Tanda Seorang Dosen


Dosen adalah  pendidik  profesional  dan  ilmuwan dengan  tugas  utama  mentransformasikan,  mengembangkan,  dan  menyebarluaskan  ilmu pengetahuan,  teknologi,  dan  seni  melalui pendidikan,  penelitian,  dan  pengabdian  kepada masyarakat. (Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen).

1. Memiliki ijazah Magister (S2) untuk program diploma dan sarjana, serta ijazah Doktor (S3) untuk program pascasarjana

Diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian.

2. Memiliki sertifikat pendidik.

  • Sertifikat pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada dosen sebagai tenaga profesional
  • Sertifikasi pendidik untuk dosen diselenggarakan oleh perguruan tinggi terakreditasi yang menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan yang ditetapkan oleh Pemerintah.
3. Selalu punya energi untuk mahasiswanya
Seorang dosen yang baik menaruh perhatian pada mahasiswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. dosen yang baik juga punya kemampuan mendengar dengan seksama serta berempati dengan permasalahn sekarang.
4. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang dosen yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap pertemuan, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
5. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang dosen yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan serta perbaikan perilaku positif di dalam kelas.
6. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang dosen yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku mahasiswa yang baik, saat mahasiswa belajar dan bekerja sama secara efektif,  membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
7. Bisa berkomunikasi dengan Baik dengan Orang Tua Seorang dosen yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi dengan anak-anak mereka di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu-isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi  panggilan telepon, rapat, email dalam proses edukasi malahan sekarang sudah masanya elearning seperti memanfaatkan twitter, facebook dan webs edukasi.
8. Punya harapan yang tinggi pada mahasiswanya
Seorang dosen yang baik memiliki harapan yang tinggi dari mahasiswa dan mendorong semua mahasiswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
9. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang dosen yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga  memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
10. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Seorang dosen yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para mahasiswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
11. Selalu memberikan yang terbaik  untuk Anak-anak dan proses pengajaran
Seorang dosen yang baik bersemangat dalam mengajar dan bekerja dengan peserta didik. Mereka gembira bisa mempengaruhi mahasiswa dalam kehidupan  mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan mahasiswanya, sekarang dan nanti ketika mahasiswanya sudah berada di dunia kerja yang sebenarnya.

12. Punya hubungan yang berkualitas dengan mahasiswa
Seorang dosen yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan mahasiswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.

[Source : Dosen kreatif dot com]

Leave a comment

STRATEGI PENINGKATAN KEWIRAUSAHAAN BAGI MAHASISWA DI PENDIDIKAN TINGGI


Kaprodi STIE

STRATEGI PENINGKATAN KEWIRAUSAHAAN BAGI MAHASISWA DI PENDIDIKAN TINGGI

ABSTRACT

Universities on the creation of labor gave the significant role, so the effect on the increasing numbers of workers. If the number of workers and jobs are not balanced, then the unemployment and economic inequality will become an increasingly urgent problem to be resolved. The number of entrepreneurs in a region that is minimal, describes the low competitiveness owned. In supporting the emergence of high competitiveness, function and the role of educators to be more active in providing motivation for learners to become entrepreneurs is indispensable. College as one of the means and facilitating role in shaping the young generation has an obligation to train and motivate the students to give to become savvy generation, independent, creative, innovative and able to create business opportunities. Thus, every college immediately towards sole discretion to balance between higher education research institutions with entrepreneurs forming institutions. Alumni are required to be innovative and creative in terms of their personal development through the creation of level playing field, so that future expected with extensive job creation, economic growth in the region will increase.

Keywords: educators, labor, entrepreneurial

 

ABSTRAK

Perguruan tinggi pada penciptaan tenaga kerja meberikan peran yang cukup signifikan, sehingga berpengaruh pada meningkatnya angka jumlah tenaga kerja. Jika antara jumlah tenaga dan lapangan kerja tidak seimbang, maka pengangguran dan ketimpangan ekonomi akan menjadi permasalahan yang semakin mendesak untuk segera diselesaikan. Jumlah pengusaha disuatu wilayah yang minim, menggambarkan rendahnya daya saing yang dimiliki. Dalam menunjang munculnya daya saing yang tinggi, fungsi serta peran pendidik untuk lebih aktif dalam memberikan motivasi menjadi pengusaha bagi peserta didiknya sangat diperlukan. Perguruan tinggi sebagai salah satu sarana dan pemberi fasilitas dalam membentuk generasi muda mempunyai kewajiban dalam melatih dan memberi memotivasi kepada mahasiswanya sehingga menjadi generasi cerdas, mandiri, kreatif, inovatif dan mampu membuat peluang usaha. Maka, setiap perguruan tinggi segera menyeimbangkan arah kebijakanya antara lembaga riset pendidikan tinggi dengan lembaga pembentuk wirausahawan. Alumni dituntut untuk lebih inovatif dan kreatif dalam hal pengembangan diri mereka melalui pembuatan lapangan usaha, sehingga kedepan diharapkan dengan terciptanya lapangan pekerjaan yang luas maka pertumbuhan ekonomi di daerah akan ikut meningkat.

Kata Kunci: Pendidik, Tenaga kerja, Wirausaha.

 

 A. Pendahuluan.

Kewirausahaan adalah proses dinamik untuk menciptakan tambahan kemakmuran (Buchari Alma, 2011:33). Istilah kewirausahaan  berasal dari  terjemahan “Entrepreneurship”, Menurut Thomas W. Zimmerer, Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas, inovasi dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk usaha baru.

Kata “Wirausaha” merupakan terjemahan dari istilah bahasa inggris entrepreneur, yang artinya adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai kesempatan peluang bisnis. J. B. Say menggambarkan pengusaha sebagai orang yang mampu memindahkan sumber-sumber ekonomi dari tingkat produktivitas rendah ke tingkat produktivitas tinggi karena mampu menghasilkan produk yang lebih banyak.

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Menurut dari segi etimologi (asal usul kata). Wira, artinya pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, gagah berani, berjiwa besar, dan berwatak agung. Usaha, artinya perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Wirausaha dapat mengumpulkan sumber daya yang di butuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya, dan mengambil tindakan yang tepat guna untuk memastikan keberhasilan usahanya. Wirausaha ini bukan faktor keturunan atau bakat, tetapi sesuatu yang dapat dipelajari dan dikembangkan.

Fungsi dan peran adanya wirausaha dalam menentukan perkembangan dan kemajuan suatu bangsa telah dibuktikan oleh beberapa negara maju seperti Amerika, Jepang, juga tetangga terdekat Indonesia yaitu Malaysia dan Singapura. Di negara Amerika sampai saat ini sudah lebih dari 12% penduduknya menjadi pengusaha dan banyak terlibat langsung dalam kegiatan wirausaha. Hal itulah yang menjadikan negara Amerika sebagai negara yang terus mengalami perkembangan dan kemajuan. Kemudian negara Jepang lebih dari 10% warganya sebagai pelaku wirausaha dan lebih dari 240 perusahaan Jepang skala kecil, menengah dan besar berdiri di wilayah Indonesia. Padahal negara Jepang mempunyai luas wilayah yang kecil dan memiliki sumber daya alam yang masih kurang mendukung namun dengan tekad dan semangat serta jiwa wirausahanya yang menjadikan negara Matahari tersebut sebagai salah satu negara terkaya di benua Asia dalam bidang iptek dan perekonomianya.

Melihat beberapa jumlah pengusaha negara tetangga yang satu rumpun dengan indonesia yaitu Singapura dan Malaysia, beberapa bukti menyebutkan lebih dari 7.2% pengusaha Singapura dan lebih dari 3% pengusaha Malaysia, menjadikan pertumbuhan dalam berbagai bidang terutama pertumbuhan ekonomi semakin memperluas jarak meninggalkan  Indonesia. Negara ini hanya memiliki 0.18 % pengusaha atau kurang dari 1% dari jumlah penduduk saat ini. Menurut sosiolog David McCleiland, sedikitnya dibutuhkan minimal 2 persen wirausaha dari populasi penduduknya, atau dibutuhkan sekitar 4,8 juta wirausaha di Indonesia saat ini untuk membangun ekonomi bangsa, menjadi bangsa yang maju. Menurut Ciputra juga mengatakan, setidaknya dibutuhkan minimal 2% pengusaha untuk menjadikan bangsa ini bangkit dari ketertinggalan dari bangsa lain yang lebih maju.

Perguruan tinggi MIT (Massachusette Institute Technology) yang berada di Amerika, tahun 1980-1996 disaat pengangguran terpelajar semakin meluas dan kondisi perekonomian, sosial politik yang kurang stabil, MIT merubah strategi dan arah kebijakan perguruan tingginya yang semula high Learning Institute and Research University berubah menjadi Entrepreneurial University. Dengan perubahan itu, meskipun terjadi banyak pro dan kontra, selama kurun waktu lebih dari 16 tahun, MIT dapat mewujudkan dan membuktikan alumni-alumni yang dihasilkan mampu memunculkan 4 ribu perusahaan, dan mampu merekrut 1.1 juta tenaga kerja dan omset yang diperoleh sebesar 232 miliar dolar pertahun. Tentunyan ini sebuah prestasi dan pencapaian yang luar biasa yang mampu berperan dalam mewujudkan kondisi Amerika menjadi negara maju dan mempunyai pengaruh besar di dunia. Strategi dan kebijakan inilah yang selanjutnya ditiru dan diikuti oleh banyak perguruan tinggi sukses lainya.

 

B. Upaya Meningkatkan Kewirausahaan pada Perguruan Tinggi 

Melihat pada keberhasilan yang telah dicapai oleh beberapa negara maju seperti Amerika dan Eropa yang rata-rata seluruh lembaga perguruan tinggi yang ada telah berupaya menyisipkan materi kewirausahaan disetiap program studi, bahkan pada setiap mata kuliahnya. Sedangkan di negara-negara asia seperti Jepang, Singapura dan Malaysia juga menerapkan materi-materi kewirausahaan minimal didua semester. Hal itulah yang membentuk dan menjadikan negara-negara tetangga tersebut menjadi negara maju dan pembangunan negaranya dapat berkembang jauh lebih cepat dibandingkan dengan negara Indonesia.

Di negara kita Indonesia, usaha dalam menanamkan jiwa dan semangat kewirausahaan bagi mahasiswa di perguruan tinggi terus digalakan dan ditingkatkan, tentunya dengan berbagai metode dan strategi yang membuat mahasiswa tertarik untuk berwirausaha. Bahkan pada tingkat pemerintah melalui Kementrian Koordinator Perekonomian telah memberikan peraturan kepada seluruh lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi diwajibkan untuk memberikan mata pelajaran atau mata kuliah Kewirausahaan tersebut. Ada beberapa usaha atau teknik yang perlu diterapkan dalam meningkatkan minat dan kegiatan kewirausahaan bagi para peserta didik, yaitu:

  1. Pembentukan Pusat studi kewirusahaan Kampus, seperti:
  2. Koperasi Mahasiswa (KOPMA) di UMY
  3. Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (KOKESMA) ITB,
  4. Community Entrepreneur Program (CEP) UGM,
  5. Center for Entrepreneurship Development & Studies (CEDS) di UI,
  6. BSI Entrepreneruship Center (BEC) di BSI,
  7. Center for Entrepreneurship, Change, & Third Sector (CECT) di Univ. Tri Sakti,

Melalui media pembentukan pusat kewirausahaan kampus tersebut, akan banyak kegiatan yang dapat dilaksanakan seperti: Seminar, Pelatihan, Loka karya, Praktek usaha, kerjasama usaha, dll.

  1. Menganggap penting kewirausahaan dikampus dan menjadikan mata kuliah kewirausahaan sebagai hal yang harus diberikan kepada mahasiswa, materi kewirausahaan tidak sebatas formalitas, sehingga harus di design materi dan metode dalam pembelajarannya.
  2. Memaksimalkan dalam memanfaatkan Program kewirausahaan yang digagas oleh lembaga pemerintah, seperti: pendidikan tinggi (Dikti) melalui Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti dan disampaikan kepada para PTS melalui Kopertis. Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas bagi Mahasiswa yang di fasilitasi oleh Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans). Dan Program Pemberian Modal  Usaha Untuk Mahasiswa yang diberikan oleh Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM).
  3. Menyertakan mahasiswa dalam Program Wirausaha untuk Mahasiswa yang difasilitasi oleh lembaga-lembaga keuangan.

Hal-hal seperti inilah yang idealnya terus dikembangkan oleh lembaga pendidikan terlebih lagi pemerintah, yakni memaksimalkan dalam menambah jumlah wirausaha yang berasal dari kaum muda dan terdidik sebagai bentuk dari pemberlakuan mata kuliah kewirausaan di tingkat pemdidikan tinggi.

 

C. Strategi Peningkatan Kewirausahaan bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi

Upaya peningkatan gema kewirausahaan di perguruan tinggi, sangat terkait dengan elemen yang berperan di dalamnya, tenaga pendidik misalnya, yang paling dekat dan konsen menangani kewirausahaan di perguruan tinggi. Bukti nyata kebijakan pemerintah ini adalah dengan memasukkan mata kuliah Kewirausahaan dalam kurikulum pembelajaran, khususnya di tingkat perguruan tinggi, dimana tingkatan ini merupakan tahap akhir sebelum para mahasiswa memasuki dunia kerja yang sebenarnya. Banyaknya pengangguran serta kurangnya minat berwirausaha menjadi autokritik terhadap peran dari perguruan tinggi. perguruan tinggi memiliki peran yang besar dan memiliki peluang untuk menanamkan sikap mental kewirausahaan sehingga lulusannya tidak hanya ahli pada suatu bidang akademi namun juga mampu melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru yang siap menjadi pahlawan ekonomi.

Sebuah konsep yang sederhana dan bukan sesuatu hal yang baru, namun layak untuk dicoba diaplikasikan oleh perguruan tinggi dalam menumbuhkan semangat wirausaha, yaitu:

  • Menyediakan tenaga pendidik atau Dosen yang konsen dan memiliki jiwa wirausaha.

Selama ini penyediaan dosen hanya sebatas pada linearitas keilmuan yang dimiliki dengan program studi yang ada di perguruan tinggi tersebut. Sehingga tidak menutup kemungkinan dalam proses pembelajaran nilai-nilai jiwa wirausaha belum tergambar dan terwujud dalam praktiknya.

Setidaknya selain linearitas dalam menyiapkan dosen atau tenaga pendidik, perguruan tinggi harus mempersiapkan tenaga pendidik atau Dosen yang mampu melakukan hal-hal sebagai berikut, yaitu:

  1. Memberikan paradigma baru tentang pentingnya kewirausahaan.
  2. Menginspirasi dan memotivasi  mahasiswa menjadi SDM yang mandiri.
  3. Merubah atau mengarahkan pola pikir mahasiswa menjadi seorang yang berjiwa wirausaha.
  4. Memberikan contoh karya nyata kewirausahaan dan menyuguhkan cerita sukses.
  5. Menghasilkan mahasiswa atau alumni menjadi seorang wirausaha sukses.

Program peningkatan Dosen sebagai tenaga pendidik ini dapat dilakukan dengan melalui berbagai cara, diantaranya sebagai berikut:

  1. Program pelatihan kewirausahaan untuk tenaga pendidik,
  2. Program seminar, workshop, lokakarya kewirausahaan.
  3. Program pemagangan dosen di dunia usaha,
  4. Program sarasehan dengan mitra usaha,
  5. Program pembinaan dan pendampingan dosen baru.

Dengan program tersebut, tentunya setiap dosen  tidak hanya sekedar mengajar kewirausahaan saja, tetapi mampu mewujudkan dan merealisasikan apa yang telah diberikan kepada mahasiswa pada saat mengajar.

 

  • Mengembangkan Kurikulum Berbasis Wirausaha.

Merumuskan sistem atau metode pembelajaran dan pelatihan kewirusahaan, perguruan tinggi harus mendesign mata kuliah atau materi kewirausahaan untuk mahasiswanya disesuaikan dengan target yang akan dicapai. Diawali dari pembuatan konsep pembelajaran yang harus dipantau oleh bidang akademik, yaitu: Silabus, satuan acara pengajaran (SAP), Slide Presentasi dan handout, modul teori, modul praktek, pembuatan buku panduan, sampai pada program kunjungan dan pengamatan langsung ke tempat usaha yang layak untuk dijadikan tempat observasi, dll.

Rumusan tersebut harus dikerjakan oleh sebuah tim yang ahli dibidang keilmuanya. Hal yang perlu diperhatikan oleh perguruan tinggi dalam merumuskan kurikulum ini adalah harus memaksimalkan dalam mengikutsertakan akademisi dan pelaku usaha serta motivator wirausaha dalam team penyusun, sehingga mata kuliah atau materi yang diberikan lebih berkualitas. Ini penting dilakukan karena kolaborasi antara akademisi, praktisi dan motivator akan menghasilkan konsep dan gagasan kewirausahaan yang  tepat dan sesuai untuk mahasiswa dari berbagai disiplin keilmuan. Menyusun kurikulum kewirausahaan, tidak serta merta menjadikan kewirausahaan sebagai mata kuliah tersendiri, namun akan lebih memberikan pengaruh yang besar jika, muatan nilai-nilai kewirausahaan ini dimasukan kedalam setiap mata kuliah.

  • Membentuk Pusat Kegiatan Kewirausahaan.

Kegiatan tersebut baik institusi kampus ataupun berupa organisasi kemahasiswaan. Beberapa perguruan tinggi yang telah eksis mengelola berbagai kegiatan dibidang kewirusahaan mahasiswa layak untuk ditiru. Dengan menjadikan keberhasilan lembaga pendidikan tinggi lain sebagai acuan, akan membuat kebijakan yang diberikan menjadi lebih mudah untuk diaplikasikan. Perguruan tinggi-perguruan tinggi yang telah membuktikan keberhasilanya, memberikan gambaran bahwa lembaga tersebut telah memahami betul tentang pentingnya kewirausahaan sebagai solusi smart mahasiswanya menjadi seorang wirausaha muda dan terdidik.

 

Membentuk beberapa unit usaha yang dikelola oleh mahasiswa merupakan salah satu kesungguhan perguruan tinggi dalam mewujudkan mahasiswanya untuk menjadi seorang wirausaha, apapun jenis usahanya tentunya harus sesuai dengan kesepakatan antara mahasiswa dengan institusi kampus. Unit kegiatan mahasiswa usaha yang dibentuk ini dapat dijadikan sebagai salah satu pengalaman berharga bagi mahasiswa sebelum terjun membuka usaha secara mandiri ketika nanti menjadi alumni.

 

  • Menjalin Kerjasama dengan Lembaga Usaha.

Kerjasama ini penting dilakukan oleh perguruan tinggi, dengan adanya kerja sama akan meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa, memberikan kesempatan magang usaha bagi dosen dan mahasiswa, serta memberikan kesempatan kerjasama usaha khususnya untuk mahasiswa atau alumni. Sehingga mahasiswa dapat menganalisa dan mengamati bentuk usaha nyata yang pada akhirnya akan mempunyai gambaran ketika kelak lulus dan berencana mewujudkan keinginanya untuk berwirausaha.

 

  • Kerjasama dengan Lembaga Keuangan.

Mewujudkan mahasiswa atau alumni sebagai seorang wirausaha, perguruan tinggi harus memberikan fasilitas dan kemudahan bagi mahasiswanya dalam membuka usaha,  salah satunya dengan cara menjadi fasilitator dan mediator antara mahasiswa dengan lembaga keuangan dalam hal kemudahan kredit usaha bagi mahasiswa ketika berkeinginan untuk melakukan wurausaha. Kerjasama ini dapat menjadi  kesempatan bagi mahasiswa untuk mewujudkan menjadi wirausahawan muda. Pada umumnya mahasiswa ketika memiliki keinginan untuk berwirusaha terkendala dengan modal dana. Kerjasama inilah yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi.

  • Membuat kebijakan harus sudah memiliki usaha sebagai syarat kelulusan mahasiswa.

Salah satu pemicu meningkatnya semangat kewirusahaan dari mahasiswa adalah dengan dibuatnya kebijakan syarat kelulusan, selain masa studi, indeks prestasi, dan syarat-syarat lain, syarat harus sudah memiliki usaha sepertinya layak untuk diterapkan oleh perguruan tinggi.

 

Dari beberapa strategi tersebut, jika diimplementasikan oleh perguruan tinggi dengan serius dan sungguh-sungguh  maka dapat dimungkinkan akan banyak muncul wirausahawan sukses yang berasal dari tenaga muda terdidik di negeri ini, yang dapat berperan dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan dan  pergerakan aktivitas ekonomi lokal sehingga akan terbentuk peluang dan kesempatan pekerjaan yang pada akhirnya akan mengurangi jumlah pengangguran.

D. Kesimpulan

Perguruan tinggi sebagai salah satu sarana dan pemberi fasilitas dalam membentuk generasi muda mempunyai kewajiban dalam melatih dan memberi memotivasi kepada mahasiswanya sehingga menjadi generasi cerdas, mandiri, kreatif, inovatif dan mampu membuat berbagai peluang usaha. Maka dari itu, setiap perguruan tinggi segera menyeimbangkan arah kebijakan perguruan tingginya antara lembaga riset pendidikan tinggi dengan lembaga pembentuk pengusaha.

Membentuk wirausaha muda diperlukan kesungguhan dan keseriusan dari perguruan tinggi dalam mengemban misi kampus pencetak wurausahawan. Program-program kewirausahaan yang telah digagas dan dijalankan oleh berbagai perguruan tinggi khususnya di Indonesia, patut kiranya dijadikan sebagai teladan dalam memulai mewujudkan strategi perguruan tinggi dalam melahirkan wirausaha muda dan terdidik.

 

 


Daftar referensi:

 

Alma, Buchori, 2011, Kewirausahaan, Alfa Beta, Bandung.

Amin Wijaya Tunggal, 2009, Pokok-pokok Manajemen Kewirausahaan, Harvarindo, Jakarta.

Heijrahman R. Pandoyo, 1982, Wiraswasta Indonesia, BPFE, Yogyakarta.

Hisrih, Robert D, 1995, Entrepreneurship, Irwin, Chichago.

Hisrich, Robert D. Michael P. Peters, Dean A. Sepherd, 2008, Interpreneurship (Kewirausahaan), Salemba Empat, Jakarta.

Longeuccher, Justin G, Kewirausahaan I,II, Salemba Empat, Jakarta, 2001.

Marbun BW, 1993, Kekuatan dan Kelemahan Usaha Kecil Menengah, PT. Binaman, Jakarta.

Sugiyono, 2011, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Alfabeta, Bandung.

Wirakusumo, Soeharto, 1997, Peranan perguruan tinggi dalam menciptakan wirausaha-wirausaha tangguh, Makalah Seminar, Jatinangor: PIBI-IKOPIN.

Kuswara Heri, 2011, Artikel berjudul “Strategi Sukses menjadi Wirausaha Muda”, terbit pada Majalah Entrepreneur Kampus BSI yaitu. BEN (BSI Entrepreneur News) Vol.04. No.02/2011.

Kuswara Heri, Artikel berjudul “Mewujudkan Entrepreneurial Campus adalah sebuah Keharusan”, terdapat pada situs: http://www.dikti.go.id

“Memahami Karakteristik Kewirausahaan” dalam http://viewcomputer.wordpress.com.

“Peranan Matakuliah Kewirausahaan” dalam http://www.ekonomi.kompasiana.com.

“Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa” dalam http://www.technopreuner-studentwelfare.its.ac.id

Leave a comment

Standar Nasional Pendidikan Tinggi


Peraturan Mentri_tahun2014_nomor049 – Standar Nasional Perguruan Tinggi

Peraturan Mentri_tahun2014_nomor049_lampiran

Leave a comment

4 Kiat Sukses Usaha: Yang Tidak Diajarkan di Sekolah Bisnis


Kiat Sukses Usaha: Jadikan Beramal Sebagai Niat

Kiat sukses usaha yang pertama adalah menjadikan amal sebagai niat. Niat mencari nafkah juga insya Allah ibadah, namun mencari nafkah seringkali hanya fokus pada keluarga sendiri. Berbeda jika kita berniat untuk amal, untuk berkontribusi, atau memberi kepada banyak orang, itu akan memberikan motivasi yang lebih besar.

Ada dua manfaat dari niat usaha Anda ini. Yang pertama motivasi Anda menjadi lebih besar, karena target Anda besar. Tujuan besar akan memberikan motivasi besar dalam usaha. Yang kedua insya Allah akan membawa kebaikan kita di akhirat selama kita ikhlas menjalankannya.

Agar sesuai dengan kaidah SMART, target saja kontribusi Anda dengan spesifik dan terukur. Jika Anda mengatakan “ingin bermanfaat untuk banyak orang”, itu masih mengambang. Apa manfaat yang ingin Anda berikan, seberapa banyak, dan kapan targetnya. Akan lebih jika tujuan Anda seperti ini:

“Saya ingin membuka lapangan kerja baru untuk 100 orang di akhir tahun 2013

“Saya ingin membangun pesantren untuk 1000 santri pada akhir tahun 2015

Seperti itulah, tujuan yang tegas dan memberdayakan yang akan memberikan motivasi lebih.

Siapa yang tidak yakin dengan keajaiban memberi?

Kiat Sukses Bisnis Yang Kedua: Jangan Berhenti

Kiat sukses usaha yang selanjutnya adalah jangan berhenti. Mengapa? Sebab satu-satunya penyebab gagal adalah berhenti. Serius! Jika ada yang mengatakan tidak punya modal kemudian dia gagal, sebenarnya dia hanya berhenti mencari modal, dia berhenti mencari ide mengoptimal yang dia miliki, atau dia berhenti belajar mendapatkan modal.

Banyak orang yang tidak punya modal, namun mereka tetap berhasil karena mereka tidak berhenti. Mereke tidak berhenti mencari modal, belajar mencari modal, mengumpulkan modal, atau memanfaatkan apa yang dia miliki. Pokoknya, dia tidak berhenti.

Jadi, apa pun halangan dan kekurangan Anda dalam usaha, jangan berhenti. Jika ada halangan, jangan berhenti untuk mencari cara mengatasi. Jika ada kekurangan, jangan berhenti untuk berusaha menutup kekurangan. Jika kalah dalam persaingan, jangan berhenti untuk berusaha menjadi juara lagi.

Bahkan, saat bisnis Anda bangkrut dan menyisakan utang, jangan berhenti untuk bangkit lagi. Selama Anda masih berusaha bangkit, Anda belum gagal. Anda hanya gagal saat Anda berhenti, diam, dan menyerah.

Do’akan Saudara Anda Agar Sukses Dalam Usahanya – Dijamin!

Kiat sukses usaha yang ketiga adalah mendo’akan saudara kita (saudara seiman) agar sukses dalam usahanya. Dan, triknya adalah jangan sampai saudara Anda mengetahui bahwa Anda mendo’akan mereka. Ini dahsyat dan dijamin berhasil karena Rasulullah

Mulai sekarang, silahkan do’akan saudara seiman kita agar berhasil dalam usahanya.

Kiat Yang Keempat Adalah: Miliki Ilmunya

Kata siapa sukses usaha harus bodoh? Kata orang bodoh mungkin. Saya mengenal pak Purdie Chandra, beliau itu jenius, tidak bodoh. Dia pintar mencari uang! Bagaimana dengan Om Bob Sadino? Sama, dia juga pintar mencari uang, dia pintar melihat peluang, dia pintar membangun bisnis. Buktinya bisa kita lihat sendiri.

Semua pebisnis sukses itu pintar, tidak ada yang bodoh. Mungkin dari segi pendidikan formal, ada yang tidak sekolah, tamat SD, atau SMP, namun dari segi ilmu bisnis mereka itu jagonya meski tidak di dapatkan dari pendidikan formal. Bisa dari pengalaman atau belajar kepada orang lain.

Kuncinya adalah jangan batasi ilmu itu dari pendidikan formal, meski pun itu adalah tidak jelek. Bukan… bukan ilmu yang membuat orang banyak pertimbangan sehingga tidak bertindak, tetapi sikap orang tersebut saja yang labil dan tidak berani mengambil keputusan. Jadi, jangan salahkan ilmu, sebab dalam Islam ilmu memiliki posisi yang tinggi.

“Ilmu adalah hidupnya Islam dan Pilarnya Iman. Barangsiapa mengajari ilmu, maka Allah menyempurnakan pahalanya, dan barangsiapa belajar dan mengamalkan (ilmunya) maka Allah mengajarkannya sesuatu yang tidak diketahuinya” (HR. Abu Al-Syaikh).

“Barangsiapa yang menghendaki kebaikan di dunia maka dengan ilmu. Barangsiapa yang menghendaki kebaikan di akhirat maka dengan ilmu. Barangsiapa yang menghendaki keduanya maka dengan ilmu.” (H.R. Bukhori dan Muslim)

Jadi, kata siapa ilmu itu tidak penting? Praktek itu penting, namun praktek tanpa ilmu, kita akan nyasar.

Silahkan aplikasikan keempat kiat sukses usaha ini, insya Allah Anda akan berhasil membangun usaha yang membawa kebaikan dunia dan akhirat.

Posted by Rahmat ST On January 18, 2013 http://www.motivasi-islami.com/kiat-sukses-usaha/

 

Leave a comment

Cara Pintar Ambil Risiko Bisnis


Kata “risiko” memang memiliki pengertian negatif bagi sebagian orang. Tetapi, berani mengambil risiko dalam bisnis tidaklah sama dengan menjadi orang yang sembrono. Justru pengusaha sejati akan memandang risiko sebagai sesuatu yang positif dan penuh tantangan. Mereka akan mengantisipasi hal-hal tak terduga demi mendapatkan untung besar.

Saya menemukan ringkasan hebat mengenai strategi kunci yang digunakan, lengkap dengan cerita kehidupannya, dalam buku yang berjudul “The Risk Takers”, karya Renee dan Don Martin. Berikut adalah daftar tersebut, disertai prioritas dan pendapat saya:

Cari tren terbaru dan kembangkan. Sering kali, perubahan kultur atau tren ekonomi akan memberi peluang usaha baru. Tantangannya adalah menyadari perubahan tersebut lebih awal, lalu ambil tindakan, meski terdapat risiko. Inilah awal mula keuntungan para pelopor bisnis.

Cari harta karun yang terpendam dan temukan pasar yang belum dilirik orang.
Bahkan perusahaan berpenghasilan triliunan rupiah tidak bisa menawarkan segalanya kepada semua orang. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada menemukan pasar menguntungkan yang tidak dilihat atau bahkan diincar orang lain.

Manfaatkan kelemahan pesaing dan jadikan itu sebagai kekuatan Anda. Pengusaha yang memiliki pandangan tajam memiliki bakat melihat dunia melalui sudut pandang pelanggannya. Kualitas yang dimiliki tersebut dapat membantu Anda tampil menonjol dalam kekurangan dan kelemahan pesaing.

Tajamkan pandangan. Kapan pun ada kesempatan, perhatikan dengan saksama area pasar yang diabaikan pesaing. Hal tersebut lebih mudah dilakukan daripada meredupkan produk-produk yang sudah terkenal, dan menunggu perubahan konsumsi pelanggan, meskipun solusi yang Anda miliki lebih baik.

Patahkan aturan konvensional. Banyak nama pengusaha tercatat dalam buku sejarah keberhasilan karena mereka telah berani menyimpang dari formula dan cara berpikir yang mapan dan sudah ada. Menantang tradisi yang sudah ada mampu membuka pintu keuntungan kompetitif.

Hemat uang dan beriklan dengan biaya yang murah. Jika Anda memulai bisnis dengan modal yang pas-pasan, ada cara kreatif untuk menarik perhatian pelanggan tanpa iklan yang mahal. Mulailah dengan media sosial, blogging, dan promosi dari mulut ke mulut.

Jangan biarkan kesulitan dan kegagalan mengalahkan Anda. Daftar peringkat pengusaha sukses diisi oleh para pria dan wanita yang menolak berhenti percaya pada dirinya sendiri, meski mendapatkan cemoohan dari orang lain yang menyakitkan. Ketahanan dan ketekunan bisa membawa Anda menuju kesuksesan.

Percaya pada intuisi.
Sebuah badan penelitian menyatakan, intuisi adalah bentuk nyata pengetahuan. Itu merupakan kemampuan yang dapat Anda asah dan kembangkan — hal tersebut dapat sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah dalam lingkungan bisnis yang kacau dan tidak bisa diprediksi. Dalam kondisi seperti itu, intuisi mampu mengalahkan analisis rasional.

Terus ciptakan inovasi. Pengusaha dengan kinerja yang bagus memulai dari nol untuk menciptakan perusahaan yang dikenal luas dan terus menyesuaikan diri agar dapat bertahan di tengah perubahan pasar. Perasaan terlalu cepat puas itu seperti ban bocor halus. Ketika Anda menyadarinya, kerusakan sudah sangat parah.

Mulai sekarang juga! Waktu yang sempurna untuk memulai bisnis tidak akan datang dengan sendirinya. Sering kali, menunggu hanya memberi kesempatan bagi pesaing untuk memukul Anda dengan telak. Jika Anda percaya ide Anda akan sukses, maka ambillah risiko dan mulailah beraksi.

Percayalah terhadap kekuatan ide Anda dan segera mulai kejar impian dunia usaha Anda. Dengan kecerdasan dalam mengenal risiko, Anda pun akan mampu meraih sukses. (http://id.she.yahoo.com/10-cara-pintar-ambil-risiko-dalam-berbisnis-130902184.html)

Leave a comment

Sikap, Keyakinan, dan Totalitas: Kunci Sukses.


Kisah nyata Bill Gates. Merintis bisnis dan meraih sukses dalam waktu cepat. Reza Nurhilman (Presiden Maicih) mirip dengan Bill Gates, keduanya bisa membangun sebuah bisnis dan meraih sukses dalam waktu yang sangat singkat (hitungan tahun). Jika Bill Gates menjadi orang terkaya sekarang, bagaimana dengan Reza Nurhilman? Kita lihat saja nanti.

Yang menjadi perhatian, banyak orang yang berpikir dan berharap, bahwa bisa membangun bisnis besar hanya dengan waktu 2 tahun seperti Reza ini. Betulkah?

Tentu saja bisa, dengan berbagai catatan. Namun, sayang banyak yang beranggapan segala sesuatu bisa dicapai dengan instan. Padahal, pada kenyataanya baik Reza maupun Bill Gates tidak meraihnya dengan instan. Sikap atau bermental instan itu harus kita hindari.

Sikap seperti ini akan membuat orang frustasi, karena bisa saja dia sudah mencoba menjalankan bisnis namun sudah lewat 2 tahun, tidak ada perkembangan yang berarti, bahkan tidak sedikit yang gulung tikar. Kemudian dia mengambil kesimpulan kalau bisnis itu bukan untuk dirinya.

Bill Gates maupun Reza Nurhilman adalah keduanya memiliki kesamaan bahwa mereka sudah menempa diri sejak SMA. Bill Gates sudah mulai suka melahap buku-buku bisnis sejak SMA. Dia membangun sikapnya sejak SMA. Begitu juga dengan Reza, dia menempa diri dengan bergabung MLM sejak SMA. Reza, di halamam 93 menyebutkan “Pencerahan itu Bernama MLM”. Selama di MLM-lah sikap mental Reza ditempa sehingga memiliki kepribadian yang kuat.

Membangun Sikap Juga Perlu Waktu

Butuh waktu untuk membina sikap kita supaya benar-benar memiliki sikap orang yang sukses. Membangun sikap memerlukan belajar dan praktek sehingga benar-benar sikap-sikap positif menyerap dalam diri Anda. Anda tidak bisa hanya dengan membaca buku tentang sikap, kemudian Anda langsung memiliki sikap yang hebat. Tidak, sikap itu perlu benar-benar menyatu dengan diri Anda.

Inilah yang tidak seperti dugaan banyak orang, dimana kebanyakan orang lebih fokus bertanya “how” bagaimana cara melakukan ini dan itu. Masih sedikit yang memikirkan bagaimana membangun sikap sukses terlebih dahulu. Padahal sikap sukses itu sangat penting untuk menentukan keberhasilan Anda.

85% Faktor Sukses Itu Adalah ….

Masih banyak yang belum mengetahui bahwa faktor sukses yang paling menentukan adalah sikap. Sementara banyak orang yang menganggap bahwa penentu sukses itu adalah masalah teknis bahkan ada yang menganggap faktor sukses itu adalah keberuntungan. Dari penelitian di Harvard University, 85% penentu sukses itu adalah sikap, masalah teknis itu hanya 15%.

Artinya jika Anda sudah memiliki sikap positif, 85% keberhasilan akan Anda raih dalam waktu yang tidak lama lagi. Sebaliknya jika Anda hanya mampu secara teknis, maka Anda baru mencapai 15% keberhasilan.

Perkuat Keyakinan Anda

Anda tidak akan pernah bisa bertindak hebat jika Anda tidak memiliki keyakinan yang kuat, baik pada Allah, pada diri, dan keyakinan bahwa apa yang Anda inginkan itu bisa tercapai.

Memiliki keyakinan yang kuat itu sangat penting, sebab ini akan membuka kunci sukses yang ketiga. Bagaimana Anda bisa totalitas jika Anda tidak yakin bisa berhasil.

Silahkan baca artikel dibawah ini:

Totalitas

Setelah Anda yakin terhadap apa yang Anda tuju atau impikan, maka langkah selanjutnya adalah Anda harus meraihnya dengan totalitas. Jika Anda mengerjakan setengah hati, maka akan rawan untuk gagal sebab hasilnya setiap langkah Anda tidak akan optimal. Jika Anda mengerjakan hanya seingatnya saja, asal-asalan, tanpa keterampilan yang memadai, dan tidak fokus, Anda tidak akan bisa meraihnya.

Totalitas artinya hati, pikiran, dan tindakan Anda benar-benar tercurah untuk meraih mimpi Anda.

  • Hati: artinya Anda harus benar-benar mencintai apa yang Anda lakukan. Anda melakukan dengan senang hati tanpa beban sedikit pun. Dan, yang terutama keikhlasan dalam melakukannya.
  • Pikiran: artinya pikiran hanya fokus pada apa yang Anda kerjakan. Anda hanya memikirkan satu hal pada satu waktu.
  • Tindakan: artinya artinya ada waktu khusus yang Anda luangkan untuk mengejar mimpi Anda, mengerjakan dengan keterampilan yang tinggi, dan sekuat tenaga jika perlu.

Totalitas Akan Selalu Memerlukan Pengorbanan

Bagaimana kalau belum bisa totalitas? Artinya Anda harus mengambil keputusan agar Anda bisa memberikan totalitas untuk impian Anda. Jika tidak, maka mengapa berharap impian anda bisa dicapai. Jika impian Anda kecil sich, itu mungkin bisa dicapai dengan sedikit usaha, namun jika impian Anda besar, Anda harus memberikan usaha besar pula. Totalitas adalah memberisakan usaha sesuai dengan total usaha yang diperlukan untuk mencapai tujuan atau impian Anda.

Ini penyakitnya, banyak orang yang punya mimpi besar, tetapi dia tidak mau memberikan totalitas dalam mengejarnya. Alasannya tidak ada waktu.

Itu sebenarnya pilihan Anda. Apakah Anda menginginkan tercapainya tujuan Anda atau tidak? Atau masih kalah prioritasnya oleh tujuan dan keperluan yang lain? Jika menginginkan impian Anda terwujud, maka Anda harus mau mengorbankan hal lain. Waktu dan sumber daya Anda memang terbatas, maka putuskanlah, waktu Anda mau digunakan untuk apa.

Saat Anda lebih memilih menggunakan waktu untuk melakukan hal-hal yang biasa Anda lakukan, sehingga tidak ada waktu untuk mengejar mimpi baru Anda, artinya Anda sudah mengorbankan mimpi Anda. Selalu ada pengorbanan!

Saya Harus Melakukan Pengorbanan Apa?

Saat Anda mengejar mimpi baru yang memiliki nilai yang sangat tinggi, maka tidak ada salahnya mengorbankan hal lain yang tidak begitu bernilai. Mungkin, Anda harus mengorbankan sedikit waktu nonton TV untuk mengejar mimpi Anda. Bisa jadi, Anda harus mengorbankan sebagian uang pulsa.

Tentu saja, yang menjadi prioritas untuk Anda korbankan adalah hal-hal yang sebenarnya bernilai paling rendah terlebih dahulu. Kemudian manfaatkan waktu dan sumber daya yang ada untuk mengejar mimpi yang jauh lebih bernilai. Anda tidak akan meraih sesuatu yang lebih bernilai jika tidak mau melepaskan hal-hal yang nilainya lebih rendah. Waktu dan sumber daya itu terbatas.

Memilih dan memilah aktivitas-aktivitas yang bernilai rendah, sehingga bisa Anda korbankan untuk Anda gunakan waktu yang tersedia untuk meraih mimpi baru Anda. Bahkan, ternyata ada 80% aktivitas itu sebenarnya bernilai rendah.

Kesimpulan

Untuk meraih sebuah kesukses tidak ada yang instan, diperlukan waktu, bukan hanya untuk membangun apa yang kita impikan, namun jauh lebih penting adalah membangun sikap sukses terlebih dahulu. Setelah, yakinlah. Setelah Anda memiliki impian, ubahlah impian itu menjadi sebuah keyakinan, artinya bukan lagi Anda bermimpi ingin meraihnya, tetapi yakin 1000% akan meraihnya. Kemudian, berikan totalitas dalam mengejarnya. Anda perlu berkorban, sebab selalu ada harga yang harus dibayar.

Leave a comment

Pengembangan Potensi Diri


Manusia memiliki potensi yang luar biasa dahsyat, namun tidak semua orang bisa merasakan dan mampu memanfaatkan semua potensi diri yang dimilikinya. Saat ada orang yang bertanya kenapa, maka saya menjawab diperlukan sebuah proses untuk menggali dan mengoptimalkan potensi diri yang kita miliki, yaitu kita sebut dengan pengembangan potensi diri.

Urgensi Pengembangan Potensi Diri

Pertama, sebagai tanda syukur kepada Allah yang telah memberikan potensi yang sangat besar kepada manusia. Allah Subhaanahu wa ta’ala sudah memberikan potensi yang sangat besar kepada kita, sungguh tidak berterima kasih jika kita mengabaikannya dan justru kita malah mengeluh karena banyak kekurangan. Padahal potensi diri kita sangat dahsyat namun masih saja terpendam tidak pernah kita gunakan.

Maka, pengembangan potensi diri ini mudah-mudahan menjadi salah satu bentuk syukur kita atas nikmat yang sangat besar ini. Dengan demikian kita pun akan ditambah nikmat oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala, sebabnya memang janji-Nya akan menambah nikmat kepada hamba yang bersyukur. Sebaliknya jika tidak melakukan pengembangan potensi diri, khawatir menjadi hamba yang kufur atau mengabaikan nikmat yang telah diberikan kepada kita.

Kedua, dengan pengembangan potensi diri, kita akan menggali potensi diri kita sehingga bisa digunakan untuk kepentingan dan kemajuan diri kita. Jika saya melihat orang lain, mereka mampu melakukan hal yang luar biasa, bukan saja untuk dirinya sendiri tetapi memberikan manfaat yang besar bagi banyak orang.

Mudah-mudahan dengan kesadaran akan pentingnya pengembangan potensi diri, bukan hanya kebutuhan atau kebahagiaan diri sendiri saja yang terpenuhi, tetapi juga kita bisa berbagi kepada sesama khususnya kepada sesama umat Islam yang membutuhkan.

Bagaimana Caranya?

Langkah Pertama Pengembangan Potensi Diri

Pertanyaan yang sering kali ditanyakan ialah bagaimana cara mengetahui potensi diri saya? Ada dua jawaban yang bisa diberikan oleh para ahli pengembangan diri. Jawaban pertama, Anda harus mencarinya. Jawaban kedua, apa pun yang Anda inginkan atau sukai, di situlah potensi diri Anda.

Mana yang benar? Menurut saya, keduanya bisa dilakukan. Saat Anda mencari potensi diri Anda, biasanya akan jatuh kepada hal yang memang Anda sukai. Dan apa pun yang Anda sukai, maka Anda akan melakukannya dengan baik sehingga seolah itulah potensi diri Anda.

Lalu apakah potensi diri saya sebenarnya? Apakah pasti apa yang kita sukai itu adalah potensi diri kita? Saya tidak tahu jawabannya. Dulu, saya tidak tahu, apakah saya sudah ditakdirkan menjadi penulis? Saat saya kuliah, saya memilih jurusan engineering yang jauh dari dunia kepenulisan. Namun, perjalanan hidup saya membawa ke dunia tulis menulis karena sejak kecil saya memang suka menulis.

Jadi, jangan habiskan waktu dengan mempertanyakan apa bakat spesifik Anda. Anda bisa melanjutkan apa yang Anda lakukan saat ini jika memang menyukainya. Atau Anda bisa mencoba berbagai hal sampai Anda menemukan apa yang pas dengan diri Anda.

Yang dimaksud dengan potensi diri bukanlah bakat spesifik Anda, tetapi adalah kekuatan atau kemampuan yang sebenarnya ada dalam diri Anda saat ini yang sedang menunggu untuk dimanfaatkan. Kekuatan ini bisa dimanfaatkan untuk bidang apa pun yang ingin Anda lakukan.

Jika Anda yakin, bahwa Anda memiliki bakat tertentu, silahkan Anda gunakan potensi diri Anda untuk melakukan bakat Anda tersebut. Jika bakat Anda sebagai seorang guru, maka gunakan potensi diri sehingga Anda menjadi guru yang hebat. Sekali lagi, Anda tidak perlu repot memikirkan apa bakat spesifik Anda, tetapi yang perlu lakukan saat ini ialah mencoba dan mencarinya.

Anda bisa memulai dengan apa yang Anda lakukan saat ini. Atau Anda bisa mencoba bidang baru, yang sebenarnya Anda sukai. Silahkan. Intinya tentukan bidang apa yang ingin Anda coba saat ini.

Bukalah Potensi Diri Anda

Di dalam diri Anda itu ada potensi yang dahsyat, tetapi mungkin masih tertutup atau baru terbuka sebagian kecil. Maka bukalah penutup potensi diri Anda lebih lebar lagi. Pengembangan potensi diri tidak akan berjalan jika potensi diri Anda masih tertutup rapat. Cara membuka tutup tersebut adalah dengan meningkatkan rasa percaya diri Anda. Orang yang percaya diri ibarat orang yang sudah mampu membuka pintu potensi yang ada dalam dirinya.

Ya, ini tentang pikiran atau persepsi. Saat seseorang percaya diri, artinya dia menyadari atau melihat bahwa potensi dirinya sangat besar. Anda tidak akan pernah bisa mengembangkan sesuatu yang belum Anda lihat. Percaya diri sangat penting dalam pengembangan potensi diri, boleh dikatakan sebagai fundamentalnya.

Agar Anda dapat mengeluarkan potensi Anda secara optimum dibutuhkan keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi. – Brian Tracy

Paculah Potensi Diri Anda

Seringkali, orang mampu melakukan sesuatu yang hebat saat kepepet. Artinya, saat kepepet, dia mampu menggunakan segenap potensinya. Pertanyaanya, apakah Anda harus menunggu kepepet? Saya tidak suka kepepet dan memang tidak hanya kepepet yang mampu memacu potensi diri Anda. Artinya ada cara lain agar Anda bisa memacu potensi diri Anda tanpa kepepet.

Apa itu? Anda bisa memacu potensi diri Anda dengan memiliki mental juara. Dengan memiliki mental juara, Anda ingin selalu menjadi yang terbaik, yang artinya Anda akan memacu potensi diri Anda. Peran mental juara dalam pengembangan potensi diri adalah untuk menggali potensi Anda seoptimal mungkin. http://www.motivasi-islami.com/pengembangan-potensi-diri/

Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 278 other followers