliau mengajukan pertanyaan: “Apa yang engkau tanyakan tadi?” Orang tersebut lalu mengulangi pertanyaannya: “Aku tadi bertanya, bagaimana menurut Tuan jika aku terbunuh di jalan Allah, apakah dosa-dosaku akan terampuni?” Rasulullah lalu menjawabnya lagi: Ya, jika kamu bersabar, ikhlas, dan tegar menghadapi musuh,
selain persoalan utang, karena sungguh Jibril baru saja mengatakan yang demikian itu kepadaku.” (HR Muslim dan Nasai).

Mengajar yang baik adalah membuat pertanyaan yang baik pula. Rasulullah SAW bersabda, “Pertanyaan yang baik itu adalah sebagian dari ilmu.” (HR Ad Dailami). Peranan pertanyaan sangat penting dalam situasi pengajaran dan pembelajaran.

Strategi bertanya dapat efektif digunakan untuk beragam tujuan, seperti untuk mengetahui tingkat pemahaman ilmu, melibatkan murid dalam diskusi, menarik perhatian murid, menyediakan kesempatan untuk mengulangi materi ilmu yang sudah disajikan, serta mengembangkan keterampilan berpikir murid.

Bertanya adalah kunci untuk membuka tabir ilmu. Dengan bertanya, kita menjadi terlatih untuk berpikir. Dengan berpikir, itulah sebaik-baik cara menggunakan akal sebagai anugerah dari Allah SWT. Akhirnya, akal pula yang bisa membantu kita memahami hal esensial, untuk apa dan untuk siapa ilmu seharusnya dimanfaatkan. Wallahualam bishawab. REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Asep Sapaat.

(sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/16/12/20/oig8v9301-kunci-ilmu)

Bela Al Quran


index

ALLOH Swt. berfirman, “Dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair, sedikit sekali kamu beriman kepadanya. Dan bukan pula perkataan tukang tenung, sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.” (QS. Al Haaqoh [69] : 41-43)

Al Quran adalah firman Alloh Swt., oleh karena itu setiap orang yang beriman kepada Alloh dan kitab-Nya akan sangat tersinggung dan terluka hatinya manakala Al Quran dilecehkan. Dan, menjadi hal yang sangat wajar jikalau umat Islam bereaksi seperti kejadian tempo hari.

Bagi kita umat Islam, kegiatan beberapa waktu yang lalu hanyalah salah satu cara saja dari sekian banyak cara kita membela Al Quran. Karena ternyata dari kejadian tersebut ada hikmah yang sangat besar bagi kita yaitu semakin banyak di antara kita yang membuka Al Quran hingga terjemah bahkan hingga tafsirnya. Semakin banyak diskusi kita mengenai ayat Al Quran dan nilai yang terkandung didalamnya. Maasyaa Alloh!

Sehingga saudaraku, ada hal yang jauh lebih besar yang penting sekali kita perbuat setelah kejadian kemarin, yaitu bagaimana kita umat Islam benar-benar mencintai kitab sucinya, membacanya, memahaminya, menghafalkannya, mengamalkannya dan mengajarkannya. Jangan sampai ada orang yang berbeda akidahnya dengan kita akan tetapi leluasa saja berbicara mengenai Al Quran, sedangkan kita bingung harus memberi respon seperti apa. Jangan sampai ada orang yang akidahnya di luar kita lebih fasih mengomentari Al Quran, sedangkan kita membacanya saja jarang apalagi memahaminya dan mengamalkannya.

Mari kita bertekad untuk tidak hanya fokus pada penista Al Quran saja, tidak hanya fokus pada sisi emosional dan rasa tersinggung saja. Akan tetapi mari kita lebih fokus pada perbaikan diri kita. Boleh jadi masih banyak dari umat ini yang masih buta Al Quran, belum bisa membacanya apalagi memahaminya. Mari kita jadikan momentum kemarin sebagai momentum kita kembali kepada Al Quran, lebih mencintainya dengan mengakrabi, memahami, dan mengamalkan Al Quran. Demikianlah pembelaan yang sejati terhadap Al Quran. []

Sumber: https://www.facebook.com/KH.Abdullah.Gymnastiar/?hc_ref=NEWSFEED&fref=nf

Bela ISLAM


index

Burung Pipit Bantu Padamkan Api

Negara Babylon adalah negeri yang aman dan makmur. Raja yang memerintah negeri itu ialah Raja Namrud bin Kan’an. Negeri Babylon ini mempunyai tanah yang luas dan subur.

Raja Namrud memerintahkan rakyatnya mengukir patung-patung berhala. Mereka menganggap patung-patung itu adalah Tuhan.

Ketika itu, Nabi Ibrahim diutus untuk menyeru keluarganya dan kaumnya supaya meninggalkan penyembahan berhala. Tetapi mereka tidak mengendahkannya.

Akhirnya, Nabi Ibrahim pergi ke istana Raja Namrud. Baginda mahu menemui Raja Namrud dan pembesar-pembesarnya. Baginda mahu penyembahan berhala dihentikan. Raja Namrud dan pengikutnya tidak mengendahkannya.

Pada setiap tahun, rakyat Babylon akan menyambut perayaan secara besar-besaran. Pada hari tersebut mereka akan keluar menuju ke tempat perhimpunan. Ketika itulah Nabi Ibrahim menjalankan rancangannya.

Selepas mereka keluar menyambut perayaan, Nabi Ibrahim masuk ke tempat penyembahan mereka. Baginda memecahkan patung-patung berhala kecuali patung yang paling besar.

Kemudian baginda menggantungkan kapak tadi di leher patung yang paling besar itu.

Selepas itu pulanglah semua orang daripada menyambut perayaan. Mereka pergi ke tempat berhala itu untuk menyembahnya. Alangkah terkejutnya mereka apabila didapati semua tuhan-tuhan mereka telah hancur dan berselerakan di atas lantai.

Mereka mencari Nabi Ibrahim dan menangkapnya. Raja Namrud mahu Nabi Ibrahim dibawa ke hadapan orang ramai supaya menjadi saksi atas perbuatan jenayahnya. Raja Namrud memerintahkan Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup.

Raja Namrud memerintahkan seluruh rakyatnya mengumpul kayu-kayu. Setelah satu timbunan kayu api yang besar dilonggokkan, api pun dinyalakan. Nabi Ibrahim diikat dan diletakkan di atas pelontar lalu dicampakkan ke dalam api yang marak itu.

Ketika Nabi Ibrahim dibakar, burung-burung yang berterbangan juga menyaksikan peristiwa tersebut. Ada seekor burung pipit yang berasa kasihan melihat baginda yang dibakar hidup-hidup itu. Burung pipit itu mahu menolong Nabi Ibrahim.

Burung pipit itu terbang mencari air. Ia menyedut dan menyimpan air tersebut di dalam paruhnya yang kecil itu. Burung-burung lain kehairanan melihat perlakuan burung pipit.

“Wahai pipit, apa yang engkau mahu lakukan?” tanya burung-burung yang lain.

“Aku mahu membantu Nabi Ibrahim. Aku mahu padamkan api yang membakar Nabi Ibrahim,” jawab burung pipit.

“Macam mana kamu mahu padamkan api itu. Kamu tidak mampu membawa air yang banyak. Paruh yang kamu ada itu kecil. Sia-sia saja usaha kamu itu,” kata burung lain pula.

Walau bagaimanapun, burung pipit tidak berputus asa dan meneruskan usahanya untuk membantu Nabi Ibrahim. Lalu ia membawa air yang disimpan di dalam paruhnya itu ke arah api yang marak. Dengan izin Allah, api yang marak itu semakin berkurangan. Itu sahaja yang ia mampu untuk membantu Nabi Ibrahim. Walaupun sedikit sahaja pertolongannya, ia berpuas hati. Sekurang-kurangnya ia dapat membantu Nabi Ibrahim.

Setelah kayu-kayu itu menjadi bara, maka orang ramai menghampiri unggun api yang telah menjadi bara. Burung pipit itu berasa gembira. Keyakinan burung pipit terhadap kekuasaan Allah semakin kuat dan terbang dengan penuh kesyukuran.

Orang ramai yang berada di situ berasa terkejut apabila melihat Nabi Ibrahim keluar daripada bara api itu seperti sediakala. Badannya sedikitpun tidak melecur.

*Petikan daripada buku Untaian 366 Kisah daripada al-Quran terbitan Edusystem Sdn. Bhd.

 

Tak terasa.. Saat membaca bisa menangis.. Allohuakbar..

Sebuah Kesaksian
By: DenySuwarja
Tadinya tidak terpikirkan,ikut menjemput dan mengawal para peserta long march Ciamis-Jakarta di Malangbong.  Saat ada keperluan di Cibatu, pukul 15.40 WIB membaca  update info rombongan dari salah seorang peserta. Bahwa, rombongan sudah tiba di mesjid Agung Malangbong.  Tertarik dan panggilan hati, ingin memberi dukungan moril kepada mereka.
Via Sasakbeusi, menuju Malangbong.  Perasaan dan hati dibuat bangga dan sejuk. Betapa tidak, di sepanjang tepi jalan tampak masyarakat berkerumun  di setiap sudut.  Anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, kakek-kakek, nenek-nenek semua bersiap menyambut, lengkap dengan makanan dan minuman bahkan buah-buahan.
Di Lewo, berhenti sejenak. Mendekati kerumunan itu dan memasang kamera kecil.  Saat ditanya mengapa mereka melakukan hal itu? Jawaban mereka:”Lillahita’ala, demi Allah, demi agama kami, demi  membela Al  Quran yang telah dinistakan”.

“Ini murni dari hamba Allah, bukan dari partai politik yang dituduhkan si penista! Kami tidak bisa ikut long march. Tapi, kami ingin mendukung mereka. Tukang tahu, menyumbang tahu. Tukang emplod, tukang tempe, tukang kerupuk, tukang roti, tukang bala-bala. Bapak lihat sendiri, ini di depan. Semua sumbangan sukarela. Ikhlas, gak ada yang membayar!”, jawab mereka.
Subhanallah. Bulu kuduk merinding, ada yang tersekat di tenggorokan.  Mereka rakyat biasa, begitu rela berkorban. Demi keyakinan dan keimanan mereka yang diinjak-injak dan dinistakan.  Mereka rela berkorban dan sudah berdiri di sana, lebih kurang 1,5 jam. Padahal rombongan long march, baru tiba di mesjid Agung Malangbong dan rehat dengan sholat magrib.  Perjalanan baru akan dilanjut bada sholat Magrib.
Tiba di mesjid Agung Malangbong, suasana seperti malam takbiran.  Setiap melewati kerumunan orang-orang gema takbir dan kepalan tangan terangkat selalu terucap. Tegas tanpa rasa ragu. Tampak beberapa ada yang makan nasi bungkus berdua, bahkan ada yang bertiga sambil duduk bersandar ke tembok.  Belakangan mendapat informasi dari koordinator konsumsi, bahwa makanan, snack, ari kemasan, obat-obatan lebih dari cukup sumbangan sukarela dari masyarakat yang terlewati rombongan. Yang kurang adalah  untuk nasi bungkus/box.  Untuk nasi bungkus/box sering mengalami keterlambatan karena langsung didrop dari pesantren di Ciamis!!!  Namun peserta tidak mengeluh, saat di Malangbong mendapatkan sumbangan 300 nasi bungkus dari masyarakat setempat. Mereka rela berbagi dengan teman-temannya! Subhanallah!
Untuk makanan kemasan seperti biskuit atau roti dan air kemasan lebih dari cukup. Bahkan, mobil feeding kewalahan untuk mengangkut semua itu. Alternatifnya koordinator konsumsi harus mendatangakan truk dump truck yang besar, untuk mengangkut semua konsumsi yang disediakan masyarakat sepanjang Ciamis-Malangbong. Pastinya akan terus bertambahan selama perjalanan ke Jakarta. Yang mengiris hatis diantara makanan kemasan tampak juga makanan tradisional seperti cuhcur, ali agreg, burayot, rangginang, emplod, ladu, bahkan air kopi panas yang dimasukan plastik ada di sana!  Yang pasti semua makanan tradisional tersebut diolah olah rakyat kebanyakan, rakyat miskin, rakyat yang tidak rela kitab sucinya dihina dan ingin membela dengan cara mereka.
Kumandang adzan magrib bergema! Wajah-wajah yang tidak bisa menyembunyikan rasa lelah tapi dengan sorot mata penuh semangat itu langsung mengambil air wudhu.  Tidak sampai 2 menit, kerumunan jemaah lebih dari 2000 orang tersebut (plus mukimin). Langsung berbanjar rapi. Tanpa harus berteriak-teriak ala polisi yang kemarin sempat melarang mereka PO bus agar tidak menyewakan bus kepada mereka. Mereka tertib rapih, merapatkan barisan menghadap kiblat, rapi makmum hanya sesaat setelah mendengar suara iqamat.
Selama sholat, tidak terasa mata basah. Alhamdulillah, bisa ikut berjamaah bersama mereka. Terasa atmosfer ghirah izzatul Islam yang kental. Khusu dan penuh kesyahduan. Setelah membaca salam, air mata makin basah saat para santri tersebut bersalaman sambil mencium tangan saya penuh hormat. Padahal saya tidak mengenal mereka. Mereka tidak mengenal saya. Akhlak mereka begitu santun, saat melewati orang yang lebih tua mereka berjalan membungkuk, merendahkan tubuhnya dengan posisi tangan lurus ke bawah menyentuh lutut.
Hujan turun gerimis saat meninggalkan mesjid Agung Limbangan, agar dapat mengambil gambar yang bagus.  Lebih kurang 6 km dari alun-alun Malangbong, berhenti di sebuah warung untuk menyantap mie sambil menunggu rombongan, buang air kecil dan ngopi. “Paling perkiraan memakan waktu satu jam dari Malangbong ke sini!” kata si Bapak pemilik warung. “Bapak yakin? Saya perkirakan paling 30 menit. Kan hanya 6 km!” bantah saya. Tapi, saya dan istri dibuat terpelongo belum lima belas menit duduk sambil menikmat mie rebus. Tiba-tiba dari arah timur mobil polisi yang mengawal sudah tiba. Polisi memberlakukan jalur satu arah.
Kendaraan dari arah Malangbong diminta menepi.

Tidak sampai lima menit kemudian, dalam guyuran hujan yang makin deras. Tampak rombongan muncul dari arah Malangbong! Hanya 20 menit! Mereka bertakbir, bersholawat menembus hujan dengan hanya berlapiskan jas hujan plastik keresek. Beriringan, sebagian ada yang berpegangan tangan, sebagian ada yang membawa tongkat. Sebagian ada yang menggandeng temannya. Tidak henti, mobil ambulan dan mobil evak yang mengikuti rombongan. Memberikan pengarahan kepada para peserta yang sudah tidak kuat berjalan jangan memaksakan, silakan naik mobil  yang kedua lampu daruratnya menyala. Tapi yang minta dievak bisa dihitung dengan jari. Mayoritas mereka tetap berjalan, bahkan ada yang setengah berlari menembus hujan deras.
Menuju ke Warung Bandrek,Kersamanah di sepanjang jalan tampak masyarakat menyemut. Lebih heboh daripada tadi sore saat mereka menunggu rombongan.  Makanan dan minuman yang disediakan mereka makin banyak. Seorang nenek, berdiri di antara kerumunan masyarakat. Di tangannya tampak dia memegang sebungkus emplod (makanan khas lewo dari singkong). Seorang Bapak sibuk, menyeduh kopi panas di gelas plastik dan memberikan dengan penuh kasih sayang serta doa kepada setiap peserta yang melewatinya!
Suasana sangat Islami, tulus, ihlas dan ukhuwah Islamiyah.  Berkali-kali saya dan istri menyeka air mata saat menyaksikan mereka di sepanjang perjalanan.  Allahu Akbar!

Ya Allah, saksikanlah kami ridho Engkau menjadi Tuhan kami.  Kami ridho Islam menjadi agama kami. Kami ridho Nabi Muhammad S.A.W. menjadi Rosul kami, kami rela Al Quran menjadi kitab suci kami! Jauhkan kami dari orang-orang munafik, yang  menyangkal kebenaran… 😭😭😩😩

Bimtek Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)


(Continuous Quality Improvement).

Peningkatan penjaminan mutu, relevansi, keterjangkauan, pemerataan yg berkeadilan, dan akses pendidikan secara berkelanjutan. (UU No. 12 Th. 2012 tentang Pendidikan Tinggi)

Prof. Dr. H. Slamet Widodo, M.S., M.M.

(Gambar 1: Koordinator Kopertis Wil 2 memberikan arahan seksligu membuka Bimbingan Teknis Penjaminan Mutu)

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.

Gambar 2: Dirjen Penjaminan Mutu Kemenristek Dikti memberikan arahan dan masukan.

Ruang lingkup standar nasional pendidikan tinggi:

– Standar Nasional Pendidikan

– Standar Nasional Penelitian

– Standar Nasional Pengabdian Masyarakat.

Gambar 3: Peserta Bimtek Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi di wilayah KopWil 2 (Febriyanto, SE, MM.)

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kemristek Dikti dan Kopertis Wilayah 2, di Bandar Lampung, 17-18 November 2016.