4 Kiat Sukses Usaha: Yang Tidak Diajarkan di Sekolah Bisnis


Kiat Sukses Usaha: Jadikan Beramal Sebagai Niat

Kiat sukses usaha yang pertama adalah menjadikan amal sebagai niat. Niat mencari nafkah juga insya Allah ibadah, namun mencari nafkah seringkali hanya fokus pada keluarga sendiri. Berbeda jika kita berniat untuk amal, untuk berkontribusi, atau memberi kepada banyak orang, itu akan memberikan motivasi yang lebih besar.

Ada dua manfaat dari niat usaha Anda ini. Yang pertama motivasi Anda menjadi lebih besar, karena target Anda besar. Tujuan besar akan memberikan motivasi besar dalam usaha. Yang kedua insya Allah akan membawa kebaikan kita di akhirat selama kita ikhlas menjalankannya.

Agar sesuai dengan kaidah SMART, target saja kontribusi Anda dengan spesifik dan terukur. Jika Anda mengatakan “ingin bermanfaat untuk banyak orang”, itu masih mengambang. Apa manfaat yang ingin Anda berikan, seberapa banyak, dan kapan targetnya. Akan lebih jika tujuan Anda seperti ini:

“Saya ingin membuka lapangan kerja baru untuk 100 orang di akhir tahun 2013

“Saya ingin membangun pesantren untuk 1000 santri pada akhir tahun 2015

Seperti itulah, tujuan yang tegas dan memberdayakan yang akan memberikan motivasi lebih.

Siapa yang tidak yakin dengan keajaiban memberi?

Kiat Sukses Bisnis Yang Kedua: Jangan Berhenti

Kiat sukses usaha yang selanjutnya adalah jangan berhenti. Mengapa? Sebab satu-satunya penyebab gagal adalah berhenti. Serius! Jika ada yang mengatakan tidak punya modal kemudian dia gagal, sebenarnya dia hanya berhenti mencari modal, dia berhenti mencari ide mengoptimal yang dia miliki, atau dia berhenti belajar mendapatkan modal.

Banyak orang yang tidak punya modal, namun mereka tetap berhasil karena mereka tidak berhenti. Mereke tidak berhenti mencari modal, belajar mencari modal, mengumpulkan modal, atau memanfaatkan apa yang dia miliki. Pokoknya, dia tidak berhenti.

Jadi, apa pun halangan dan kekurangan Anda dalam usaha, jangan berhenti. Jika ada halangan, jangan berhenti untuk mencari cara mengatasi. Jika ada kekurangan, jangan berhenti untuk berusaha menutup kekurangan. Jika kalah dalam persaingan, jangan berhenti untuk berusaha menjadi juara lagi.

Bahkan, saat bisnis Anda bangkrut dan menyisakan utang, jangan berhenti untuk bangkit lagi. Selama Anda masih berusaha bangkit, Anda belum gagal. Anda hanya gagal saat Anda berhenti, diam, dan menyerah.

Do’akan Saudara Anda Agar Sukses Dalam Usahanya – Dijamin!

Kiat sukses usaha yang ketiga adalah mendo’akan saudara kita (saudara seiman) agar sukses dalam usahanya. Dan, triknya adalah jangan sampai saudara Anda mengetahui bahwa Anda mendo’akan mereka. Ini dahsyat dan dijamin berhasil karena Rasulullah

Mulai sekarang, silahkan do’akan saudara seiman kita agar berhasil dalam usahanya.

Kiat Yang Keempat Adalah: Miliki Ilmunya

Kata siapa sukses usaha harus bodoh? Kata orang bodoh mungkin. Saya mengenal pak Purdie Chandra, beliau itu jenius, tidak bodoh. Dia pintar mencari uang! Bagaimana dengan Om Bob Sadino? Sama, dia juga pintar mencari uang, dia pintar melihat peluang, dia pintar membangun bisnis. Buktinya bisa kita lihat sendiri.

Semua pebisnis sukses itu pintar, tidak ada yang bodoh. Mungkin dari segi pendidikan formal, ada yang tidak sekolah, tamat SD, atau SMP, namun dari segi ilmu bisnis mereka itu jagonya meski tidak di dapatkan dari pendidikan formal. Bisa dari pengalaman atau belajar kepada orang lain.

Kuncinya adalah jangan batasi ilmu itu dari pendidikan formal, meski pun itu adalah tidak jelek. Bukan… bukan ilmu yang membuat orang banyak pertimbangan sehingga tidak bertindak, tetapi sikap orang tersebut saja yang labil dan tidak berani mengambil keputusan. Jadi, jangan salahkan ilmu, sebab dalam Islam ilmu memiliki posisi yang tinggi.

“Ilmu adalah hidupnya Islam dan Pilarnya Iman. Barangsiapa mengajari ilmu, maka Allah menyempurnakan pahalanya, dan barangsiapa belajar dan mengamalkan (ilmunya) maka Allah mengajarkannya sesuatu yang tidak diketahuinya” (HR. Abu Al-Syaikh).

“Barangsiapa yang menghendaki kebaikan di dunia maka dengan ilmu. Barangsiapa yang menghendaki kebaikan di akhirat maka dengan ilmu. Barangsiapa yang menghendaki keduanya maka dengan ilmu.” (H.R. Bukhori dan Muslim)

Jadi, kata siapa ilmu itu tidak penting? Praktek itu penting, namun praktek tanpa ilmu, kita akan nyasar.

Silahkan aplikasikan keempat kiat sukses usaha ini, insya Allah Anda akan berhasil membangun usaha yang membawa kebaikan dunia dan akhirat.

Posted by Rahmat ST On January 18, 2013 http://www.motivasi-islami.com/kiat-sukses-usaha/

 

Leave a comment

Cara Pintar Ambil Risiko Bisnis


Kata “risiko” memang memiliki pengertian negatif bagi sebagian orang. Tetapi, berani mengambil risiko dalam bisnis tidaklah sama dengan menjadi orang yang sembrono. Justru pengusaha sejati akan memandang risiko sebagai sesuatu yang positif dan penuh tantangan. Mereka akan mengantisipasi hal-hal tak terduga demi mendapatkan untung besar.

Saya menemukan ringkasan hebat mengenai strategi kunci yang digunakan, lengkap dengan cerita kehidupannya, dalam buku yang berjudul “The Risk Takers”, karya Renee dan Don Martin. Berikut adalah daftar tersebut, disertai prioritas dan pendapat saya:

Cari tren terbaru dan kembangkan. Sering kali, perubahan kultur atau tren ekonomi akan memberi peluang usaha baru. Tantangannya adalah menyadari perubahan tersebut lebih awal, lalu ambil tindakan, meski terdapat risiko. Inilah awal mula keuntungan para pelopor bisnis.

Cari harta karun yang terpendam dan temukan pasar yang belum dilirik orang.
Bahkan perusahaan berpenghasilan triliunan rupiah tidak bisa menawarkan segalanya kepada semua orang. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada menemukan pasar menguntungkan yang tidak dilihat atau bahkan diincar orang lain.

Manfaatkan kelemahan pesaing dan jadikan itu sebagai kekuatan Anda. Pengusaha yang memiliki pandangan tajam memiliki bakat melihat dunia melalui sudut pandang pelanggannya. Kualitas yang dimiliki tersebut dapat membantu Anda tampil menonjol dalam kekurangan dan kelemahan pesaing.

Tajamkan pandangan. Kapan pun ada kesempatan, perhatikan dengan saksama area pasar yang diabaikan pesaing. Hal tersebut lebih mudah dilakukan daripada meredupkan produk-produk yang sudah terkenal, dan menunggu perubahan konsumsi pelanggan, meskipun solusi yang Anda miliki lebih baik.

Patahkan aturan konvensional. Banyak nama pengusaha tercatat dalam buku sejarah keberhasilan karena mereka telah berani menyimpang dari formula dan cara berpikir yang mapan dan sudah ada. Menantang tradisi yang sudah ada mampu membuka pintu keuntungan kompetitif.

Hemat uang dan beriklan dengan biaya yang murah. Jika Anda memulai bisnis dengan modal yang pas-pasan, ada cara kreatif untuk menarik perhatian pelanggan tanpa iklan yang mahal. Mulailah dengan media sosial, blogging, dan promosi dari mulut ke mulut.

Jangan biarkan kesulitan dan kegagalan mengalahkan Anda. Daftar peringkat pengusaha sukses diisi oleh para pria dan wanita yang menolak berhenti percaya pada dirinya sendiri, meski mendapatkan cemoohan dari orang lain yang menyakitkan. Ketahanan dan ketekunan bisa membawa Anda menuju kesuksesan.

Percaya pada intuisi.
Sebuah badan penelitian menyatakan, intuisi adalah bentuk nyata pengetahuan. Itu merupakan kemampuan yang dapat Anda asah dan kembangkan — hal tersebut dapat sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah dalam lingkungan bisnis yang kacau dan tidak bisa diprediksi. Dalam kondisi seperti itu, intuisi mampu mengalahkan analisis rasional.

Terus ciptakan inovasi. Pengusaha dengan kinerja yang bagus memulai dari nol untuk menciptakan perusahaan yang dikenal luas dan terus menyesuaikan diri agar dapat bertahan di tengah perubahan pasar. Perasaan terlalu cepat puas itu seperti ban bocor halus. Ketika Anda menyadarinya, kerusakan sudah sangat parah.

Mulai sekarang juga! Waktu yang sempurna untuk memulai bisnis tidak akan datang dengan sendirinya. Sering kali, menunggu hanya memberi kesempatan bagi pesaing untuk memukul Anda dengan telak. Jika Anda percaya ide Anda akan sukses, maka ambillah risiko dan mulailah beraksi.

Percayalah terhadap kekuatan ide Anda dan segera mulai kejar impian dunia usaha Anda. Dengan kecerdasan dalam mengenal risiko, Anda pun akan mampu meraih sukses. (http://id.she.yahoo.com/10-cara-pintar-ambil-risiko-dalam-berbisnis-130902184.html)

Leave a comment

Sikap, Keyakinan, dan Totalitas: Kunci Sukses.


Kisah nyata Bill Gates. Merintis bisnis dan meraih sukses dalam waktu cepat. Reza Nurhilman (Presiden Maicih) mirip dengan Bill Gates, keduanya bisa membangun sebuah bisnis dan meraih sukses dalam waktu yang sangat singkat (hitungan tahun). Jika Bill Gates menjadi orang terkaya sekarang, bagaimana dengan Reza Nurhilman? Kita lihat saja nanti.

Yang menjadi perhatian, banyak orang yang berpikir dan berharap, bahwa bisa membangun bisnis besar hanya dengan waktu 2 tahun seperti Reza ini. Betulkah?

Tentu saja bisa, dengan berbagai catatan. Namun, sayang banyak yang beranggapan segala sesuatu bisa dicapai dengan instan. Padahal, pada kenyataanya baik Reza maupun Bill Gates tidak meraihnya dengan instan. Sikap atau bermental instan itu harus kita hindari.

Sikap seperti ini akan membuat orang frustasi, karena bisa saja dia sudah mencoba menjalankan bisnis namun sudah lewat 2 tahun, tidak ada perkembangan yang berarti, bahkan tidak sedikit yang gulung tikar. Kemudian dia mengambil kesimpulan kalau bisnis itu bukan untuk dirinya.

Bill Gates maupun Reza Nurhilman adalah keduanya memiliki kesamaan bahwa mereka sudah menempa diri sejak SMA. Bill Gates sudah mulai suka melahap buku-buku bisnis sejak SMA. Dia membangun sikapnya sejak SMA. Begitu juga dengan Reza, dia menempa diri dengan bergabung MLM sejak SMA. Reza, di halamam 93 menyebutkan “Pencerahan itu Bernama MLM”. Selama di MLM-lah sikap mental Reza ditempa sehingga memiliki kepribadian yang kuat.

Membangun Sikap Juga Perlu Waktu

Butuh waktu untuk membina sikap kita supaya benar-benar memiliki sikap orang yang sukses. Membangun sikap memerlukan belajar dan praktek sehingga benar-benar sikap-sikap positif menyerap dalam diri Anda. Anda tidak bisa hanya dengan membaca buku tentang sikap, kemudian Anda langsung memiliki sikap yang hebat. Tidak, sikap itu perlu benar-benar menyatu dengan diri Anda.

Inilah yang tidak seperti dugaan banyak orang, dimana kebanyakan orang lebih fokus bertanya “how” bagaimana cara melakukan ini dan itu. Masih sedikit yang memikirkan bagaimana membangun sikap sukses terlebih dahulu. Padahal sikap sukses itu sangat penting untuk menentukan keberhasilan Anda.

85% Faktor Sukses Itu Adalah ….

Masih banyak yang belum mengetahui bahwa faktor sukses yang paling menentukan adalah sikap. Sementara banyak orang yang menganggap bahwa penentu sukses itu adalah masalah teknis bahkan ada yang menganggap faktor sukses itu adalah keberuntungan. Dari penelitian di Harvard University, 85% penentu sukses itu adalah sikap, masalah teknis itu hanya 15%.

Artinya jika Anda sudah memiliki sikap positif, 85% keberhasilan akan Anda raih dalam waktu yang tidak lama lagi. Sebaliknya jika Anda hanya mampu secara teknis, maka Anda baru mencapai 15% keberhasilan.

Perkuat Keyakinan Anda

Anda tidak akan pernah bisa bertindak hebat jika Anda tidak memiliki keyakinan yang kuat, baik pada Allah, pada diri, dan keyakinan bahwa apa yang Anda inginkan itu bisa tercapai.

Memiliki keyakinan yang kuat itu sangat penting, sebab ini akan membuka kunci sukses yang ketiga. Bagaimana Anda bisa totalitas jika Anda tidak yakin bisa berhasil.

Silahkan baca artikel dibawah ini:

Totalitas

Setelah Anda yakin terhadap apa yang Anda tuju atau impikan, maka langkah selanjutnya adalah Anda harus meraihnya dengan totalitas. Jika Anda mengerjakan setengah hati, maka akan rawan untuk gagal sebab hasilnya setiap langkah Anda tidak akan optimal. Jika Anda mengerjakan hanya seingatnya saja, asal-asalan, tanpa keterampilan yang memadai, dan tidak fokus, Anda tidak akan bisa meraihnya.

Totalitas artinya hati, pikiran, dan tindakan Anda benar-benar tercurah untuk meraih mimpi Anda.

  • Hati: artinya Anda harus benar-benar mencintai apa yang Anda lakukan. Anda melakukan dengan senang hati tanpa beban sedikit pun. Dan, yang terutama keikhlasan dalam melakukannya.
  • Pikiran: artinya pikiran hanya fokus pada apa yang Anda kerjakan. Anda hanya memikirkan satu hal pada satu waktu.
  • Tindakan: artinya artinya ada waktu khusus yang Anda luangkan untuk mengejar mimpi Anda, mengerjakan dengan keterampilan yang tinggi, dan sekuat tenaga jika perlu.

Totalitas Akan Selalu Memerlukan Pengorbanan

Bagaimana kalau belum bisa totalitas? Artinya Anda harus mengambil keputusan agar Anda bisa memberikan totalitas untuk impian Anda. Jika tidak, maka mengapa berharap impian anda bisa dicapai. Jika impian Anda kecil sich, itu mungkin bisa dicapai dengan sedikit usaha, namun jika impian Anda besar, Anda harus memberikan usaha besar pula. Totalitas adalah memberisakan usaha sesuai dengan total usaha yang diperlukan untuk mencapai tujuan atau impian Anda.

Ini penyakitnya, banyak orang yang punya mimpi besar, tetapi dia tidak mau memberikan totalitas dalam mengejarnya. Alasannya tidak ada waktu.

Itu sebenarnya pilihan Anda. Apakah Anda menginginkan tercapainya tujuan Anda atau tidak? Atau masih kalah prioritasnya oleh tujuan dan keperluan yang lain? Jika menginginkan impian Anda terwujud, maka Anda harus mau mengorbankan hal lain. Waktu dan sumber daya Anda memang terbatas, maka putuskanlah, waktu Anda mau digunakan untuk apa.

Saat Anda lebih memilih menggunakan waktu untuk melakukan hal-hal yang biasa Anda lakukan, sehingga tidak ada waktu untuk mengejar mimpi baru Anda, artinya Anda sudah mengorbankan mimpi Anda. Selalu ada pengorbanan!

Saya Harus Melakukan Pengorbanan Apa?

Saat Anda mengejar mimpi baru yang memiliki nilai yang sangat tinggi, maka tidak ada salahnya mengorbankan hal lain yang tidak begitu bernilai. Mungkin, Anda harus mengorbankan sedikit waktu nonton TV untuk mengejar mimpi Anda. Bisa jadi, Anda harus mengorbankan sebagian uang pulsa.

Tentu saja, yang menjadi prioritas untuk Anda korbankan adalah hal-hal yang sebenarnya bernilai paling rendah terlebih dahulu. Kemudian manfaatkan waktu dan sumber daya yang ada untuk mengejar mimpi yang jauh lebih bernilai. Anda tidak akan meraih sesuatu yang lebih bernilai jika tidak mau melepaskan hal-hal yang nilainya lebih rendah. Waktu dan sumber daya itu terbatas.

Memilih dan memilah aktivitas-aktivitas yang bernilai rendah, sehingga bisa Anda korbankan untuk Anda gunakan waktu yang tersedia untuk meraih mimpi baru Anda. Bahkan, ternyata ada 80% aktivitas itu sebenarnya bernilai rendah.

Kesimpulan

Untuk meraih sebuah kesukses tidak ada yang instan, diperlukan waktu, bukan hanya untuk membangun apa yang kita impikan, namun jauh lebih penting adalah membangun sikap sukses terlebih dahulu. Setelah, yakinlah. Setelah Anda memiliki impian, ubahlah impian itu menjadi sebuah keyakinan, artinya bukan lagi Anda bermimpi ingin meraihnya, tetapi yakin 1000% akan meraihnya. Kemudian, berikan totalitas dalam mengejarnya. Anda perlu berkorban, sebab selalu ada harga yang harus dibayar.

Leave a comment

Pengembangan Potensi Diri


Manusia memiliki potensi yang luar biasa dahsyat, namun tidak semua orang bisa merasakan dan mampu memanfaatkan semua potensi diri yang dimilikinya. Saat ada orang yang bertanya kenapa, maka saya menjawab diperlukan sebuah proses untuk menggali dan mengoptimalkan potensi diri yang kita miliki, yaitu kita sebut dengan pengembangan potensi diri.

Urgensi Pengembangan Potensi Diri

Pertama, sebagai tanda syukur kepada Allah yang telah memberikan potensi yang sangat besar kepada manusia. Allah Subhaanahu wa ta’ala sudah memberikan potensi yang sangat besar kepada kita, sungguh tidak berterima kasih jika kita mengabaikannya dan justru kita malah mengeluh karena banyak kekurangan. Padahal potensi diri kita sangat dahsyat namun masih saja terpendam tidak pernah kita gunakan.

Maka, pengembangan potensi diri ini mudah-mudahan menjadi salah satu bentuk syukur kita atas nikmat yang sangat besar ini. Dengan demikian kita pun akan ditambah nikmat oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala, sebabnya memang janji-Nya akan menambah nikmat kepada hamba yang bersyukur. Sebaliknya jika tidak melakukan pengembangan potensi diri, khawatir menjadi hamba yang kufur atau mengabaikan nikmat yang telah diberikan kepada kita.

Kedua, dengan pengembangan potensi diri, kita akan menggali potensi diri kita sehingga bisa digunakan untuk kepentingan dan kemajuan diri kita. Jika saya melihat orang lain, mereka mampu melakukan hal yang luar biasa, bukan saja untuk dirinya sendiri tetapi memberikan manfaat yang besar bagi banyak orang.

Mudah-mudahan dengan kesadaran akan pentingnya pengembangan potensi diri, bukan hanya kebutuhan atau kebahagiaan diri sendiri saja yang terpenuhi, tetapi juga kita bisa berbagi kepada sesama khususnya kepada sesama umat Islam yang membutuhkan.

Bagaimana Caranya?

Langkah Pertama Pengembangan Potensi Diri

Pertanyaan yang sering kali ditanyakan ialah bagaimana cara mengetahui potensi diri saya? Ada dua jawaban yang bisa diberikan oleh para ahli pengembangan diri. Jawaban pertama, Anda harus mencarinya. Jawaban kedua, apa pun yang Anda inginkan atau sukai, di situlah potensi diri Anda.

Mana yang benar? Menurut saya, keduanya bisa dilakukan. Saat Anda mencari potensi diri Anda, biasanya akan jatuh kepada hal yang memang Anda sukai. Dan apa pun yang Anda sukai, maka Anda akan melakukannya dengan baik sehingga seolah itulah potensi diri Anda.

Lalu apakah potensi diri saya sebenarnya? Apakah pasti apa yang kita sukai itu adalah potensi diri kita? Saya tidak tahu jawabannya. Dulu, saya tidak tahu, apakah saya sudah ditakdirkan menjadi penulis? Saat saya kuliah, saya memilih jurusan engineering yang jauh dari dunia kepenulisan. Namun, perjalanan hidup saya membawa ke dunia tulis menulis karena sejak kecil saya memang suka menulis.

Jadi, jangan habiskan waktu dengan mempertanyakan apa bakat spesifik Anda. Anda bisa melanjutkan apa yang Anda lakukan saat ini jika memang menyukainya. Atau Anda bisa mencoba berbagai hal sampai Anda menemukan apa yang pas dengan diri Anda.

Yang dimaksud dengan potensi diri bukanlah bakat spesifik Anda, tetapi adalah kekuatan atau kemampuan yang sebenarnya ada dalam diri Anda saat ini yang sedang menunggu untuk dimanfaatkan. Kekuatan ini bisa dimanfaatkan untuk bidang apa pun yang ingin Anda lakukan.

Jika Anda yakin, bahwa Anda memiliki bakat tertentu, silahkan Anda gunakan potensi diri Anda untuk melakukan bakat Anda tersebut. Jika bakat Anda sebagai seorang guru, maka gunakan potensi diri sehingga Anda menjadi guru yang hebat. Sekali lagi, Anda tidak perlu repot memikirkan apa bakat spesifik Anda, tetapi yang perlu lakukan saat ini ialah mencoba dan mencarinya.

Anda bisa memulai dengan apa yang Anda lakukan saat ini. Atau Anda bisa mencoba bidang baru, yang sebenarnya Anda sukai. Silahkan. Intinya tentukan bidang apa yang ingin Anda coba saat ini.

Bukalah Potensi Diri Anda

Di dalam diri Anda itu ada potensi yang dahsyat, tetapi mungkin masih tertutup atau baru terbuka sebagian kecil. Maka bukalah penutup potensi diri Anda lebih lebar lagi. Pengembangan potensi diri tidak akan berjalan jika potensi diri Anda masih tertutup rapat. Cara membuka tutup tersebut adalah dengan meningkatkan rasa percaya diri Anda. Orang yang percaya diri ibarat orang yang sudah mampu membuka pintu potensi yang ada dalam dirinya.

Ya, ini tentang pikiran atau persepsi. Saat seseorang percaya diri, artinya dia menyadari atau melihat bahwa potensi dirinya sangat besar. Anda tidak akan pernah bisa mengembangkan sesuatu yang belum Anda lihat. Percaya diri sangat penting dalam pengembangan potensi diri, boleh dikatakan sebagai fundamentalnya.

Agar Anda dapat mengeluarkan potensi Anda secara optimum dibutuhkan keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi. – Brian Tracy

Paculah Potensi Diri Anda

Seringkali, orang mampu melakukan sesuatu yang hebat saat kepepet. Artinya, saat kepepet, dia mampu menggunakan segenap potensinya. Pertanyaanya, apakah Anda harus menunggu kepepet? Saya tidak suka kepepet dan memang tidak hanya kepepet yang mampu memacu potensi diri Anda. Artinya ada cara lain agar Anda bisa memacu potensi diri Anda tanpa kepepet.

Apa itu? Anda bisa memacu potensi diri Anda dengan memiliki mental juara. Dengan memiliki mental juara, Anda ingin selalu menjadi yang terbaik, yang artinya Anda akan memacu potensi diri Anda. Peran mental juara dalam pengembangan potensi diri adalah untuk menggali potensi Anda seoptimal mungkin. http://www.motivasi-islami.com/pengembangan-potensi-diri/

Leave a comment

Manfaat Kuliah


diposting oleh dena-a–fst09 pada 22 November 2012

8 Manfaat Kuliah Bagi Anda Dan Masa Depan - Dan sekali diterima, gelar sarjana selamanya, sebagai hasil dari pendidikan tinggi tidak dapat dihapus, rusak, atau meletakkan off. Diperkirakan oleh Biro Sensus Amerika Serikat bahwa pemegang gelar sarjana menghasilkan sekitar $ 2,1 juta selama 40 tahun hidupnya bekerja.

Menurut survei yang dilakukan untuk Chronicle of Higher Education bangsa Amerika terus memiliki keyakinan dalam nilai gelar sarjana, dengan lebih dari setengah dari responden mengatakan sangat penting untuk success. Fakta bahwa pendidikan perguruan tinggi adalah bermanfaat secara finansial dan ekonomis bagi individu dan seluruh negeri bukan rahasia bagi siapa pun..

Ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mendapatkan gelar sarjana:

1. Pertama, gelar sarjana adalah jaminan Anda dari kemandirian finansial, stabilitas dan masa depan yang aman, memiliki profesi stabil dengan satu set keterampilan dan pengetahuan.

2. Dunia berubah terus-menerus, sehingga tidak ada yang tahu apa yang diharapkan besok. Oleh karena itu, kita harus siap segalanya melalui pendidikan.

3. Pendidikan tinggi dapat memberikan Anda kesempatan untuk menguasai profesi dengan kesempatan kerja yang baik.

4. Sebuah gelar sarjana memberi Anda kesempatan besar untuk menjadi master dari hidup Anda sendiri. Orang berpendidikan memiliki lebih banyak waktu luang dan kebebasan pilihan tidak hanya dalam hal peluang karier, tetapi juga dalam arti nilai-nilai moral dan spiritual.

5. Pendidikan tinggi dapat menyediakan Anda dengan kemungkinan untuk menjadi pemikir bebas, untuk melihat jelas dalam implikasi tersembunyi, untuk menganalisis, menggeneralisasi, dan membuat kesimpulan.

6. Anda dapat mewujudkan mimpi yang paling berharga.

7. Pendidikan tinggi memperluas basis pengetahuan Anda, mempertajam pemikiran dan kepercayaan diri.

8. pengalaman kuliah dapat menjadi hidup dan karir meningkat..

Secara keseluruhan, banyak peluang yang Anda bisa dapatkan dengan Ilmu Pengetahuan dan gelar sarjana di tangan.

Leave a comment

Investasi


Investasi untuk Masa Depan Anak

Motivasi

Telah memiliki keluarga dan anak selalu membutuhkan pemikiran yang lebih matang untuk memutuskan apa investasi untuk masa depan anak yang terbaik. Saat ini bukan lagi menjadi hal yang aneh apabila kedua orang tua bekerja untuk menambah penghasilan keluarga dan untuk membiayai sekolah anak-anaknya. Ini telah menjadi tanggung jawab bersama karena banyak tantangan yang bisa terjadi ketika membesarkan anak. Ibu semakin berkontribusi terhadap pendapatan rumah tangga, meningkatkan peran mereka sebagai pembuat keputusan bersama.

Bahkan dari sejak si anak belum lahir pun, beberapa orang tua telah mulai mempersiapkan diri baik secara mental mau pun secara finansial. Dengan demikian, di saat keadaan lagi sulit kehidupan anak-anak nantinya tetap bisa lebih terjamin. Orang tua mulai merencanakan keuangan masa depan anak-anak mereka dan mulai fokus terhadap yang mana lebih pioritas dalam melakukan perencanaan keuangan termasuk dalam melakukan investasi. Untuk bisa mendapatkan keuntungan dari investasi, biasanya selalu dianjurkan untuk memulai perencanaan masa depan anak pada saat anak masih berusia 3-9 tahun. Yang sering menjadi pertanyaan adalah investasi apa yang paling tepat untuk diambil??

Dilema untuk kebanyakan orang tua adalah bagaimana untuk memilih instrumen terbaik untuk perencanaan keuangan bagi anak-anak mereka. Ada berbagai pilihan yang membingungkan yang tersedia hari ini. Bentuk investasi yang beragam juga pasti akan memberikan hasil keuntungan yang beragam pula. Walaupun semua orang ingin investasi yang dilakukannya meraih keuntungan yang besar, tapi perlu juga diketahui bahwa tidak semua investasi bisa memberikan keuntungan. Bila Anda ingin melakukan investasi untuk masa depan anak, maka pilihan investasi yang terbaik mungkin investasi yang berjangka waktu panjang.

Berikut adalah beberapa tips untuk memilih rencana investasi yang tepat untuk anak Anda:

Pilih rencana investasi yang berlaku untuk jangka panjang

Berhubung investasi yang ingin Anda ambil adalah untuk masa depan anak; maka sebaiknya pilih rencana investasi yang memiliki periode waktu untuk jangka panjang. Berbagai program investasi biasanya menyediakan pilihan untuk periode jangka waktu panjang seperti asuransi atau tabungan yang memiliki manfaat terstruktur untuk masa depan anak hingga mereka berusia 18 tahun. Pembayaran pun bisa dilakukan secara bertahap oleh para orang tua. Bahkan bila dana yang dimiliki terbatas, Anda masih bisa mengatur berapa persen uang yang harus Anda sisihkan untuk ditabung.

Pilih rencana yang menawarkan campuran pilihan investasi

Adanya campuran investasi bisa dilakukan dengan memilih antara gabungan asuransi dan juga investasi. Setidaknya ini juga dapat menjadi penutup atas resiko yang timbul. Pada saat Anda berinvestasi untuk anak, jenis pilihan ini akan menawarkan campuran yang seimbang untuk mengcover kesehatan anak dan juga rencana investasi jangka panjang Anda.

Baca brosur produk dan pahami syarat dan ketentuan

Ini salah satu tindakan yang sangat jarang dilakukan orang secara teliti. Pada saat memilih produk investasi sebaiknya bacalah syarat dan ketentuannya dengan lebih teliti, termasuk biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Bandingkan produk yang tersedia di pasar pada biaya mereka, reputasi perusahaan, klaim penyelesaian, fleksibilitas yang ditawarkan dan persepsi mereka dalam kualitas layananan.

Tidak ada di dunia ini yang akan membuat Anda lebih bahagia daripada anak Anda berada dalam zona yang aman dan bisa sukses. Oleh karena itu, sangat penting untuk memulai perencanaan untuk mengamankan masa depan keuangan anak.

 

Leave a comment

Kewirausahaan


Dari Wikipedia bahasa Indonesia
Kewirausahaan (Inggris: Entrepreneurship) atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan.[rujukan?] Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.[rujukan?] Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.[rujukan?]

Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment).[rujukan?] Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu.[rujukan?] Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian.[rujukan?] Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya[rujukan?] dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan.[rujukan?]Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.

Etimologi

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha.[rujukan?] Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung.[rujukan?] Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu.[rujukan?] Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.[rujukan?]

Sejarah kewirausahaan

Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755.[rujukan?] Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20.[rujukan?] Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer.[rujukan?] Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada.[rujukan?] Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil.[rujukan?] Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan.[rujukan?]DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja.[rujukan?] Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.[rujukan?]

Proses kewirausahaan

Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave, proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi.[rujukan?] Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan.[rujukan?] Faktor-faktor tersebut membentuk ‘’locus of control’’, kreativitas, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausahawan yang besar.[rujukan?] Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang memengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang.[rujukan?] Oleh karena itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan, organisasi, dan keluarga.[rujukan?]

Ciri-ciri dan Sifat kewirausahaan

Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:

  • Percaya diri
  • Berorientasikan tugas dan hasil
  • Berani mengambil risiko
  • Kepemimpinan
  • Keorisinilan
  • Berorientasi ke masa depan
  • Jujur dan tekun

Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:

  • Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
  • Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
  • Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
  • Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
  • Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
  • Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
  • Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.

Tahap-tahap kewirausahaan

Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha:

Tahap memulai

Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’.[rujukan?]Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa.[rujukan?]

Tahap melaksanakan usaha

Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.[rujukan?]

Tahap mempertahankan usaha

Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.[rujukan?]

  • Tahap mengembangkan usaha

Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.[rujukan?]

 

Sikap wirausaha

Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:

  • Disiplin

Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi.[rujukan?] Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya.[rujukan?] Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya.[rujukan?] Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan.[rujukan?] Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan.[rujukan?] Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut.[rujukan?] Wirausahawan harus taat azas.[rujukan?] Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan.[rujukan?] Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.[rujukan?]

  • Komitmen Tinggi

Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.[rujukan?] Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan).[rujukan?] Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya.[rujukan?] Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.[rujukan?]

  • Jujur

Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan.[rujukan?] Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks.[rujukan?]Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan.[rujukan?]

  • Kreatif dan Inovatif

Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi.[rujukan?] Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar.[rujukan?] Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu.[rujukan?] Justru seringkali ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.[rujukan?]

  • Mandiri

Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain.[rujukan?] Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.[rujukan?]Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.[rujukan?]

  • Realistis

Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya.[rujukan?]Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya.[rujukan?]Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.[rujukan?]

Faktor Kegagalan Dalam Wirausaha

Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003 : 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya:

  • Tidak kompeten dalam manajerial.

Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.

  • Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
  • Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan memelihara aliran kas menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
  • Gagal dalam perencanaan.

Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.

  • Lokasi yang kurang memadai.

Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.

  • Kurangnya pengawasan peralatan.

Pengawasan erat berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.

  • Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.

Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.

  • Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.

Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.

Peran Wirausaha Dalam Perekonomian Nasional

Seorang wirausaha berperan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal seorang wirausaha berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan kepercayaan diri, serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal, seorang wirausaha berperan dalam menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja oleh kesempatan kerja yang disediakan oleh seorang wirausaha, tingkat pengangguran secara nasional menjadi berkurang.

Menurunnya tingkat pengangguran berdampak terhadap naiknya pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian secara nasional. Selain itu, berdampak pula terhadap menurunnya tingkat kriminalitas yang biasanya ditimbulkan oleh karena tingginya pengangguran.

Seorang wirausaha memiliki peran sangat besar dalam melakukan wirausaha. Peran wirausaha dalam perekonomian suatu negara adalah:

  • Menciptakan lapangan kerja
  • Mengurangi pengangguran
  • Meningkatkan pendapatan masyarakat
  • Mengombinasikan faktor–faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian)
  • Meningkatkan produktivitas nasional

Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 277 other followers